Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 30 Cintai Aku, Istriku!


__ADS_3

Dio mengedarkan pandangan sambil terus memegangi foto yang tadi dia temukan, dirinya berlari mencari seseorang yang pasti pemilik foto tersebut.


Dio melihat wanita yang dia temui tadi dan senyumnya pun terukir.


"Tunggu!" teriaknya sambil berlari kecil ke arah Nur.


Nur menghentikan langkah dan menoleh ke belakang.


"Ada apa lagi? Apa Anda tidak terima dengan ucapan saya tadi?"


"Kenapa Anda terlalu emosional? Saya hanya ingin mengembalikan ini." Dio menyodorkan foto yang ada ditangannya kepada Nur.


Nur melirik foto tersebut dan segera merampasnya dari tangan Dio.


"Terima kasih." ucap Nur dengan ingat dan cuek.


"Siapa dia?" Dio bertanya karena rasa penasaran yang melanda hati.


"Apa urusan Anda? Anda hanya orang asing dan tidak perlu tahu apapun." Nur bergegas pergi tetapi ucapan Dio lagi-lagi menghentikannya.


"Saya mengenalnya!"


Nur mendekati Dio. "Jangan sok kenal!"


Dio membalas tatapan tajam dari Nur. "Saya memang mengenali seseorang yang ada di foto itu, jadi Anda tidak perlu berbohong atau menutupi dari saya."


"Jika Anda sudah tahu lalu untuk apa Anda bertanya?"


"Karena saya penasaran ada hubungan apa Anda dengan pria itu."

__ADS_1


"Dia, dia calon suami saya." Nur berkata dengan gugup.


"Benarkah? Bukankah pria itu adalah suami dari wanita bernama Airin Kusuma?" Dio terus melihat reaksi malu dan kaget yang Nur perlihatkan.


Nur yang sudah merasa malu langsung pergi dari hadapan Dio.


"Tunggu! Saya belum selesai bicara." Dio mengikuti langkah Nur.


Sementara Nur hanya terus berjalan tanpa menghentikan langkahnya.


"Nona, tunggu! Saya ingin mengajak Anda kerjasama."


Nur akhirnya berhenti dan menoleh ke arah Dio. "Kerjasama?" ucapnya mengulangi pertanyaannya Dio.


"Benar. Saya ingin mengajak Anda kerjasama untuk memisahkan Airin dan suaminya."


"Sama seperti Anda, bukankah Anda mencintai pria yang ada di foto itu dan ingin memilikinya? Begitupun dengan saya yang ingin memiliki Airin."


Nur seperti mendapatkan lampu hijau untuk menghancurkan rumah tangga Eza dan Airin. "Anda tidak berbohong?" Nur menatap mata Dio dengan sangat lekat.


"Saya tidak mungkin berbohong dan saya mengajak Anda untuk kerjasama karena sepertinya kita memiliki tujuan yang sama. Jika kita bekerjasama maka saya yakin semua pasti akan sangat mudah, Anda mendapatkan yang Anda inginkan dan saya juga mendapat apa yang saya inginkan." Dio bernegosiasi.


Nur terdiam seperti sedang berpikir.


"Anda tenang saja, saya bisa dipercaya.'' seperti bisa membaca pikiran, Dio langsung meyakinkan keraguan yang mungkin muncul di benak Nur.


"Baiklah, deal." Nur mengulurkan sebelah tangan.


Dio pun menyambut uluran tangan Nur dengan senyum miring. "Namaku Dio, dan itu kantor milikku."

__ADS_1


"Aku Nur, aku hanyalah gadis biasa yang sehari-hari bekerja sebagai penyanyi di cafe."


Mereka melerai jabatan tangan itu.


Dio merogoh saku celana.


"Ini nomor ponselku, jika Anda ingin menghubungi aku untuk bertanya rencana apa yang akan kita lakukan maka Anda bisa hubungi nomor yang tertera di kertas itu." Dio menyodorkan kertas tersebut dan Nur pun mengambilnya.


"Baiklah, aku akan menghubungi Anda jika ada hal yang ingin aku tanyakan seputar rencana kita."


Dio mengangguk.


"Kalau begitu aku permisi, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik. Ingat! Jangan sampai mengkhianati kerjasama ini karena akan aku pastikan hidupmu tidak akan aman jika Anda berani berkhianat." Dio memberikan gertakan yang mungkin membuat Nur takut.


"Anda tenang saja, aku bisa dipercaya.'' jawab Nur dengan yakin dan senyum sinis


Dio pergi dari hadapan Nur, dan setelah Dio menjauh, Nur langsung tersenyum senang.


"Akhirnya aku tidak sendirian untuk membalaskan segala rasa sakit hati ini pada kalian berdua." Nur menatap lurus ke depan, dia memasukkan kertas yang Dio berikan ke dalam tas, lalu pergi dari area sekitaran kantor milik Dio.




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2