Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 37 CINTAI AKU, ISTRIKU!


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Keadaan Rosa sudah membaik pasca kejadian kecelakaan waktu itu, Rosa pun sudah boleh pulang ke rumah.


"Gara-gara kecelakaan itu aku jadi tidak bisa bertemu dengan Putraku." lirih Rosa dengan nada sedih.


Rosa masuk ke dalam mobil dan dia tetap berniat untuk mencari keberadaan putra sulungnya.


"Pak, tolong antar saya ke kota B, saya ada keperluan penting disana." pinta Rosa pas sopir barunya karena sopir lama Rosa sudah tidak bekerja lagi, dia mengundurkan diri.


"Tetapi, bukankah Ibu baru keluar dari rumah sakit? Apa tidak besok saja?" Sopir pun bertanya dengan sopan.


"Tidak bisa, Pak. Saya harus segera pergi ke kota itu."


"Baiklah, kalau begitu saja akan mengantar Ibu ke sana." ucap sang sopir.


Mobil melaju pergi ke kota B dan Rosa berdoa agar dia segera bertemu dengan putranya.


🌺🌺🌺🌺


Di tempat lain.


Eza dah Airin sedang berada di supermarket, mereka membeli barang-barang untuk stok di rumah.


"Apa sudah selesai?" Eza menatap barang belanjaan Airin.


"Sudah, ayo."


Mereka berdua pergi kembali ke taksi.


Eza menggandeng tangan Airin karena mereka akan menyebarang jalan tol.


"Ikuti aku, sebentar." ucap Eza melihat ke kanan dan ke kiri.


Setelah dirasa kosong, Eza segera menarik tangan Airin untuk menyeberang.


Nur yang saat itu sengaja mengintai Airin dan Eza langsung berlari mengikuti langkah Eza.


Tanpa rasa kasihan dan takut, Nur langsung mendorong tubuh Airin.


Sebuah mobil melaju lumayan kencang dari arah Eza, Airin dan Nur. Pegangan tangan Airin di lengan Eza terlepas dan...

__ADS_1


BRAK!


Airin terjatuh sementara Nur terpental jauh karena Airin berhasil menarik tangan Nur saat dia merasa ingin terjatuh.


Nur yang terkejut dan akhirnya dia semakin kaget saat ada mobil yang menyerangnya tanpa sadar.


"Aw..." Airin memegangi perutnya, terlihat darah segar mengalir dari selang*kangan milik Airin.


"Ai!" Eza berlari menghampiri Airin, dia sangat syok dengan kejadian yang tiba-tiba ini.


"M—mas, perutku sakit." ujar Airin dengan terbata.


"Sayang, tahan sebentar. Kita akan ke rumah sakit." Eza bergegas menggendong tubuh Airin dan dia menoleh sejenak di tempat kerumunan orang-orang yang melihat korban kecelakaan.


Eza segera masuk ke dalam taksi dan taksi pun melaju pergi ke rumah sakit.


Sementara Nur, terlihat darah segar mengalir dari area kepala dan hidung.


Tidak ada yang berani menyentuh karena ini adalah kecelakaan lalu lintas.


Mobil polisi pun datang dan polisi mengecek nadi milik Nur.


Polisi tersebut menggeleng dan meletakkan kedua tangan Nur di atas perut yang berarti Nur tidak bisa diselamatkan.


Sang pengendara mobil berhasil kabur saat menabrak Nur.


🌺🌺🌺


Rosa telah sampai di kota B.


Dia melihat maps dimana letak panti asuhan yang Ibu Yani katakan.


"Pak, kita ke jalan ini." Rosa memberikan ponselnya kepada Pak sopir.


"Baik, Bu."


Mobil pun menuju ke tempat tujuan.


Beberapa menit kemudian sampailah mereka tepat di depan panti asuhan.


"Sepertinya ini tempat yang Bu Yani katakan." Rosa berkata saat dia sudah turun dari mobil, bibirnya membentuk senyuman dan dia segera berjalan ke arah panti asuhan.

__ADS_1


"Permisi!" seru Rosa menyapa dua orang anak kecil yang sedang bermain perosotan di depan panti asuhan.


Kedua anak kecil tersebut menoleh dan menghampiri Rosa.


"Ibu siapa?" tanya salah satu anak tersebut yang usianya kira-kira sembilan tahun.


"Apa Ibu panti ada?"


Kedua bocah cilik itu saling melempar pandangan lalu sejenak kemudian dia mengangguk.


"Ibu ada di dalam."


"Bisa tolong panggilkan? Saya ingin bertemu dengan beliau." pinta Rosa kepada bocah itu.


"Baik, kami akan memanggilnya sebentar. Tunggu disini ya, Bu."


Rosa mengangguk dan kedua anak tersebut segera masuk ke dalam panti asuhan.




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN


TERIMA KASIH BANYAK 🙏**


🏵️🏵️🏵️🏵️


YUK MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR SAMBIL MENUNGGU UP AIRIN DAN EZA 🌹



**Blurb:


Nikah Dadakan Dengan Musuh


Blurb:

__ADS_1


Digerebek saat mojok bersama pacar itu sih biasa. Bagaimana ya, kalau kena gerebek saat tak sengaja bersama musuh?


Penasaran? Ikuti kisah selengkapnya hanya di Nikah Dadakan Dengan Musuh**.


__ADS_2