Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 22 cintai aku, Istriku!


__ADS_3

Pukul 12.05 Wib.


Airin makan siang bersama dengan Okta, mereka memutuskan untuk makan di cafe tempat Eza bekerja.


"Rin, Lo yakin kita mau makan siang disini?"


Airin mengangguk. "Memangnya kenapa?" tanyanya santai.


"Bukannya disini ada Eza ya?" ucap Okta sambil duduk di kursi.


"Ya gak pa-pa, gue 'kan kesini mau makan siang bukan kau bertemu Eza."


Okta mengerutkan dahi karena heran dengan sikap Airin.


Eza yang kala itu kebetulan melayani seorang pembeli langsung tersenyum ketika melihat Airin.


"Selamat siang, mau pesan apa?'' Eza bertanya ketika sudah sampai di meja Airin.


"Hai, Mas." Airin menyapa dengan senyum dibibir. "Aku ingin kamu yang memesankan makanan siang ini, untukku."


Okta tercengang ketika melihat reaksi Airin yang sangat berbeda. 'Manis sekali, kerasukan apa nih perempuan?'


Airin tersadar dari ke-bucinannya, dia melirik Okta yang hanya diam mematung.


"Okta, Lo mau pesan apa?"


Okta tersadar dari lamunannya. "Eh, seperti biasa. Spaghetti dan Lemon thea."


Eza mengangguk dan segera bergegas pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan sang istri dan Okta.

__ADS_1


Setelah Eza pergi, Okta dengan tidak sabarnya bertanya kepada Airin.


"Rin, kerasukan apa Lo? Kok hari ini sikap Lo manis banget? Bukannya Lo benci dengan Mas Eza?"


Airin tersenyum tipis. "Lupain kebencian itu deh, gue udah baikan sama Mas Eza. Ya, hati gue udah bisa diajak kerjasama."


Okta berbinar. "Serius Lo? Oh My God... Akhirnya Lo membuka hati untuk Mas Eza. Bagus deh, Rin."


"Gue gak akan membiarkan perempuan itu merebut Mas Eza dari kehidupan gue, sudah cukup gue kehilangan Mas Ezra dan gue gak akan mau lagi kehilangan cinta gue untuk yang kedua kalinya."


"Good luck! Lo benar-benar mengambil keputusan yang baik, Rin. Gue mendukung elo." Okta tersenyum bahagia.


"Berhubung gue dan Mas Eza udah baikan, hari ini gue yang traktir makan siang."


"Baiklah." Okta tersenyum.


Beberapa menit kemudian.


Eza meletakkan pesanan Airin dan Okta.


"Nila bakar dan nasi?" Airin mengerutkan dahi.


"Ya, aku perhatikan kamu jarang makan dengan nasi. Maka dari itu aku membawakan ini untukmu agar perut kamu kenyang dan kamu bisa mudah berpikir jika bekerja."


Airin tersenyum manis. "Terima kasih, My Hubby."


Okta hanya memalingkan wajah karena tidak ingin menganggu pasangan yang sedang kasmaran.


Dari kejauhan Nur melihat reaksi Airin dan Eza, mereka seperti tidak ada masalah dan tertawa bersamaan. Ada rasa kesal di hati Nur ketika melihat Eza dan Airin yang terlihat bahagia.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan kak Eza hidup bersama dengan wanita sombong dan angkuh sepertimu, Airin." gumam Nur seraya menggenggam kertas hingga kertas itu kusut.


Airin telah selesai makan siang, dia berjalan keluar dari cafe tetapi sebelum dirinya pergi, Nur menghentikan langkah Airin.


"Tunggu!"


Airin berhenti dan menoleh.


"Mau apa perempuan itu?" bisik Okta di telinga Airin.


Airin hanya mengedikkan bahu.


Nur berjalan mendekati Airin. "Apa yang sudah Anda lakukan hingga kak Eza bersikap manis seperti itu kepada Anda?"


Airin melipat kedua tangan di dada. "Apapun yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan Anda."


"Tentu saja ada! Perempuan sombong dan angkuh seperti Anda tidak mungkin bisa berbaik hati dalam sekejap mata setelah menghina pekerjaan kak Eza."


Airin tersenyum tipis dan dia mengikis jarak dengan Nur. "Saya sudah memberikan surga dunia kepada Mas Eza, terserah Anda mau mengatakan apa karena saya tidak akan peduli."


Nur melotot dan emosinya naik ketika Airin mengatakan surga dunia. "Jangan sombong dan senang dulu karena waktu masih panjang, Nona Airin."


"Oho, saya sangat takut. Sampai jumpa." Airin melambaikan tangan ke arah Nur karena tidak ingin mendebatkan hal yang tidak penting.



**TBC


HAPPY READING

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**


__ADS_2