
Sesampainya di rumah sakit.
Dokter segera membawa Airin ke ruangan dan dia memeriksa keadaan Airin.
Eza menunggu diluar dengan rasa khawatir. "Ya Allah, tolong selamatkan istri dan calon bayiku. Aku takut terjadi sesuatu dengan mereka." gumam Eza pelan.
Ceklek.
Pintu ruangan terbuka dan Dokter keluar dari ruangan Airin.
"Bagaimana keadaan istri saya dan kandungannya, Dok?" Eza langsung bertanya ketika Dokter baru keluar dari ruangan tersebut.
"Keadaan istri Anda baik, tetapi saya turut berduka karena janin yang istri Anda kandung tidak bisa diselamatkan."
Eza tercengang mendengar ucapan dari Dokter.
"A—apa?"
"Istri Anda keguguran."
Eza langsung menerobos masuk ke dalam ruangan, dia melihat Airin yang masih terlelap di atas ranjang.
Perlahan langkah kaki Eza berjalan menghampiri Airin.
Sesampainya di ranjang pasien, Eza menggenggam jemari Airin.
"Ai, maafkan aku yang tidak bisa menjaga kamu dan calon bayi kita." air mata tak terasa menetes di pipi Eza.
Terlihat mata Airin berkedut dan itu menandakan Airin telah siuman.
"M—mas?" lirihnya dengan menatap Eza.
"Sayang, kamu sudah sadar? Syukurlah." Eza mengecup dahi Airin dan dia mencoba kuat agar Airin tidak semakin terpuruk.
"Mas, gimana keadaan kandunganku?"
Eza tertunduk, dia mengambil nafas pelan lalu mulai menatap Airin.
"Dokter bilang jika kamu keguguran dan bayi kita tidak bisa diselamatkan."
__ADS_1
"APA!" teriak Airin syok.
Nafasnya terasa sesak di dada. "Ke—keguguran?'' lanjutnya dengan air mata yang menetes di pipi.
"Sayang, kamu harus sabar dan ikhlas. Ini adalah cobaan dari Allah, aku mohon jangan menyalakan dirimu sendiri."
Eza tahu jika Airin pasti akan menyalahkan dirinya sendiri karena kecelakaan ini.
"Mas, kenapa Allah selalu saja memberikan kita cobaan yang berturut-turut? Sepertinya Allah tidak suka jika kita berdua hidup bahagia.'' tangis Airin pun pecah.
"SST, jangan menyalahkan Allah. Setiap manusia pasti selalu dapat cobaan dan tentu saja berbeda-beda, Allah memberikan cobaan untuk melihat betapa kuatnya kita menjalani hidup ini. Percaya dan yakinlah jika suatu saat nanti Allah akan mengangkat derajat keluarga kita dan Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita kelak.'' Eza memeluk tubuh Airin.
Airin hanya menangis sesenggukan.
🌺🌺🌺
Ibu panti keluar dan menghampiri Rosa yang sedang duduk di bangku panjang.
"Maaf, Anda mencari saya?"
Rosa langsung menoleh ketika mendengar suara seseorang.
"Iya, Bu. Apa Ibu pemilik panti asuhan ini?" Rosa pun berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan Ibu panti.
"Begini, Bu. Saya ingin menanyakan tentang penitipan anak dan kejadiannya sekitar tiga puluh tahun yang lalu."
Ibu panti terdiam. "Waktu yang sangat lama."
"Dia itu putra saya, Bu. Wanita bernama Yani menitipkan dia di panti asuhan ini."
"Mari, silahkan masuk. Kita akan membicarakannya di dalam saja."
Mereka berdua masuk ke dalam dan Ibu panti mulai mencari buku-buku yang dia gunakan untuk mencatat nama-nama anak panti serta usianya.
Buku tebal pun di ambil dan Ibu panti memakai kacamata untuk membaca.
Dia melihat urutan nama anak-anak pantinya.
"Tanggal 15 Maret 1990." ucap Ibu panti kepada Rosa.
__ADS_1
"Benar, Bu. Boleh saya tau siapa namanya dan sekarang dia ada dimana?"
Ibu panti mengingat-ingat. "Oh, saya ingat. Dua puluh lima tahun yang lalu ada seorang wanita sederhana datang ke panti dan dia ingin mengadopsi salah satu anak di panti ini. Saya sangat ingat jika dia mengadopsi anak laki-laki yang sedang Anda cari saat ini."
"Benarkah? Mereka tinggal dimana, Bu? Saya ingin bertemu dengan mereka." Rosa pun berbinar dan harapannya semoga suami Airin memanglah putranya yang dibuang.
"Mereka tinggal di jalan xxxxx, tak jauh dari panti asuhan ini. Jika Ibu ingin ke sana mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 30-40 menit."
"Boleh saya tau siapa nama orang yang mengadopsi anak saya?"
"Namanya Ibu Marwah."
Rosa mengangguk paham dan dia beranjak dari kursi. "Baiklah, kalau begitu terima kasih banyak dan saya permisi, Bu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." sahut Ibu panti seraya melepaskan kacamata.
Rosa pun segera bergegas menuju desa yang Ibu panti katakan dan dia akan bertanya kepada warga disana dimana rumah Ibu Marwah.
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN
TERIMA KASIH BANYAK 🙏
🏵️🏵️🏵️
SAMBIL MENUNGGU NENG AI UP, MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR YUK 🥰**
BLURB:
Marriage With(Out) Love
Author: MinNami
__ADS_1
Elnara wanita cantik yang begitu pandai hingga dikagumi oleh banyak orang terutama kaum Adam. Sayangnya, kecantikan dan kepintaran Elnara tidak bisa menaklukan hati Zayan. Segala cara Elnara lakukan demi bisa menikah dengan Zayan, termasuk menggunakan kekuasaan keluarganya agar Zayan mau menikah dengannya.
Mampukan Elnara menaklukan hati Zayan? Atau justru Elnara memilih menyerah dan membebaskan Zayan dari belenggu pernikahan tanpa cinta?