CINTA SEMALAM

CINTA SEMALAM
BERTEMU


__ADS_3

Raditya masih di kota Surabaya. Secepat mungkin, Raditya menyelesaikan pekerjaannya. Ini adalah hari kedua, jika pekerjaannya hari ini selesai, malam harinya Raditya akan pulang ke ibukota.


Lelaki itu sudah tidak sabar menahan rindu pada istrinya. Dulu, perasaan Raditya tidak pernah merasakan seperti ini saat masih bersama Dara dan Kinara.


Walaupun Raditya mencintai mereka berdua, tetapi, dia tidak pernah merasakan rindu yang menggebu seperti ini.


Asisten pribadi Raditya mengetuk pintu. Lelaki itu datang untuk menjemput Raditya. Mereka akan bertemu dengan beberapa klien penting.


****


Lauren bersama Monika pergi ke rumah Pratama. Lauren yang meminta Monika mengantarkannya ke rumah sang papa karena dia merindukannya.


"Papa." Lauren berteriak setelah sampai di depan rumah Pratama.


"Eren!" Pratama yang sedang bersantai di ruang keluarga sambil minum kopi merasa terkejut melihat putrinya yang sedang hamil besar datang.


"Sayang, kamu datang?" Pratama merentangkan kedua tangannya yang langsung disambut pelukan oleh Lauren.


"Eren kangen sama Papa."


"Papa juga kangen, Sayang, Papa pikir, kamu sudah melupakan papa," ucap Pratama tanpa melepaskan pelukannya. Sudah hampir dua bulan dia tidak bertemu dengan Lauren. Kesibukan Raditya membuat pria itu tidak bisa mengantarkan wanita itu ke rumahnya.


"Papa nggak kerja hari ini?" tanya Lauren setelah pelukan mereka terlepas. Monika hanya tersenyum melihat interaksi mereka berdua.


Dia merasa sangat senang melihat saudara tiri yang saat ini menjadi kakak iparnya begitu akrab dengan ayahnya.

__ADS_1


"Papa libur, Sayang, biar saja mereka yang mengerjakan pekerjaan papa. Capek! Sekali-kali papa juga ingin bersantai."


Lauren dan Monika tertawa mendengar ucapan ayah mereka berdua.


"Tadinya, papa yang ingin menyusul kalian ke rumah Raditya. Papa merasa kesepian nggak ada Monik sama kamu."


"Ya ampun, Pa. Monik baru pergi kemarin pagi ke rumah Kak Eren, masa udah kangen aja." Monika menimpali ucapan sang papa.


Pratama terkekeh mendengar ucapan putrinya. Memang benar, Monika hanya pergi kemarin pagi dan sore ini anak gadisnya itu sudah kembali pulang dengan mengajak Lauren.


"Nggak ada kalian, papa kesepian." Pratama menatap kedua putrinya itu dengan tatapan sendu.


Perasaan baru beberapa tahun lalu anak-anak itu lahir ke dunia meskipun dari rahim ibu yang berbeda. Namun, lihatlah! Mereka berdua kini sudah dewasa. Yang satu sudah akan mempunyai anak, satunya lagi sebentar lagi lulus SMA, tetapi, laki-laki yang selalu menjaganya di sekolah sudah melamar putrinya itu untuk segera dinikahi.


"Papa tenang saja, Kenzi bilang, dia akan tinggal di sini setelah kita menikah." Monika ikut menimpali.


"Tentu saja kau harus tinggal di sini. Papa nggak akan ngijinin kalian menikah jika kalian pergi dari rumah ini!" Raditya berkata dengan wajah cemberut membuat Lauren dan Monika tertawa.


Mereka bertiga kemudian berbincang sambil sesekali bercanda. Raut wajah kebahagiaan terpancar di wajah mereka bertiga.


Rasa rindu Lauren yang tersimpan di hati, terobati setelah bertemu dengan sang papa tercinta.


***


Raditya sedang berada di sebuah hotel. Lelaki itu sedang berkumpul dengan beberapa pengusaha lainnya untuk menghadiri jamuan makan malam.

__ADS_1


Raditya mengerutkan keningnya saat melihat beberapa wanita berpakaian seksi masuk ke dalam ruang VIP yang mereka tempati.


Berbanding terbalik dengan Raditya yang keheranan, para rekan bisnisnya justru tersenyum.


Para lelaki paruh baya berperut buncit dan beberapa pengusaha muda itu tampak senang. Saat melihat mereka tersenyum, Raditya pun mengerti, apalagi, saat salah seorang dari mereka menawarkan wanita-wanita muda yang terlihat cantik dan seksi itu.


Raditya tersenyum sinis. Tidak menyangka kalau jamuan makan malam itu ternyata juga diselingi dengan hiburan seperti itu.


"Bisakah kita pergi dari sini?" bisik Raditya pada asisten pribadinya.


Sang asisten pribadi mengangguk, kemudian melangkah mendekati pria yang menjamu mereka. Pria paruh baya itu mengangguk mengerti.


Pengusaha yang merupakan teman Galang, ayah dari Raditya itu mengerti kalau Raditya tidak merasa nyaman. Apalagi, sebelumnya, Galang juga sudah memperingatkannya.


Namun, belum sempat Raditya keluar dari ruangan VIP itu, seorang wanita cantik dengan baju mini dan terlihat sangat seksi masuk ke dalam ruangan.


Wanita itu tersenyum lebar menatap pria-pria di hadapannya yang menatapnya dengan tatapan penuh nafsu.


Raditya sangat terkejut melihat siapa wanita itu. Namun, Raditya segera merubah mimik wajahnya menjadi datar. Seketika, Raditya merasa jijik saat melihat wanita itu.


"Jadi ini, pekerjaan kamu setelah bercerai denganku, Nara?" batin Raditya menatap sekilas pada wanita yang kini tampak terkejut melihatnya.


"Raditya ...."


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2