CINTA SEMALAM

CINTA SEMALAM
KAU MENGANCAMKU?


__ADS_3

Lauren mendekati Raditya yang saat ini terlihat sangat marah. Lelaki itu menatap Kinara yang masih terlihat syok saat mengetahui kenyataan tentang Raditya dan Zian.


Lauren mengajak Raditya masuk ke dalam ruangannya. Perempuan itu meninggalkan Zian dan Galang yang masih menatap Kinara.


Zian menatap sang ibu yang meninggalkannya lebih dari tiga tahun yang lalu. Saat Kinara menyerahkan Zian pada Galang, bocah kecil itu masih berusia empat tahun. Kini, usia Zian sudah tujuh tahun lebih. Meskipun Kinara meninggalkannya, tetapi, Zian masih ingat wajah ibunya karena Galang memberikan foto Kinara padanya.


Galang tidak melarang Zian untuk berhubungan dengan ibunya. Biar bagaimanapun, Kinara adalah orang yang melahirkan Zian dengan penuh perjuangan. Galang ingin, Zian tidak melupakan kalau dia masih mempunyai seorang ibu.


Namun, sayangnya Kinara tidak mengunakan kesempatan yang dia berikan. Wanita itu benar-benar menyerahkan Zian tanpa mau berhubungan lagi dengan darah dagingnya itu. Kinara meninggalkan Zian dan memutuskan hubungan ibu dan anak di antara mereka.


Galang memang memperbolehkan Zian mengingat Kinara sebagai ibunya. Akan tetapi, Galang tidak memaksa Zian untuk kembali menerima Kinara setelah perempuan itu menyakiti anak itu dengan cara menyerahkan Zian padanya.


Kinara menukar Zian dengan sejumlah uang yang diberikan oleh Galang dan menyerahkan hak asuh sepenuhnya pada pria itu.


Seperti saat ini, Galang melihat Zian yang hanya terdiam menatap wanita yang telah melahirkannya. Raut wajah putranya itu terlihat datar. Tidak terlihat raut wajah sedih, rindu atau apapun, seperti anak-anak lain ketika bertemu dengan ibunya. Bocah kecil itu hanya menatap Kinara tak berkedip.


"Zian, ini Mama, Sayang. Kamu masih ingat sama Mama, 'kan?" Kinara mendekati Zian, tetapi, Zian langsung mundur dan menjauh darinya. Zian kemudian berlari menuju ruangan Raditya.


"Zian tidak ingin bertemu denganmu. Jangankan bertemu, bicara padamu saja dia enggan. Sejak kamu menyerahkan dia padaku, anak itu sudah kehilangan ibunya. Kamu gagal menjadi seorang ibu, Kinara. Padahal, aku sudah memberikan kamu kesempatan bertahun-tahun yang lalu.


Jangan salahkan dia karena kamulah yang bersalah di sini."


Kinara terdiam mendengar ucapan panjang lebar Galang. Kedua matanya berkaca-kaca. Biar bagaimanapun, dirinya pernah merawat Zian dari bayi walaupun Kinara lebih sering memberikan Zian pada pengasuhnya.


Perempuan itu lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan para lelaki yang dia sewa untuk memuaskan hasratnya.

__ADS_1


Wanita itu mengusap air matanya dengan kasar. Netranya menatap Galang yang kini ditemani oleh seorang lelaki bertubuh besar berbaju hitam yang kini tatapannya menyorot tajam ke arahnya.


Kinara merubah raut wajahnya. Wanita itu kembali ke mode awal. Menyebalkan dan tidak tahu diri.


"Katakan padaku, bagaimana bisa Raditya tiba-tiba menjadi anakmu?" Kinara menatap pria paruh baya yang dulu pernah menjadi teman tidurnya.


"Raditya adalah anakku bersama Mira sebelum Mira menikah dengan Pratama. Sama seperti kamu yang membohongi Raditya dengan mengaku hamil anaknya, sehingga akhirnya Raditya menikahimu. Mira pun melakukan hal yang sama pada Pratama.


Mira terobsesi pada Pratama, kemudian memanfaatkan aku yang saat itu sangat mencintainya. Setelah dia hamil, dia menjebak Pratama agar mau menikahinya."


Kinara menutup mulutnya. Dia tidak percaya kalau mantan ibu mertuanya itu ternyata sangat licik. Pantas saja saat itu dia begitu senang saat Raditya menikah dengannya dan ikut menyembunyikan pernikahannya dengan Raditya di hadapan Dara.


"Pantas saja Raditya menjadi seorang bajingan. Ternyata darah bajingan itu datang dari kamu dan tante Mira." Kinara mencibir.


"Aku peringatkan sama kamu, Nara! Jangan pernah mengganggu anak-anakku lagi, terutama Raditya! Jika aku masih melihatmu berusaha mengganggu Raditya, aku tidak akan segan-segan menghancurkanmu! Kamu pasti sangat tahu siapa diriku bukan?"


"Kau mengancamku?"


"Apapun akan aku lakukan demi anak-anakku! Termasuk melindungi mereka dari perempuan semacam kamu, Kinara!"


***


"Sayang, aku kesal."


"Hmm."

__ADS_1


"Kok cuma hmm, sih?


"Terus, kamu maunya apa?"


"Cium!"


Lauren mengerutkan kening. Wanita itu kini sedang menenangkan Raditya yang sedang uring-uringan akibat kedatangan Kinara yang membuatnya kesal.


"Cium, Sayang ...." Raditya merajuk seperti anak kecil yang tak diberi uang jajan oleh ibunya.


"Cium!" ucap Raditya lagi dengan kesal.


"Memangnya kamu nggak malu?"


"Ngapain harus malu? Kamu 'kan istriku. Cium, Sayang?" Raditya memonyongkan bibirnya.


"Kamu nggak malu sama dia?"


"Malu sama siapa?"


"Tuh!" Lauren tersenyum sambil menunjuk ke arah Zian yang bersedekap menatapnya dengan senyum mencibir.


"Manja!"


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2