Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 18 Cintai Aku, Istriku!


__ADS_3

Empat hari kemudian.


Pukul lima sore, Airin keluar dari kantor dan segera bergegas menuju mobil miliknya.


"Rin!" Dio memanggil Airin yang hendak membuka pintu mobil.


Airin menoleh dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil.


"Rin, kamu mau langsung pulang?" Dio bertanya ketika berada di dekat Airin.


"Ya, seperti yang Lo lihat. Gue lagi buru-buru, Di."


"Apa ada acara? Atau ada urusan?" Dio menjadi kepo.


"Ada hal penting yang harus gue selesaikan." Airin masuk ke dalam mobil. "Gue duluan ya? Bye."


Dio hanya mengangguk sejenak dan tersenyum tipis.


Mobil Airin pun melaju pergi dari kantor.


Satu jam kemudian.


Airin tiba di rumah tepat pukul enam sore, dirinya segera membereskan makanan yang tadi dia beli di restauran.


Berbagai macam menu makanan Airin susun dengan sangat rapi, tak lupa dia menghias meja makan dengan sedikit indah agar terlihat romantis.


"Huft." dirinya menghembuskan nafas dan duduk di kursi. "Makanan udah, lilin udah, bunga udah, selesai semuanya. Masih ada waktu tiga puluh menit lagi untuk menyambut Mas Eza pulang dari rumah Ibu, aku harus segera bersiap dan membersihkan diri."


Airin menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya, selama kepergian Eza beberapa hari ini Airin telah berpikir jika tidak ada salahnya dia sedikit baik kepada Eza. Airin sadar akan sikapnya yang sangat keterlaluan, Airin tidak ingin menjadi wanita yang kejam.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian.


Hari sudah terlihat gelap dan matahari telah berganti dengan bulan.


Eza baru saja sampai di kediamannya dan Airin, dirinya segera masuk ke dalam rumah karena rasa lelah yang mendera.


"Assalamualaikum." Eza mengucapkan salam ketika baru saja menapakkan kaki di dalam rumah mewah itu.


"Kok gelap? Apa Airin belum pulang dari kantor?" gumam Eza sambil terus masuk ke dalam.


Langkahnya terhenti tepat di meja makan, dahinya mengerut hingga membuat alisnya saling bertautan.


"Terlihat seperti akan diadakan makan malam romantis, apa jangan-jangan—?" pikiran Eza sudah bercabang entah kemana, dia mengira jika Airin mempersiapkan ini semua untuk pria lain padahal sebenarnya untuk dialah Airin mempersiapkan semua itu.


Tap


Tap


Eza menoleh ke tangga dan mulutnya terperangah ketika melihat penampilan Airin saat ini.


Airin berjalan dengan anggun dan diselingi senyum tipis, dirinya menghampiri Eza yang diam mematung.


"Mas?" Airin melambaikan tangan tepat di depan wajah Eza.


Eza merapatkan mulutnya dan mengedipkan mata berkali-kali. "Ai, kenapa kamu memakai pakaian yang sangat terbuka seperti ini?"


"Apa ada yang salah?" Airin melihat penampilannya sendiri.


Sebuah gaun terbuka dengan lengan tali satu, panjang gaun itu hanya sebatas paha dan terlihat sedikit transparan, rambut Airin yang bergelombang digerai begitu saja ditambah lagi dengan polesan bedak tipis dan lipgloss berwarna pink yang mana membuat Airin tampil cantik dan mempesona.

__ADS_1


"Aku berdandan seperti ini untuk menyambut dirimu." Airin menetap Eza dengan sendu, dia tidak menyangka jika reaksi Eza akan tdiak suka seperti ini.


"Untukku?" Eza menunjuk dirinya sendiri.


Airin mengangguk. "Jika kamu tidak suka dengan penampilanku, maka aku akan berganti pakaian sekarang juga." lanjutnya sambil berbalik badan.


Grep!


Eza menarik lengan Airin dengan cepat sehingga Airin jatuh ke dalam pelukannya.


Mata mereka berdua saling bersitubruk dan mereka meneguk Saliva masing-masing dengan kasar.



Gaun milik Airin



Airin Kusuma



**Mas Fareza



HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2