CINTA SEMALAM

CINTA SEMALAM
KEKESALAN LAUREN


__ADS_3

Raditya dan Lauren kini berada di dalam mobil. Raditya mengusap kepala Lauren sambil sesekali mengecup kening wanita itu.


Sedari tadi wanita hamil itu tidak berhenti mengomel gara-gara insiden di mall beberapa saat yang lalu. Gara-gara Kinara, nafsu makan Lauren langsung menghilang.


Wanita itu tidak jadi makan karena terlanjur kesal.


"Aku heran deh sama kamu. Kok bisa sih, kamu dulu selingkuh sama dia? Mana pakai nikah diam-diam lagi di belakang Dara? Nggak jelas banget! Selingkuh sama orang stres kaya gitu!" Lauren terus saja menggerutu. Dia masih merasa kesal dengan mantan istri Raditya itu.


Raditya menghela napas panjang mendengar ucapan Lauren. Kata-kata Lauren membuat rasa bersalah di hati Raditya terhadap Dara kembali melintas.


Bodohnya dia di masa lalu karena tergila-gila pada Kinara. Wanita yang merupakan cinta pertamanya. Raditya yang saat itu masih mencintai Kinara nekad berselingkuh dengan wanita itu di belakang Dara.


"Sayang, bisakah kamu tidak membahas itu lagi? Aku tahu, di masa lalu aku sangat buruk dan aku sungguh menyesali semuanya." Raditya menatap Lauren tanpa melepaskan belaian tangannya pada rambut wanita hamil itu.


"Kalau aku nggak ketemu sama dia tadi, aku juga tidak akan membahas dia. Masalahnya, aku ketemu dia dan melihat sendiri bagaimana rupa dan tingkah laku wanita murahan itu.


Apa sebelum menikahinya kalian juga sering melakukannya? Sampai-sampai, dia begitu hapal semua bagian tubuhmu?" Lauren menatap Rangga dengan kesal.


"Kamu juga sudah mengetahui kebenarannya 'kan, Sayang?" Mendengar ucapan Raditya, Lauren mencebik kesal.


"Sudah! Jangan dipikirkan terus. Dia itu memang sudah gila, urat malunya juga sudah hilang. Aku sungguh merasa malu karena dulu aku pernah jatuh cinta pada wanita seperti dia." Raditya menghela napas panjang.


"Kamu harus waspada. Aku yakin, wanita itu tidak akan menyerah mendekatimu." Lauren menatap kesal ke arah Raditya.

__ADS_1


"Awas saja kalau kamu sampai tergoda sama dia lagi. Aku bakalan ninggalin kamu sambil bawa anakku!" ancam Lauren membuat Raditya seketika merasa takut.


"Sayang, kenapa kamu bicara begitu? Aku janji sama kamu, aku nggak bakalan macem-macem." Raditya memeluk Lauren.


"Aku tidak akan tergoda oleh wanita manapun. Apalagi tergoda sama dia," lanjut Raditya dengan wajah memelas.


"Aku tidak akan segan-segan meninggalkan kamu jika kamu berani main gila di belakangku."


"Itu tidak akan mungkin, Sayang. Aku mencintaimu. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang pernah aku lakukan di masa lalu."


"Semoga saja ucapan kamu benar."


"Aku hanya ingin kamu mempercayaiku. Aku akan membuktikan padamu jika aku benar-benar mencintaimu dan anak kita."


"Brengsek! Sialan!" Seorang perempuan berbaju mini berjalan dengan tergesa meninggalkan area restoran yang terdapat di dalam pusat perbelanjaan itu.


Wanita itu terus memaki di sepanjang perjalanan. Keinginannya untuk belanja dan menghabiskan uang yang ia dapatkan dari pria berperut buncit yang menidurinya tadi pagi hilang sudah.


Hatinya dipenuhi dengan amarah setelah wanita hamil yang mengaku sebagai istrinya Raditya itu mempermalukannya di depan umum.


Wanita itu bahkan berani memaki dan memukulnya di depan orang banyak.


"Sialan! Aku pastikan, aku akan membalas perbuatanmu berkali lipat dari apa yang sudah kamu lakukan padaku hari ini!" kesal Kinara sambil mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


Wanita itu masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan kesal. Baru saja Kinara duduk di belakang kemudi, ponselnya berdering.


Kekesalannya memudar saat mengetahui siapa yang meneleponnya.


"Halo, Sayang ...." Suara Kinara terdengar manja.


"Cepat datang ke apartemen. Aku menunggumu sekarang juga."


"Tentu, Sayang, aku pasti akan datang secepatnya." Kinara tersenyum smirk.


"Tapi ada syaratnya."


"Syarat? Syarat apa yang kau inginkan? Aku akan membayarmu lebih mahal jika kamu bisa memuaskanku berkali-kali." Suara di seberang sana kembali terdengar.


"Beri tahu aku di mana tempat kerja Raditya."


"Raditya?"


"Raditya Pratama! Beritahu aku di perusahaan mana dia bekerja. Kenapa malam itu dia bisa ikut berkumpul dengan kalian saat pertemuan di luar kota kemarin."


BERSAMBUNG ....


Sambil nunggu update, mampir dulu ke sini yuk!

__ADS_1



__ADS_2