Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 12 CINTAI AKU, ISTRIKU!


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Sebagai seorang pria normal pastilah Eza memiliki hasrat untuk berhubungan dengan sang istri.


Saat ini dirinya tengah duduk di ranjang sambil bermain ponsel.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka dan Airin keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan baju daster sepaha.


Eza tak sengaja menatap Airin dan dia meneguk Saliva nya dengan kasar, elangnya sudah bereaksi minta sesuatu hal yang ekstrim.


Airin duduk di meja rias, dirinya mengambil body lotion dan mulai membalurkan isi lotion itu di kaki hingga paha.


Eza sudah salah tingkah karena sikap Airin yang seakan-akan tidak peduli dengan dirinya.


Setelah selesai melakukan ritual sehabis mandi, Airin berjalan ke ranjang untuk segera tidur karena hari juga sudah hampir larut.


"Ai?" Eza memanggil Airin dengan nafas berat.

__ADS_1


Airin hanya diam saja tanpa berniat menjawab panggilan Eza.


"Ai, jika suamimu memanggil maka jawablah. Tidak baik mengabaikan suami seperti ini."


"Hm, katakan ada apa? Waktu Anda enam puluh detik dari sekarang." ucap Airin tanpa melihat wajah Eza.


"Saya ingin kita melakukan malam pertama, sudah hampir satu bulan kita menikah dan kamu belum memberikan hakmu untuk menjadi istri saya seutuhnya."


Airin tersenyum remeh. "Sudah saya katakan jika saya tidak akan pernah menganggap Anda sebagai suami, jadi jangan pernah mengharapkan lebih dari saya."


"Apa salah saya, Ai? Saya juga tidak ingin berada di dalam ikatan pernikahan seperti ini, semua ini sudah kehendak Allah lalu apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya bisa berserah diri dan mengubah semuanya agar menjadi lebih baik." jelas Eza menatap punggung belakang milik Airin.


"Istighfar Ai, Allah saat ini pasti melaknat kamu karena kamu sudah membantah untuk melayani saya. Saya berhak atas diri kamu, sudah saya mengatakan sekuat apapun kamu menolak, saya ini tetaplah suami kamu."


"Lalu apa peduliku?'' sahut Airin tanpa dosa.


"Astaghfirullah." Eza beristighfar pelan. "Ketika seorang laki-laki mengajak istrinya baik-baik ke ranjang [berhubungan ****], lalu sang istri menolak keras [membangkang], sehingga sang suami marah besar kepadanya, maka malaikat akan melaknat; menjauhkannya dari kasih sayang rahmat Allah sampai subuh. ( HR Bukhari)" Eza menjelaskan kepada Airin agar Airin bisa berubah.


"Jika Anda ingin berceramah sebaiknya tunggu besok saja dan Anda bisa pergi ke mesjid. Meskipun mulut Anda sampai berbusa, saya tidak akan peduli ataupun berubah pikiran." balas Airin dengan keras kepala.

__ADS_1


"Apa seperti ini cara bicaramu kepada suamimu, Ai?''


Airin berdecak kesal, dia mengambil headset yang ada di dalam tas dan mulai mencolokkan headset tersebut ke handphone. Airin berpikir lebih baik dirinya mendengarkan musik daripada mendengarkan ucapan Eza.


Eza hanya bisa menggeleng lemas dan terus beristirahat, dia beranjak dari ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka agar hasratnya tidak minta disalurkan.


"Jika suami mengajak, kemudian tanpa ada uzur istri menolak, suami gelisah maka malaikat pun murka." Hal inilah yang ada dipikiran Eza, dia tidak ingin malaikat murka kepada sang istri jadi lebih baik dirinya mengalah dan menenangkan pikiran.


Airin hanya menatap pintu kamar mandi dengan senyum tipis tanpa merasa bersalah ataupun berdosa.





**TBC


HAPPY reading

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak serta dukungannya, terima kasih 🙏**


__ADS_2