CINTA SEMALAM

CINTA SEMALAM
DIA BUKAN ANAKKU!


__ADS_3

Kinara merasa terkejut dengan sikap Raditya yang begitu kasar. Wanita itu tidak menyangka kalau Raditya akan mengusirnya. Lelaki yang pernah dicintainya itu bahkan tidak segan-segan mendorongnya hingga dia terjatuh.


Kinara meringis kesakitan. bokongnya terasa sakit karena membentur lantai dengan keras. Wanita itu menatap Raditya dengan tatapan tak percaya.


Kinara sungguh masih tidak percaya jika orang yang dulu sangat mencintainya itu kini telah berubah. Dulu, Raditya begitu mudah takluk dalam pelukannya. Tetapi, lelaki itu kini begitu susah untuk ditaklukkan.


Raditya seolah lupa jika dulu mereka pernah bersama dan menjadi pasangan suami istri yang sangat bahagia. Dulu, Raditya rela membohongi istri pertamanya hanya demi untuk bersamanya. Namun, sepertinya masa lalu itu kini sudah tidak berarti lagi.


"Sekali lagi kamu menampakkan wajahmu di hadapanku, aku benar-benar tidak akan mengampunimu!" teriak Raditya.


Semua pegawai Raditya berkerumun. Merasa penasaran dengan apa yang sudah terjadi. Mereka sangat terkejut saat melihat atasan mereka yang biasanya terlihat datar tanpa senyum itu terlihat sangat marah dengan seorang wanita cantik. seorang wanita cantik yang baru kali mereka lihat di kantor.


"Pergi kau dari, sini! Aku muak melihatmu!" Raditya menatap Kinara dengan tajam.


"Kalian semua! Jika ada di antara kalian yang membiarkan wanita ini masuk ke sini, siap-siap saja untuk angkat kaki dari kantor ini!" peringat Raditya pada beberapa pegawai yang berkumpul dan melihat aksinya mengusir Kinara.

__ADS_1


Mereka semua kembali ke tempat masing-masing saat mendengar teriakan Raditya. Namun, sebelum mereka meninggalkan tempat itu, mereka terlebih dahulu menatap Kinara yang terlihat merah padam karena malu.


"Kamu keterlaluan, Raditya!" teriak Kinara.


"Aku ke sini karena aku ingin bertemu denganmu. Biar bagaimanapun, aku adalah mantan istrimu, ibu dari anakmu!"


Mendengar ucapan Kinara, Raditya kembali meradang.


Tatapan matanya tajam mengarah pada wajah cantik Kinara yang merah padam.


Raditya begitu bahagia saat Zian lahir ke dunia. Hidupnya semakin sempurna karena dia hidup bersama istri dan anak yang sangat dicintainya. Saking bahagianya, Raditya sampai lupa jika dia juga mempunyai istri yang lain selain Kinara. Gara-gara Kinara, Raditya sampai melupakan Dara yang saat itu begitu tulus mencintainya.


"Ibu dari anakku? Apa kau bercanda, Kinara? Kau bahkan sangat tahu siapa ayah Zian yang sebenarnya. Dia bukan anakku!" teriak Raditya.


"Zian anakmu! Dia darah dagingmu!" Kinara tidak kalah berteriak.

__ADS_1


Wajah cantiknya mengulum senyum tipis saat netranya menangkap beberapa orang yang kembali merasa penasaran mendengar perdebatan mereka.


"Kita sudah menikah selama bertahun-tahun, Radit. Wajar jika kita punya anak bukan? Tapi, kenapa kamu tidak mau mengakui anak itu sebagai anakmu? Aku istrimu! Aku yang hamil dan melahirkannya. Bagaimana kamu begitu tega menganggap anakmu sebagai anak orang lain? Zian adalah anakmu, darah dagingmu!" Kinara meneteskan air mata, perempuan itu mulai memainkan sandiwaranya sebagai perempuan teraniaya.


Raditya tersenyum sinis. "Kamu bisa menipu banyak orang, tapi tidak denganku. Aku punya banyak bukti yang bisa menghancurkanmu, Kinara! Bahkan detik ini juga, aku bisa menghancurkanmu dan melemparmu ke jalanan!


Aku akan membuatmu hancur di mata orang hingga pelanggan-pelanggan yang menikmati tubuhmu itupun merasa jijik untuk melihatmu!" Raditya berkata dengan penuh ancaman membuat Kinara bergidik ngeri.


"Kamu adalah wanita menjijikan yang pernah aku kenal. Aku sungguh menyesal karena pernah mengenalmu dan menjadikan kamu sebagai bagian hidupku!"


"Raditya, kau sungguh bajingan! Setelah apa yang kau lakukan padaku, sekarang kau mengatakan seolah-olah aku yang bersalah di sini? Zian adalah anakmu! Aku bersumpah kalau dia itu adalah darah–"


"Jangan bersumpah atas nama Tuhan terhadap sesuatu yang jelas-jelas sudah terbukti! Zian bukanlah anakku! Bahkan, dari hasil tes DNA pun, dia jelas-jelas bukan anakku!"


BERSAMBUNG ....

__ADS_1


__ADS_2