
"Mas Radit, kamu di sini?" Kinara mendekati Raditya.
"Aku tidak menyangka kalau kamu akan hadir di acara seperti ini. Apa setelah kepergianku dan Dara, kamu merasa kesepian?" Kinara baru saja akan menyentuh Raditya. Namun, dengan segera asisten pribadi Raditya menghalangi wanita itu.
"Anda tidak bisa seenaknya menyentuh Pak Raditya." Juno menatap tidak suka pada Kinara.
Kinara tersenyum sinis.
"Tidak usah sok suci. Kalian datang ke sini untuk menikmati wanita-wanita itu 'kan?"
"Pak Raditya baru bergabung, beliau tidak tahu ada acara seperti ini. Jadi, jaga bicara Anda!"
"Mari, Pak Radit." Juno mempersilakan Raditya keluar dari ruangan itu.
"Raditya!" Kinara memanggil Raditya, tetapi, Raditya tetap keluar dari ruangan itu tanpa menoleh sedikitpun diikuti oleh Juno di belakangnya.
Kinara merasa kesal melihat Raditya yang mengabaikannya. Pria yang dulu pernah memujanya dengan segenap jiwa itu kini bahkan enggan menatapnya sama sekali.
Kedatangan Raditya membuat Kinara lebih penasaran lagi. Bukankah acara ini adalah acara khusus buat para pengusaha-pengusaha kelas atas? Lalu, kenapa Raditya bisa berada di sini?
Kedatangan seseorang yang memeluk Kinara dan langsung mere*mas dadanya dengan kedua tangannya membuyarkan lamunan Kinara.
Wanita itu mendongak, menampilkan senyum cantiknya.
"Langsung ke kamar yuk, aku sudah tidak tahan."
"Aku akan memuaskanmu dengan senang hati."
***
"Kita pulang sekarang ke Jakarta."
__ADS_1
"Baik, Pak."
Raditya sangat kesal hari ini. Kenapa dia harus bertemu dengan Kinara? Apa dulu papanya juga bertemu dengan Kinara saat jamuan makan seperti itu?
"Sialan!"
"Lain kali, jika ada acara seperti itu, kamu harus menyelidikinya terlebih dahulu. Saya tidak mau kejadian ini terulang kembali," ucap Bagas pada Juno.
"Baik, Pak. Maafkan saya." Juno merasa tidak enak hati.
***
Di lain tempat, Kinara saat ini sedang bergerak liar. Mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk memuaskan lelaki yang saat ini berada di bawah tubuhnya.
Pekerjaannya setelah tidak menjadi istri Raditya memang seperti itu. Namun, entah kenapa, keberuntungan masih berpihak padanya.
Wajahnya yang cantik, penampilannya yang aduhai, membuat Kinara menjadi wanita panggilan yang biasa dipakai oleh bos-bos besar.
Dalam hati Kinara, dia sudah menyusun rencana. Kinara akan mencari tahu keberadaan Raditya dan berniat kembali menaklukkan Raditya.
Kamu lihat saja nanti, Raditya. Aku akan kembali menaklukkanmu!
***
Raditya pulang ke rumahnya malam itu juga. Namun, dia tidak langsung pulang ke rumahnya. Lelaki itu pulang ke rumah Pratama karena tadi sore, saat dirinya menelpon Lauren, istrinya itu mengatakan akan menginap di rumah papanya.
Raditya sampai di ibukota jam tiga pagi. Perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu tiga jam itu akhirnya ditempuh dalam waktu lima jam lebih karena macet akibat kecelakaan.
Saat sampai di rumah, asisten rumah tangga Pratama sudah bangun, hingga Raditya tidak perlu repot mengetuk pintu.
"Den Radit."
__ADS_1
"Iya, Bi." Raditya tersenyum melihat asisten rumah tangganya yang tampak terkejut melihat kedatangannya.
"Saya ke kamar dulu. Capek banget!"
"Iya, Den." Bi Lastri mengangguk. Raditya melangkah menuju kamar istrinya.
Rasa lelahnya langsung terobati saat melihat sang istri tertidur pulas dengan posisi miring.
Raditya masuk dengan perlahan agar tidak membangunkan istrinya. Lelaki itu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Setelah mandi Raditya mengambil kaos dan celana yang tersedia di lemari Lauren. Raditya memang meninggalkan beberapa bajunya setiap menginap di rumah Pratama.
Lelaki itu naik ke atas ranjang, kemudian memeluk istrinya dari belakang. Menghirup aroma tubuh Lauren yang sangat ia rindukan selama dua hari tidak bertemu.
Tangannya juga terangkat mengusap perut buncit Lauren.
"Aku merindukanmu, Kak. Sangat!"
Raditya menyelusupkan wajahnya pada ceruk leher istrinya. Lauren yang merasa terganggu tidurnya, membuka matanya.
Awalnya Lauren merasa kaget saat menyadari sebuah tangan melingkar pada perutnya. Namun saat suara Raditya terdengar, Lauren bernapas lega meskipun tetap merasa kaget karena pria itu tiba-tiba sudah berada di kamar dan memeluknya.
"Kenapa tiba-tiba saja sudah berada di sini?" Lauren membalikkan tubuhnya menghadap Raditya.
"Aku kangen sama Kakak." Raditya meletakkan kepala Lauren pada lengannya. Raditya memberikan ciuman di kening Lauren cukup lama.
"Kakak nggak kangen sama aku?" Raditya mengecup bibir Lauren yang terbuka.
Menyadari tidak ada penolakan dari Lauren, Raditya melanjutkan aksinya. Lelaki itu menautkan bibirnya pada bibir Lauren. Raditya tersenyum tipis saat menyadari jika wanita hamil itu kini membalas ciumannya. Hal yang tidak pernah Lauren lakukan sebelumnya.
"Kangen Kakak," ucap Raditya kemudian kembali menyambar bibir Lauren.
__ADS_1
BERSAMBUNG ....