Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 34 Cintai Aku, Istriku!


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Nur terus mencoba bersikap baik di depan Eza dan Airin, dia harus bisa membuat Eza agar tidak curiga padanya setelah hubungan mereka sudah dekat maka Nur akan melanjutkan aksi terakhirnya.


Saat ini Nur sedang berada di rumah Eza, dia menawarkan diri untuk membantu menjual lukisan milik Eza di situs media sosial.


Setiap hari itulah pekerjaan Nur, dia tidak perlu bekerja berat karena Dio telah memberikannya ATM yang saldonya tidak sedikit.


'Untung saja Dio memberikan aku Atm, jika tidak maka aku tidak tahu harus makan apa saat ini. Aku pasti bingung makan apa jika setiap hari kerjaanku hanya berada di rumah kak Eza terus-menerus.' batin Nur sambil memotret lukisan milik Eza.


Nur sudah tau jika Airin hamil dan dia berniat untuk membuat Airin keguguran.


"Nur, apa sudah ada yang tertarik dengan lukisanku?" Eza menghampiri Nur yang sedang menscroll media sosial.


"Tunggu sebentar, kak. Sepertinya ada yang mengomentari postinganku di Instagram."


Nur membuka isi komentar dan ternyata benar ada yang menanyakan harga lukisan macan buatan Eza.


"Kak, ada yang menanyakan harga lukisan macan milikmu." Nur menyodorkan ponselnya kepada Eza.


"Katakan saja harganya tiga ratus lima puluh ribu."


Nur pun membalas dan ternyata seseorang yang bertanya tadi mau membeli lukisan Eza dua tetapi harus memakai bingkai.

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan pada orang ini jika memakai bingkai akan berbeda harganya, tetapi dia berkata tidak masalah."


"Lalu, apa dia mau pesan?"


Nur mengangguk. "Ya, dia ingin memesan dua buah gambar macan di tambah bingkai. Nanti totalnya akan aku katakan pada dia lewat pesan kontak."


"Alhamdulillah, terima kasih banyak atas bantuan kamu ya Nur."


"Sama-sama kak, bukankah kamu sudah menganggap aku sebagai adikmu sendiri? Jadi kamu tidak perlu merasa sungkan terhadapku.'' Nur tersenyum bahagia karena sedikit demi sedikit tujuannya akan tercapai.


Airin yang melihat Eza dan Nur sedang mengobrol langsung membatin. 'Semoga saja dugaanku selama ini salah jika Nur sebenarnya ingin masuk ke dalam rumah tanggaku dengan Mas Eza. Entah mengapa feeling ku sangat kuat untuk itu, tetapi aku akan selalu berdoa agar kejadian buruk tidak menimpa perjalanan rumah tanggaku dengan Mas Eza.' batinnya lalu kembali masuk ke dalam kamar.


Airin juga membantu Eza menjual lukisan di media sosial, bahkan Airin menjadi penulis bayaran untuk pekerjaan kantor di perusahaan ENT GROUP. Dia tidak mengatakan pada Eza jika dirinya bekerja sebagai penulis bayaran karena dia tidak ingin Eza mencegahnya. Airin melakukan ini semua untuk kehidupan masa depan mereka.


Dio sudah mendengar isu tentang anak Ibu Rosa yang masih hidup.


"Aku harus segera menyelidiki siapa anak Bu Rosa yang masih hidup. Aku takut jika dugaanku ini benar, bagaimana jika Eza adalah anak dari Ibu Rosa? Lihat saja wajahnya dan Ezra sangat mirip. Aku tidak bisa membiarkan semua ini, aku harus segera membuat Airin berpisah dari Eza."


Terlihat Dio sedang menghubungi seseorang.


"Kalian harus mencelakai seseorang yang ada di foto itu. Ingat! Kalian hanya perlu membuatnya terluka dan kecelakaan, jangan sampai dia mati ataupun koma." ucap Dio pada seseorang di seberang telepon.


Seseorang di seberang sana menjawab 'oke' pada perintah Dio.

__ADS_1


Panggilan pun terputus dan Dio tersenyum ketika dia melihat foto yang dikirimkan pada nomor pesuruhnya.


"Kekuasaan dan uang yang mengatur semuanya, semoga rencanaku kali ini berjalan dengan mulus." gumam Dio seraya memasukkan ponsel ke dalam kantong celana.


Dia pergi keluar dari ruangan kerja.




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏.


MAAF SLOW UP UNTUK NOVEL NENG AI 🙏


🏵️🏵️🏵️


YUK MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR JUGA 🥰


__ADS_1


__ADS_2