Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 10 CINTAI AKU, ISTRIKU!


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Tidak ada perubahan dalam rumah tangga Airin dan Eza, hingga saat ini Airin masih saja bersikap dingin dan tidak menganggap Eza sebagai suaminya.


Mereka sekarang telah memiliki rumah sendiri yang tak jauh dari kota, Eza terpaksa pindah ke kota karena Airin mengatakan jika dirinya tidak bisa meninggalkan perusahaan yang telah dibangun susah payah oleh almarhum sang Ayah. Ibu Murni pun memahami kesibukkan Airin dan dia mengizinkan Eza untuk ikut bersama istrinya.


"Rumah ini saya beli menggunakan uang saya sendiri, jadi Anda tidak perlu terlalu mengekang saya ketika saya pulang larut malam ataupun pergi tanpa izin Anda."


"Saya adalah suamimu, surgamu ada di telapak kaki saya. Bukan hanya menurut Negara saja kamu sah menjadi milik saya tetapi juga dimata Allah jika kamu sudah sah menjadi bagian dari hidup saya." balas Eza ketika Airin mengatakan tentang status.


"Tapi saya tidak akan pernah menganggap Anda sebagai suami!" Titah Airin tidak terima.


"Seberapa besar kamu menolak saya tetapi kenyataannya tetaplah kenyataan, tidak akan bisa di pungkiri.''


Airin yang kesal karena ucapan Eza akhirnya pergi keluar dari kamar.


"Argh!" Airin berteriak ketika dia sudah berada di halaman belakang rumah.


"Kenapa aku harus terjebak dengan pria itu? Dia bukanlah Mas Ezra, dia hanya bayangan yang sangat mirip dengan Mas Ezra dan memiliki watak yang jauh berbeda." Airin mengusap wajahnya frustasi.


"Aku harus bisa membuat pria itu mengucapkan kata talak agar aku bisa terbebas darinya. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai suami apalagi sampai mencintainya."


Airin berjalan menuju mobil untuk pergi ke klub, dia berpikir jika pergi ke klub pasti akan menjernihkan pikirannya kembali.


**


Pukul 11 Malam.

__ADS_1


Eza tidak bisa tidur karena memikirkan Airin yang tak kunjung pulang.


"Kenapa Airin belum pulang? Sudah hampir larut begini." gumam Eza sambil melirik jam dinding.


Suara deru mobil terdengar di halaman rumah, Eza segera bergegas turun dan dia yakin jika itu mobil milik Istrinya.


Ceklek.


Pintu rumah terbuka.


Okta masuk ke dalam rumah dengan memapah tubuh Airin.


"Masyaallah, Airin kenapa?'' Eza menghampiri Okta yang terlihat kesusahan memapah tubuh Airin.


"Maaf, Mas. Airin tadi minum terlalu banyak sehingga jadi mabuk seperti ini."


"Terima kasih karena sudah mengantar Airin pulang, maaf jika saya merepotkan."


"Tidak perlu sungkan, Mas. Saya adalah sahabat Airin jadi saya sudah terbiasa membantunya. Baiklah, kalau begitu saya permisi. Mari!"


Eza mengangguk mengiyakan ucapan Okta, dia menggendong tubuh Airin dan membawanya ke kamar.


Setelah sampai di dalam kamar, Eza terus berjalan ke kamar mandi. Dia menghidupkan shower dengan suhu dingin agar Airin tersadar dari mabuknya.


Eza mengarahkan shower ke tubuh Airin yang telah terduduk di lantai.


"Argh, dingin!'' pekik Airin kaget ketika dia merasakan guyuran air yang membasahi tubuhnya.

__ADS_1


"Sebagai seorang wanita yang sudah bersuami seharusnya kamu tidak melakukan hal ini lagi, Ai."


Airin membuka kelopak mata dan melirik ke arah Eza, perlahan dia beranjak dari duduknya dan berdiri tepat dihadapan Eza.


"Kenapa Anda harus ikut campur dengan urusan saya?'' Airin bertanya dengan nada tinggi.


"Karena saya suami kamu, saya berhak untuk ikut campur atas semua yang menyangkut dalam hidup ataupun diri kamu." ucap Eza menatap wajah cantik Airin yang dibasahi oleh air.


Airin mengangkat sebelah tangan untuk menampar Eza.


Grep


Eza dengan cepat menahan tangan Airin dan tatapan keduanya saling bersitubruk.


"Berhenti bersikap sok peduli dengan saya! Apapun yang Anda lakukan tetap tidak akan mengubah ucapan saya." Airin melotot menatap Eza.


'Kita akan lihat nanti, aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta denganku. Itu semua adalah hak dan kewajibanku, membuat istriku sendiri jatuh cinta padaku. Impianku jika menikah itu hanyalah satu kali seumur hidup.' batin Eza menatap Airin dengan berani.




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2