Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 19 Cintai Aku, Istriku!


__ADS_3

Eza menatap mata Airin dengan seksama. "Benarkah kamu berpenampilan seperti ini hanya untukku? Ada angin apa kamu berubah secepat ini setelah tempo lalu kamu menghina pekerjaanku?"


Airin menjauhkan tubuhnya dari Eza. "Aku, aku ingin meminta maaf padamu Mas. Aku menyadari kesalahanku selama ini."


"Kamu tidak berbohong?"


Airin menggeleng.


Eza adalah seorang pria normal yang pasti akan bergairah ketika melihat pemandangan di depannya saat ini, terlebih lagi wanita itu ialah istrinya sendiri.


Perlahan Eza mendekatkan wajahnya ke wajah Airin, sementara Airin hanya terdiam dengan menahan nafasnya.


Cup!


Eza memberanikan mengecup bibir mungil milik Airin.


Airin pun memejamkan mata dengan diiringi oleh degup jantung yang berdetak kencang.


"Hal apa yang membuat kamu berubah, Airin?"


"Aku sadar jika semua orang pasti akan tiada dan tidak tahu kapan waktu itu tiba. Aku hanya tidak ingin menambah dosa karena sudah membangkang dan melawan ucapanmu, Mas."


"Aku sangat bahagia jika memang kamu tulus ingin berubah menjadi lebih baik dan itu tandanya aku tidak gagal menjadi seorang suami." Eza tersenyum tipis.


"Mulai saat ini aku akan mendengarkan ucapanmu."


"Jadi, apa aku boleh melakukan malam pertama yang tertunda?" Eza bertanya dengan masih betah menatap wajah Airin.


Glek.


"A—aku, aku menyerahkan segalanya untukmu."


Grep!


"Mas!" Airin memekik ketika dia merasakan tubuhnya melayang di udara.

__ADS_1


"Di usiaku yang sudah menginjak kepala tiga, aku belum pernah sekalipun menyentuh wanita ataupun melakukan hal aneh, karena aku tidak ingin menambah dosa. Tetapi sekarang, kamu adalah istriku dan sudah halal untuk aku sentuh." Eza menggendong Airin ala bridge style dan membawanya menaiki anak tangga.


Setelah sampai di kamar.


Eza membuka pintu dengan susah payah dan saat pintu berhasil dibuka, Eza langsung masuk ke dalam kamar.


Brak.


Fareza menutup pintu menggunakan sebelah kakinya, dia tersenyum tipis menatap wajah Airin yang bersembunyi di dada bidangnya sementara kedua tangan Airin dikalungkan dileher Eza.


Perlahan Eza merebahkan tubuh Airin di atas ranjang, lalu dia ikut menyusul naik ke atas ranjang empuk itu.


Tubuh Airin gemetaran karena dia akan melayani suaminya sendiri dan ini adalah pengalaman pertamanya.


Eza mengungkung tubuh Airin dan merapatkan wajah pada wajah Airin.


"M—mas, tunggu!" Airin menghentikan bibir Eza yang ingin mengecup bibirnya.


Eza mengerutkan dahi.


Eza hanya mampu menahan tawa ketika melihat wajah Airin yang menggemaskan. "Apa yang kamu takutkan, hm?" lanjutnya sambil menyelipkan anak rambut Airin di samping telinga.


"Pasti saat malam pertama akan terasa sakit."


"Tapi hanya sebentar, aku juga tau itu dari teman-teman grup bandku." Eza mencoba menenangkan Airin.


"Apa teman-temanmu sudah menikah?''


Eza mengangguk. "Ya, tentu saja. Mereka semua tidak ada yang mempunyai sifat nakal."


Selang beberapa detik kemudian, Eza memulai kembali aktivitasnya. Dia melakukan pemanasan terlebih dahulu seperti me*ngulum bibir Airin, turun ke leher jenjang, memainkan buah melon, dan Airin bergantian memuaskan tombok sakti milik Eza.


Setelah itu mereka mulai melakukan penyatuan, Airin memejamkan mata ketika tombak Eza baru saja menghujam kantong Semar nya.


'Mas Ezra, maaf karena aku sudah memberikan seluruh hidupku kepada suamiku saat ini. Aku tidak akan pernah melupakan kamu meskipun aku sudah milik Mas Eza sepenuhnya, aku tau ini semua adalah kemauan kamu juga karena aku pernah mendapatkan bisikan jika aku tidak boleh menyia-nyiakan seorang pria yang saat ini mendampingiku. Semoga aku bisa bahagia hidup bersama dengan Mas Eza.' batin Airin dengan sedih, dia menitikkan air matanya.

__ADS_1


Eza yang melihat itu langsung menatap Airin dengan rasa bersalah. "Ai, apa sangat sakit?'' ucapnya.


Airin menggeleng dan tersenyum. "Lanjutkan, Mas."


Eza mengecup bibir Airin sejenak, dia juga mengecup kedua kelopak mata milik Airin dengan perlahan.


"Aku akan bermain lembut, ini adalah hal pertama yang sama-sama baru kita rasakan."


Airin mengangguk.


Eza pun mulai memompa tombak saktinya di dalam kantong Semar milik Airin, suara de*sahan saling sahut-sahutan.


Satu jam kemudian.


Permainan telah selesai dan Eza ambruk di atas buah melon yang sangat indah itu, dia tersenyum senang akhirnya Airin telah menjadi miliknya.


"Terima kasih untuk semuanya." ucap Eza mendongak guna menatap wajah Airin yang masih berkeringat.


Airin tersenyum manis. "Bukankah ini sudah tugasku untuk melayani dirimu, Mas?"


Eza memeluk tubuh Airin, dimata Eza saat ini Airin sangatlah seksi karena keringat yang menetes di dahinya dan itu semua terlihat jelas karena sepasang suami-istri itu bercinta tanpa mematikan lampu.




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏


NOTE:


LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH, RATE 🌟 5. WAJIB! 🤭**

__ADS_1


__ADS_2