Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 25 Cintai Aku, Istriku!


__ADS_3

Airin berjalan ke kamar Marina, karena sedari pulang jalan-jalan dia tidak melihat sang Mama.


Tok tok tok.


"Ma! Apa Arin boleh masuk?" Airin mengetuk pintu dan meminta izin dengan sedikit berteriak.


"Masuklah nak!" jawab Marina dari dalam kamar.


Ceklek.


Airin membuka pintu dan berjalan menghampiri sang Mama yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Mama gak tau kalau kamu udah pulang.''


"Mama tadi tidur ya?'' Airin duduk di samping Marina.


Marina hanya mengangguk menjawab pertanyaan Airin.


"Gimana jalan-jalannya?"


"Seru banget, Ma. Bahkan tadi Mas Eza mengajak Airin makan di gerobak bakso pinggir jalan, udah lama banget Arin gak jajan di pinggir jalan seperti itu." curhat Airin dengan bangga.


"Tapi gak ada reaksi apapun 'kan nak? Mama takut terjadi sesuatu seperti dulu jika kamu harus jajan di pinggir jalan."


"Mama tenang aja, Arin udah besar jadi pasti gak akan kenapa-kenapa kok." Airin memeluk tubuh Marina dari samping.


"Mama bahagia karena akhirnya kamu mau menerima Eza dengan ikhlas."


Airin tersenyum tipis. "Arin juga gak nyangka, Ma. Arin berubah semenjak ibunya Mas Eza meninggal."

__ADS_1


"Hah? Kamu kok gak bilang sama Mama kalo Ibunya nak Eza meninggal?"


"Arin sengaja, Ma. Mas Eza juga memaklumi karena Airin bilang Mama baru sembuh dari sakit."


Pada waktu itu Airin mendapatkan kabar jika sang Mama baru pulih dari sakit akibat kelelahan dan tensi darahnya rendah, maka dari itu Airin tidak mengabari Marina dan pada saat malam harinya, Airin mengatakan pada Eza jika sang Mama tidak bisa hadir karena baru sembuh dari sakit.


"Ya tapi 'kan harusnya kamu ngomong, Mama jadi gak enak sama nak Eza." Marina benar-benar merasa tidak enak.


"Udahlah Ma, gak usah jadi beban pikiran. Sekarang yang penting Mama doakan aja supaya Almarhumah mertua Arin masuk surga dan amal ibadahnya diterima oleh Allah."


"Amin. Mama akan selalu mendoakannya, nak."


Marina teringat akan kedatangan Nur tadi pagi.


"Rin, Mama ingin bertanya sesuatu sama kamu."


"Tadi pagi saat kamu dan Eza pergi, ada gadis muda datang ke rumah dan dia mencari kamu."


Airin mengernyitkan dahi. "Mencari Arin? Memangnya ada keperluan apa?"


"Entahlah, dia datang tanpa rasa sopan dan langsung marah-marah. Bahkan dia tidak peduli jika lawan bicaranya adalah orang tua."


Airin terdiam sambil berpikir. 'Siapa perempuan yang mempunyai masalah denganku? Apa jangan-jangan?'.


"Apa Mama ingat ciri-ciri gadis muda itu?"


"Tentu! Tubuhnya sedikit tinggi, langsing, rambutnya sebahu dan sedikit bergelombang. Jika Mama lihat, sepertinya gadis itu masih berusia dua puluh dua tahun."


'Fix itu pasti Nur. Mau apa perempuan gila itu datang ke rumahku?' batin Airin dengan emosi.

__ADS_1


"Apa dia mengatakan sesuatu?" Airin bertanya kembali.


"Dia hanya mengatakan jika ingin bersaing untuk mendapatkan cinta Eza maka harus bersaing dengan sehat jangan dengan cara curang." ujar Marina menyampaikan ucapan Nur.


'Dia bilang apa? Bersaing secara sehat? Apa dia pikir Mas Eza adalah barang atau boneka yang bisa di jadikan taruhan?' Airin menjadi semakin kesal.


"Apa kamu ada masalah dengan gadis itu? Mama merasa dia mempunyai dendam terhadap kamu.'' Marina menatap wajah Airin dengan seksama.


"Gak ada kok, Ma. Mungkin perempuan itu terobsesi dengan Mas Eza hingga dia nekad datang kesini dan mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu."


Marina pun mengangguk. "Mama harap jaga suami kamu baik-baik, jaman sekarang pelakor sedang merajalela."


"Iya, Mama tenang aja." Airin mengelus lengan sang Mama. "Mama belum memasak apapun untuk makan malam bukan? Arin udah pesan grab food untuk makan malam kita bersama."


"Mama rencana ingin memasak kari ayam, tetapi jika kamu ingin pesan grab food ya sudah." Marina tidak ingin mencegah Airin.


"Sebelum pukul tujuh grab food nya udah sampai, Arin balik ke kamar dulu karena takut Mas Eza mencari Arin."


Marina mengangguk dan Airin pergi dari kamar itu.




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2