Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 35. CINTAI AKU, ISTRIKU!


__ADS_3

Rosa bersiap untuk pergi ke luar kota lebih tepatnya panti asuhan yang menjadi tempat tinggal sang Putra yang Bu Yani katakan.


"Ayo cepat sedikit pak, saya sudah tidak sabar untuk mengetahui benar atau tidak dugaan saya selama ini." ucapnya kepada sang sopir.


Saat di pertengahan jalan, mobil yang Rosa naikin oleng hingga melaju tidak tentu arah.


"Loh, ada apa ini? Apa yang terjadi, pak!" seru Rosa ketakutan karena jalan juga ramai.


"S—saya tidak tahu, Bu. Sepertinya ada masalah dengan rem." sang sopir terus menginjak pedal rem tetapi mobil tidak mau berhenti.


"Bukannya saat kita pergi tadi keadaan mobil baik-baik saja?"


Pasalnya ketika Rosa pergi ke butik mobil yang dia naikin tidak ada kendala tetapi saat ini mobil malah mengalami rem blong.


"Pak awas!" teriak Rosa ketika melihat sebuah mobil besar melaju dari depan mereka.


Suara teriakan sang sopir dan Rosa saling bersahutan.


BRAK!


Mobil menabrak pembatas jalan dengan keadaan banting kiri, untung saja sang sopir dan Rosa duduk di kursi sebelah kanan.


Mobil mengeluarkan asap dari kap depan, dan semua pengendara langsung berhenti lalu menolong Rosa juga sang sopir.


Saat kedua orang itu sudah dikeluarkan, salah satu dari pengendara tersebut mengecek denyut nadi Rosa dan Sopir.


"Masih hidup, cepat panggil ambulans atau bantu bawa mereka ke rumah sakit."

__ADS_1


Beberapa pengendara membantu Rosa dan Sopir untuk ke rumah sakit karena jika memanggil ambulans pasti akan lama.


🌺🌺🌺🌺


Nur mengatakan pada Eza jika ada salah satu temannya di media sosial yaitu seorang pengusaha ingin bertemu dan Eza harus membawa lukisan yang sangat bagus dan tentu saja harganya mahal.


Eza yang merasa mendapat kesempatan emas karena pasti lukisannya akan terkenal jika menjual kepada pengusaha, dia langsung mengiyakan ajakan Nur untuk bertemu diluar.


Airin awalnya tidak mengizinkan dan meminta ikut tetapi Eza meyakinkan agar Airin tenang.


"Aku pasti akan cepat pulang dan tidak akan terjadi sesuatu, percayalah." ujar Eza dengan lembut sambil menangkup wajah Airin.


"Pergilah, aku hanya bisa bantu doa dari sini." Airin akhirnya pasrah demi lancarnya pekerjaan Eza.


Eza keluar dari kamar dan dia membawa lukisan yang sangat bagus.


Nur berdiri dari duduknya dan tersenyum tipis. "Permisi, Mbak Airin." lanjutnya sambil berlalu.


Eza dan Nur memutuskan untuk menaiki taksi online karena mereka membawa lukisan yang begitu besar.


Beberapa menit kemudian.


Sampailah mereka di hotel yang menjadi tempat janjian.


"Nur, kenapa janjiannya harus di hotel? Apa tidak bisa di restauran atau cafe biasa?" Eza menjadi sedikit ragu.


Dari awal Nur tidak mengatakan jika ketemuannya di hotel, Nur hanya berkata jika mereka akan bertemu diluar.

__ADS_1


Eza yang memang tidak terlalu banyak tanya hanya terkejut ketika mobil berhenti tepat di parkiran hotel.


"Temanku seorang pengusaha dan dia sedang berada di hotel ini untuk meeting, karena itu dirinya meminta agar kita ke hotel ini saja." jelas Nur dengan alasan yang terlintas dibenaknya.


Eza hanya terdiam.


"Ayo kak, aku tidak ingin temanku menunggu lama dan akhirnya dia membatalkan rencana pembelian lukisan milik kakak." ucap Nur diselingi senyum.


Mereka berdua segera masuk ke dalam hotel dan sesampainya di meja resepsionis, Nur langsung bertanya kamar milik sang teman.


Setelah tau kamarnya, Nur dan Eza bergegas menuju kamar tersebut.




**TBC


HAPPY READING


BANTU BERIKAN LIKE, VOTE, HADIAH, RATE🌟5 DAN DUKUNGAN LAINNYA.


TERIMA KASIH BANYAK SEMUANYA 🥰🙏


🏵️🏵️🏵️


JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR YANG SATU INI 🥰**

__ADS_1



__ADS_2