CINTA SEMALAM

CINTA SEMALAM
AKU INGIN PULANG


__ADS_3

Kinara membawa Zian makan di sebuah restoran. Setelah itu, Kinara membawa Zian ke pusat perbelanjaan dan arena bermain anak.


Kinara membelikan Zian beberapa pasang baju meskipun Zian tidak menginginkannya. Bocah kecil itu tidak terlihat bahagia meskipun Kinara berusaha membuatnya tersenyum.


Wanita itu bahkan melakukan berbagai cara agar Zian tersenyum. Namun, putranya itu tetap menunjukkan wajah datarnya. Bahkan saat bermain di arena permainan pun, Zian tidak memedulikan Kinara sama sekali.


Sikap cuek Zian membuat Kinara sedikit kesal. Namun, demi rencana yang saat ini bersarang di kepalanya, Kinara tetap berusaha sabar menghadapi Zian.


"Zian, apa kamu mau ini?" Kinara memperlihatkan sebuah mainan pada Zian.


Zian hanya melirik sekilas dengan apa yang ditunjukkan oleh Kinara. Dalam hati, dia mencibir.


"Dia pikir, aku ini anak kecil yang masih suka main mobil-mobilan?" batin Zian.


Zian tidak bodoh! Dia tahu kalau saat ini, perempuan yang melahirkannya itu sedang merayunya agar dia mau menerima wanita itu kembali menjadi ibunya.


Zian mengakui, jika terkadang, dia sangat ingin bisa kembali berkumpul dengan ibunya dan juga ayahnya. Mereka berkumpul menjadi keluarga yang lengkap seperti teman-temannya yang lain yang masih mempunyai orang tua lengkap.


Namun, melihat sikap Kinara, Zian semakin lebih memilih tinggal bersama ayahnya. Bukan karena Galang punya banyak uang dan bisa mencukupi semua kebutuhan dan memberikan semua yang diinginkannya. Tetapi, karena Kinara tidak pernah sedikit menjadi seorang ibu yang baik untuknya.


Semenjak pertemuannya di kantor Zian beberapa bulan yang lalu, beberapa kali datang rumah Galang untuk bertemu dengannya.

__ADS_1


Zian memang mau menemui Kinara, tetapi, anak lelaki itu selalu diam. Dia tidak pernah menyebut wanita itu mama, ibu, atau apapun. Zian hanya akan menjawab singkat setiap kali Kinara bertanya padanya.


Galang yang memang sedari dulu tidak pernah melarang Zian untuk bertemu dengan Kinara, membiarkan wanita itu datang. Namun, masih dalam pantauannya. Sama seperti Raditya, Galang sangat tahu siapa Kinara. Dia tidak mau perempuan itu berbuat sesuatu yang membahayakan putranya.


Suatu saat, Zian diajak oleh Kinara makan di luar. Galang mengizinkannya tetapi, lelaki itu diam-diam menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Zian dan Kinara.


Saat sampai di restoran, sang ibu mengenalkannya dengan seorang lelaki tua yang bahkan lebih tua dari Galang. Kinara memperkenalkan Zian pada lelaki itu.


Zian menatap datar pada ibunya yang terlihat tersenyum genit pada pria tua itu. Jangan lupakan Zian yang pemikirannya hampir setara dengan Raditya.


Apalagi, bocah kecil itu juga sudah terbiasa melihat kemesraan kakak lelakinya itu dengan sang istri. Dari gerak-gerik Kinara, Zian jelas tahu kalau lelaki itu dan Kinara pasti mempunyai sebuah hubungan.


Kejadian itu bukan hanya sekali dua kali saja. Setiap kali Kinara mengajaknya keluar, wanita itu akan membawa pria yang berbeda dan dikenalkannya juga pada Zian. Kelakuan wanita itu jelas membuat Zian muak. Dia merasa Kinara memang tidak pantas menjadi ibunya.


Semenjak itu, Zian tidak lagi mau bertemu dengan Kinara. Melihat putranya menolak kehadiran ibunya, Galang pun akhirnya melarang Kinara untuk bertemu dengan Zian. Pria itu selalu mengusir Kinara setiap kali perempuan itu datang.


Ini adalah pertemuan Zian pertama kali setelah beberapa bulan yang lalu.


"Zian, Sayang, kamu benar-benar tidak ingin membeli apapun?" tanya Kinara.


Zian menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Mama tahu, kamu sudah memiliki segalanya dari papamu. Tapi, Mama kan juga ingin membelikan kamu beberapa hadiah," ucap Kinara lembut.


"Aku ingin pulang!" Zian berucap datar tapi penuh penekanan.


"Iya, Sayang, sebentar lagi kita pulang. Mama masih kangen sama kamu. Memangnya kamu nggak kangen sama mama?"


Mendengar ucapan mamanya, Zian menggeleng. Sementara Kinara mengembuskan napas panjang.


"Zian, sampai kapan kamu membenci mama, Nak? Mama tahu, kalau mama bersalah karena dulu pernah meninggalkan kamu dan menyerahkan kamu pada papamu. Mama terpaksa, Sayang. Mama sayang sama kamu, mama tidak ingin kamu kekurangan saat tinggal bersama mama." Kinara berucap panjang lebar untuk mendapatkan perhatian Zian.


Zian hanya terdiam. Dia sudah mendengar cerita versi aslinya dari sang papa. Jadi, dia tidak mau menanggapi ucapan ibunya sama sekali.


Melihat sikap anaknya, Kinara merasa kesal. Perempuan itu tersenyum melihat ponselnya.


"Baiklah, karena kamu sudah tidak menginginkan apapun, kita pulang sekarang," ucap Kinara akhirnya.


Mereka berdua berjalan beriringan keluar dari pusat perbelanjaan menuju mobil. Zian terlebih dahulu masuk setelah Kinara membukakan pintu mobil.


Kinara masuk ke dalam mobil kemudian duduk di belakang kemudi. Wanita itu tersenyum sambil memasang seatbelt saat melihat Zian sudah duduk tenang dengan seatbelt yang terpasang di tubuhnya. Zian baru saja ingin memejamkan mata, saat sebuah tangan membekap mulutnya menggunakan saputangan dan akhirnya membuat anak lelaki itu tidak sadarkan diri.


"Maafkan mama, Sayang. Mama terpaksa melakukannya."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2