CINTA SEMALAM

CINTA SEMALAM
LAKUKAN APAPUN YANG KAMU MAU


__ADS_3

Raditya tersenyum bahagia melihat wanita berperut buncit itu kini menghampirinya sambil membawa satu piring besar berisi nasi goreng yang baru saja matang.


Nasi goreng lengkap dengan toping seafood dan dua telor ceplok itu terlihat begitu menggugah selera.


"Terima kasih, Sayang," ucap Raditya pada Lauren.


Lauren hanya menanggapi ucapan Raditya dengan senyuman. Ada perasaan aneh saat mendengar Raditya memanggilnya dengan panggilan sayang. Lauren belum terbiasa.


Biasa dipanggil Kakak oleh Raditya membuat Lauren merasa aneh ketika pria yang kini sudah menjadi suami seutuhnya itu memanggilnya dengan sebutan sayang.


Raditya tersenyum melihat wajah Lauren yang merona. Sudah seminggu semenjak dia menyentuh perempuan itu, Lauren terlihat begitu menggemaskan saat merasa malu-malu jika dia memanggilnya dengan kata sayang.


Padahal, sebutan itu adalah hal biasa buat setiap pasangan, entah itu yang sedang berpacaran ataupun yang sudah menikah.


"Suapin!" Lauren duduk di depan Raditya. Mendorong piring berisikan nasi goreng itu di hadapan suaminya.


Raditya tersenyum melihat tingkah Lauren yang beberapa hari ini memang terlihat manja. Entah apa yang sedang perempuan itu rasakan, sampai-sampai dia bersikap begitu manja akhir-akhir ini.


Lauren menerima suapan dari Raditya. Wanita hamil itu tersenyum sambil mengunyah makanannya.


"Makan siang nanti, anterin aku ke dokter ya?"


"Dokter?" Raditya merasa heran. Pasalnya, seingat Raditya mereka tidak ada jadwal kontrol kehamilan hari ini.


Lauren mengangguk membuat Raditya menghentikan suapannya. Raut wajahnya berubah khawatir.


"Sayang, kamu sakit?" tanya Raditya khawatir.

__ADS_1


"Tidak."


"Lalu, kenapa ngajak aku ke dokter hari ini?"


"Aku hanya ingin kontrol. Kamu lupa ya, kalau dokter meminta kita datang sebulan dua kali karena usia kehamilanku sudah hampir sembilan bulan," ucap Lauren sambil mengerucutkan bibirnya.


"Oh, iya. Maafkan aku, Sayang, aku hampir saja lupa." Raditya menatap wajah Lauren dengan tatapan tak bersalah. Tangannya terulur mengusap kepala istrinya.


"Dasar pelupa! Ngeselin banget deh!"


"Maaf, Sayang, aku beneran lupa." Raditya kembali mengucapkan maaf. Lelaki itu kemudian kembali menyuapkan nasi goreng ke mulut istrinya.


Meskipun dengan raut wajah kesal, Lauren tetap menerima suapan dari suaminya.


Raditya tersenyum. Mood ibu hamil memang berubah-ubah.


"Aku akan pulang sebelum makan siang. Setelah urusanku di kantor selesai, aku langsung pulang."


Lauren mengangguk paham. Raditya memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Dari awal kehamilan Lauren, lelaki itu memang memindahkan pekerjaannya di rumah. Sampai sekarang, Raditya masih bekerja di rumah dan akan datang ke kantor hanya saat dirinya sedang dibutuhkan. Seperti menghadiri meeting yang tidak bisa diwakilkan.


***


Raditya menepati janjinya. Lelaki itu benar-benar pulang sebelum sebelum jam makan siang. Lauren menyambutnya dengan hati senang.


Perempuan itu menggandeng Raditya setelah lelaki itu melepaskan pelukannya.


"Aku pengen jalan-jalan."

__ADS_1


"Jalan-jalan?" Raditya menatap istrinya.


"Iya. Aku mau makan di luar. Aku pengen belanja juga buat dia." Lauren mengusap perutnya.


"Kita belum belanja buat dede bayi ya?" Raditya ikut mengusap perut Lauren.


"Iya, 'kan memang sengaja, belinya nanti saja," jawab Lauren. Mereka berdua kini sudah sampai di dalam kamar.


Raditya memeluk Lauren dari belakang. Tangannya mengusap perut buncit Lauren, sementara bibirnya bergerak menyusuri lehernya.


"Sebelum pergi, aku boleh nengok dia dulu nggak?" Raditya mencium pipi Lauren yang merona.


Semenjak Raditya menyentuhnya, tidak dapat dipungkiri, dia pun terkadang menginginkannya. Namun, Lauren seringkali merasa kesal karena Raditya selalu meminta izin padanya.


Lauren sudah menyerahkan semuanya pada Raditya. Seharusnya lelaki itu juga seperti itu. Kenapa dia harus meminta izin untuk menyentuh miliknya sendiri?


Sebenarnya bukan sepenuhnya kesal, hanya saja, Lauren merasa malu saat Raditya meminta izin untuk menyentuhnya.


"Sayang–"


"Lakukan apapun yang kamu mau, Raditya."


"Dengan senang hati, Sayang ...."


BERSAMBUNG ....


Mampir di novel milik teman Author yuk!

__ADS_1



__ADS_2