
Lauren melangkah dengan pelan sambil sesekali meringis saat merasakan perutnya menegang. Perempuan itu kemudian mendudukkan bokongnya dengan pelan si atas sofa.
Raditya yang baru saja keluar dari kamar mandi bergegas mendekati Lauren yang terlihat kesakitan.
"Kenapa? Kakak sakit?" Raditya bertanya dengan raut wajah khawatir. lelaki itu kemudian ikut mengusap perut Lauren.
"Perutku kram. Sakit sekali." Lauren menarik napas panjang dan mengembuskannya secara perlahan. Wanita itu kembali meringis membuat Raditya merasa khawatir.
Laki-laki itu terus mengusap perut istrinya. Raditya bahkan beberapa kali mencium perut buncit itu.
"Apa kita perlu ke rumah sakit sekarang?"
"Tidak perlu, aku hanya perlu istirahat saja." Lauren masih terus menarik napas panjang kemudian mengembuskannya secara perlahan.
Wanita itu meminta Raditya memapahnya ke atas ranjang. Raditya dengan sigap menolong istrinya untuk berbaring.
"Pelan-pelan, Kak." Raditya membaringkan istrinya setelah terlebih dahulu menata bantal agar Lauren berbaring dengan posisi nyaman.
Raditya kemudian mengambil air putih untuk Lauren. Setelah beberapa menit kemudian, rasa sakit di perutnya perlahan mulai menghilang.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran rahim akan menyesuaikan dengan perkembangan janin yang kian membesar. Untuk mendukung perkembangan rahim, jaringan ikat atau ligamen yang menghubungkan tulang panggul dan rahim akan meregang, sehingga rahim terasa kencang dan memicu terjadinya kram perut.
__ADS_1
Itu adalah jawaban dokter saat Raditya bertanya tentang kram perut yang beberapa kali dialami oleh Lauren.
"Masih sakit?"
Lauren menggeleng pelan membuat Raditya bernapas lega.
"Syukurlah! Kakak membuatku khawatir." Raditya mengecup kening Lauren membuat wanita itu langsung cemberut. Raditya langsung menutup bibirnya melihat wajah Lauren yang terlihat kesal.
Raditya masih mengusap perut Lauren yang membuncit. Rasanya, Raditya sungguh tidak sabar ingin melihat anaknya lahir ke dunia.
Saat mereka melakukan pemeriksaan USG, bayi mereka menampakkan diri. bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu membuat Raditya merasa sangat bahagia.
Rasanya, hidupnya terasa sempurna seandainya anak itu lahir ke dunia.
Semenjak malam itu, Raditya memutuskan untuk fokus pada Lauren. Lelaki itu menggunakan tenaga dan pikirannya untuk menjadi suami siaga buat Lauren.
Raditya juga akan berusaha untuk mendapatkan hati Lauren. Perasaannya terhadap wanita yang mengandung anaknya itu perlahan tetapi pasti mulai tersimpan di dalam hatinya
Raditya benar-benar sudah menjatuhkan hatinya untuk Lauren. Semakin hari, perasaannya pada Lauren semakin besar. Raditya benar-benar telah jatuh cinta pada Lauren.
"Sekarang, Kakak sebaiknya istirahat. Sudah malam," ucap Raditya. Lelaki itu ikut berbaring disamping Lauren.
__ADS_1
Tangannya kembali terus mengusap perut Lauren. Lauren tidak menolak. Terkadang, wanita itu merasa kesal sendiri. Dia kesal jika Raditya menyentuhnya. Akan tetapi, dalam hati ia merasa nyaman dengan perlakuan Raditya.
Semenjak pria itu mengatakan perasaannya, Lauren memang sempat berpikir panjang. Namun, rasa sakit di hatinya akibat kejadian malam itu membuat Lauren kembali membenci pria itu.
Meskipun kebenciannya tidak sebesar dulu, tetapi, Lauren masih belum bisa berdamai dengan hatinya.
Dia memang merasa nyaman saat Raditya memperlakukannya dengan baik. Namun, kalau untuk jatuh cinta seperti yang Raditya katakan saat itu Lauren belum merasakannya.
Belum merasakannya atau belum menyadarinya Lauren sendiri tidak tahu, yang jelas, Lauren masih merasa kesal setiap kali Raditya menyentuhnya.
"Sudah enakan?" Suara Raditya membuyarkan lamunan Lauren.
Perempuan hamil itu mengangguk tanpa menatap ke arah Raditya.
"Tidurlah! Aku akan menemanimu di sini."
"Pekerjaanmu sudah selesai?"
"Tinggal sedikit lagi. Besok saja aku kerjain," jawab Raditya. Pria itu mengangkat kepala Lauren dan menyandarkannya pada lengannya.
Raditya memeluk Lauren dari belakang sambil terus mengusap perut buncit istrinya.
__ADS_1
"Semoga saja, Tuhan cepat meluluhkan hatimu agar kamu mau menjadi istriku seumur hidup."
BERSAMBUNG ....