Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 15 CINTAI AKU, ISTRIKU!


__ADS_3

Nur berjalan menghampiri meja Airin dengan rasa kesal yang membara.


"Anda keterlaluan!" ucapnya saat sampai di meja Airin.


Hal tersebut membuat Airin dan Okta terkejut.


"Apa yang Anda katakan?" Airin beranjak dari kursi karena tidak terima dengan ucapan Nur.


"Seharusnya Anda jangan menghina kak Eza seperti itu! Apa Anda tidak tau cara bersyukur? Jangan hanya karena Anda orang kaya, mempunyai harta berlimpah jadi bisa seenaknya saja menghina orang lain, terlebih lagi dia adalah suami Anda sendiri!" Nur marah kepada Airin.


"Siapa Anda? Apa masalahnya jika saya menghina dia! Apa hak Anda marah kepada saya seperti ini?" Airin menatap Nur dengan tajam.


"Untuk saat ini saya memang bukan siapa-siapanya kak Eza, tapi setelah kak Eza nanti mengatakan kata talak pada Anda maka sayalah yang akan berada di garda paling depan untuk menjadi sandaran kak Eza!"


"Cih, dasar murahan!" Airin melipat kedua tangan di dada.


"Apa Anda bilang?" Nur bersiap untuk mencabik mulut pedas milik Airin.


"Ya, Anda adalah perempuan murahan yang tidak tau malu! Saya dan Eza belum bercerai dan Anda sudah berharap besar kepada Eza." Airin tersenyum mengejek.


Nur mendorong pundak sebelah kanan milik Airin. "Tapi saya yakin jika kak Eza tidak akan bertahan dengan perempuan bermulut pedas seperti Anda! Tidak punya perasaaan dan tidak punya hati!"


Airin melotot dan dia bergantian mendorong pundak Nur. "Eh, kok Anda mendorong saya? Terserah dong saya punya perasaan atau enggak! Dasar orang miskin!"


Nur menjambak rambut Airin karena kesal, Airin yang tak mau kalah bergantian menjambak rambut Nur.


"Eh, ya ampun... Kok kalian jadi bertengkar sih? Eh, aduh!" Okta tidak sanggup memisahkan Airin dan Nur.

__ADS_1


Salah satu pegawai memanggil Eza yang kala itu masih berkutat dengan piring.


"Za!" seru teman Eza dengan nafas yang tersengal.


"Tomi, kenapa nafas kamu kok seperti itu?"


"Itu—. Anu, Nur bertengkar dengan salah satu pelanggan."


"Apa?" Eza mencuci tangan dan segera mengelapnya.


"Udah cepetan lerai mereka."


Eza bergegas berlari ke depan.


Setelah sampai di depan, Eza melihat Airin dan Nur saling menjambak.


"Jaga mulut Anda ya! Meskipun saya orang miskin tetapi saya masih punya hati!" ucap Nur.


"Jauhkan tangan kotormu dari rambutku!" Airin mencoba melepaskan tangan Airin dan sebelah tangannya sibuk menarik rambut Nur.


"Stop!" Eza mencoba melepaskan tangan Nur yang ada di rambut Airin.


Kedua wanita itu masih bersikeras saling tarik menarik.


"Tom, kamu tarik Nur dan aku akan menarik Airin."


Tomi mengangguk dan mulai menarik tangan tubuh Nur agar menjauh dari Airin.

__ADS_1


"Lepas!" Nur berontak di dalam pelukan Tomi.


"Apa kalian tidak malu bertengkar seperti ini di depan banyak orang?" Eza membentak kedua wanita itu.


Airin hanya diam saja dengan raut wajah kesal sambil membenahi rambutnya yang pasti berantakan.


"Ta, ayo kita pergi! Gue nyesel datang ke tempat ini." Airin mengambil tas miliknya dan dia berjalan terlebih dahulu keluar dari cafe.


Setelah Airin pergi dan disusul oleh Okta, Nur melihat ke sekeliling. Betapa malunya dia karena pasti semua orang memperhatikan dirinya bertengkar dengan istri Eza.


Nur berlalu ke dapur dengan rasa campur aduk di dalam hati.


Eza pun menyusul Nur ke dapur, dia ingin bertanya apa penyebab Nur dan Airin bertengkar seperti tadi.


Cafe tempat Eza bekerja adalah cafe milik paman Nur, maka dari itu Nur juga berada di cafe tersebut karena sang paman memintanya untuk menjaga kasir.





**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2