Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 36 Cintai Aku, Istriku!


__ADS_3

Nur dan Eza masuk ke dalam kamar hotel, terlihat di dalam sana sudah ada seorang pria yang menunggu mereka berdua.


"Oh selamat siang, Bapak Eza." ucap pria itu ramah seraya beranjak dari sofa.


Eza dan pria itu berjabat tangan.


"Silahkan duduk."


Mereka bertiga duduk di sofa tersebut.


"Apa itu lukisannya?" sang pria menunjuk lukisan yang masih Eza pegang.


"Akh, iya benar. Ini lukisan yang Bapak inginkan bukan?"


Pria tersebut mengambil dan mencermati lukisan Eza.


"Nice. Saya akan mengambil ini, berapa harganya?"


Eza melirik Nur sekilas.


"Seperti yang sudah saya katakan di pesan waktu itu, Pak." jawab Nur mewakili.


"Baiklah, saya akan mentransfer uangnya ke rekening Bapak Eza." pria itu segera mengambil ponsel dan mentransfer nominal jumlah pembelian lukisan.


"Selesai ya?"


Eza dan Nur mengangguk.


"Jika tidak ada lagi yang harus dibahas, saya ingin permisi pulang Pak." entah mengapa perasaan Eza tidak enak.


"Tinggal dulu, saya sudah terlanjur memesankan minuman."


Ceklek.


Pintu kamar terbuka dan terlihat pekerja hotel membawakan tiga gelas jus dan meletakkannya di meja Pria itu.


"Ayo, silahkan diminum dulu. Kita berbincang sebentar untuk membahas proyek kerjasama antar promosi yang ingin saya katakan pada Anda."


Eza dan Nur meneguk minuman mereka sembari berbincang.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


Gelas milik Eza sudah kosong dan tidak ada air tersisa setetes pun.


Mereka ingin kembali pulang tetapi entah mengapa kepala Eza terasa berat.


'Argh, ada apa ini? Kenapa kepalaku pusing sekali?' batin Eza mencoba memejamkan mata untuk menghilangkan rasa pusing yang mendera.


Pria itupun mengerti dengan kode yang Nur berikan, dia segera keluar dari hotel. Saat ini di dalam kamar hotel hanya ada Nur dan Eza, Nur tersenyum senang karena rencananya akan segera berhasil.


"Ada apa kak?" Nur berpura-pura bingung.


"Entahlah, kepalaku rasanya berat seperti aku sedang mabuk." ucap Eza dengan pelan.


"Mungkin kamu kelelahan, sebaiknya rebahkan dirimu dulu di atas ranjang. Ayo aku bantu." Nur memapah tubuh Eza ke atas ranjang.


Eza sendiri rasanya sudah antara sadar dan tidak sadar.


Nur tersenyum ketika Eza merancau. 'Yes, akhirnya rencanaku akan segera berhasil. Bersiaplah untuk menjadikan aku sebagai madumu, Airin. Aku akan membuat hidupmu menderita seperti di neraka.' batin Nur dengan yakin.


Nur mulai melepaskan kancing baju milik Eza satu persatu.


Setelah baju Eza terbuka, Nur langsung naik ke atas tubuh Eza.


Beberapa kancing baju milik Nur telah terbuka dan tinggal menyisakan dua kancing paling atas agar pakaian atas Nur terbuka seluruhnya.


BRAK!


Gerakan tangan Nur terhenti dan dia kaget bukan kepalang ketika melihat Airin yang sudah berdiri di ambang pintu.


Airin sendiri menahan nafas yang rasanya sangat tercekat, matanya memerah melihat adegan yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


"DASAR PEREMPUAN MURAHAN!" Airin berteriak dengan emosi yang menggebu.


Dia berjalan ke arah Nur yang ingin turun dari tubuh Eza.


Rasa tidak sabar dan emosi membuat Airin gelap mata, dia menarik rambut Nur hingga Nur tersungkur ke lantai.


"APA YANG SUDAH ELO LAKUKAN PADA SUAMI GUE? HAH! DASAR PELA*CUR! GAK TAU DIRI! KALAU LO UDAH KEGATELAN JANGAN PAKAI SUAMI ORANG, LO CARI AJA OM-OM HIDUNG BELANG DI LUARAN SANA! GAK TAU MALU LO, MENJIJIKKAN!" teriak Airin memaki Nur dengan luapan emosi.

__ADS_1


Nur berdiri dan dia membenahi pakaiannya.


Airin mendekat ke arah Nur, dengan segera dia langsung menjambak rambut Nur dengan kuat.


"Argh, lepaskan rambutku dasar perempuan gila!" Nur menahan tangan Airin agar tidak semakin kuat menjambak rambutnya.


"Lo yang gila, elo Nur!" Airin menghempaskan tubuh Nur ke dekat pintu keluar.


"Pergi Lo?" tunjuknya ke pintu keluar. "Pergi atau gue akan berbuat kasar!" teriaknya sekali lagi.


Nur yang sudah merasa semua rencananya gagal hanya mampu pergi dari kamar hotel.


Airin melihat Eza yang terbaring di ranjang, dia segera berlari menghampiri Eza.


"Mas, Mas apa yang sudah perempuan itu lakukan padamu? Aku sudah katakan jangan pergi tetapi kamu masih saja ngeyel. Untung aku mempunyai ide untuk membuntutimu hingga akhirnya aku tau apa rencana perempuan licik itu, feelingku tidak salahkan Mas?" Airin menitikkan air mata ketika melihat Eza yang tidak sadarkan diri.




**TBC


Happy reading


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak serta dukungannya.


Terima kasih banyak 🥰


🏵️🏵️🏵️


Yuk mampir juga ke novel teman Othor**



Blurb:


Un Familiar Brother


Author: Kaka Shan

__ADS_1


Kerumitan hidup membawa 3 saudara bermarga Natadisastra berurusan dengan seorang gadis dari kalangan biasa bernama Aleanska Nara. Rasa benci, obsesi, serta mencintai, membuat mereka harus berkorban, saling membohongi, bahkan saling menyakiti.


"Kembaran gue suka kakak tiri gue, kakak tiri gue suka adek gue. Cih, takdir Tuhan macam apa ini?"


__ADS_2