
Dio sangat frustasi sebab perusahaannya terancam bangkrut, dia lebih fokus untuk merebut Airin dari Eza dibandingkan mengurus perusahaannya yang sangat hancur dibawah kendali sang Manager.
Dio melempar semua kertas yang ada di mejanya hingga kertas itu berhamburan ke lantai, dia mengacak semua barang-barang yang ada di meja dan hal itu membuat sekertaris nya ketakutan.
"Pak, Pak Dio harus tenang. Kita masih bisa memulihkan perusahaan ini."
"Memulihkan bagaimana!" bentak Dio dengan kencang. "Bagaimana mungkin gaji para karyawan bisa tertahan di perusahaan dan bagaimana mungkin semua para Klien menarik saham mereka?" ucapnya masih dengan nada tinggi.
Dio sudah hampir gulung tikar, dia bingung harus bagaimana lagi. "Aku akan menjual semua barang-barang berhargaku agar bisa menutupi gaji para karyawan dan bank."
Dio pun keluar dari ruangannya.
Sesampainya di luar, dia dikejutkan dengan beberapa karyawan yang seperti sudah menunggunya di depan ruangan. Para karyawan memegang kertas bertuliskan KAMI INGIN BERHENTI BEKERJA, BAYAR GAJI KAMI.
Dio menelan ludah dengan kasar. 'Apalagi ini? Argh!' dia menggeram dalam hati.
"Kami ingin mengundurkan diri dari kantor ini! Kami juga meminta hak kami yaitu gaji yang masih Anda gantung." ucap salah satu pria yang sepertinya mewakili perasaan setiap karyawan.
"Bayar gaji kami! Kami ingin hak kami!" teriak mereka secara bersamaan.
Dio hanya mampu diam dan menebalkan telinga.
"DIAM!" teriakannya mampu membuat semua para karyawan diam. "Saya akan membayar gaji kalian lusa, tidak perlu berbuat hal seperti ini dan pergi dari kantor saya sekarang juga!" sambungnya dengan emosi.
"Kami tunggu etika baik Bapak, jika gaji kami tidak Bapak bayar maka kami akan melaporkan Bapak ke kantor polisi!" ucap salah satu dari mereka.
Mereka semua pergi berlalu dari kantor dengan sorakan ejek.
"ARGH!" Dio menjambak rambutnya dengan kasar.
__ADS_1
Hancur sudah rencananya, dia juga mendapat kabar jika Eza sudah bertemu dengan Rosa dan mereka saat sudah berada di rumah Rosa.
Hal itu membuat Dio semakin murka dan kesal.
"Sial! Semua rencanaku gagal dan aku bangkrut." Dio bergegas pergi dari kantor menuju tempat pelelangan barang.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Eza dan Airin telah berada di kediaman Rosa.
"Rumah sebesar ini sangat sepi karena tidak ada yang menemani Mama. Mama mohon agar kalian berdua mau tinggal bersama dengan Mama di rumah ini, Mama sudah tua dan butuh teman." ucap Rosa dengan sendu.
Arin melirik Eza sejenak. "Jika Mas Eza mau tinggal disini, maka Arin juga tidak akan menolak Ma. Semua tergantung suami Airin."
"Bagaimana, Eza? Apa kamu mau memenuhi permintaan Mama?"
Eza menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. "Kami berdua akan tinggal disini bersama dengan Mama."
Airin memeluk tubuh Rosa. "Mama jangan bersedih, kami tidak akan meninggalkan Mama."
Rosa tersenyum dan membalas pelukan Airin.
Rosa menunjukkan kamar milik Airin dan Eza, kamar itu terletak di sebelah kamar milik Almarhum Ezra.
"Ini kamar kalian."
Eza dan Airin mengangguk.
"Disamping sana kamar Ezra, Mama harap agar Airin tidak terlalu memikirkan tentang Ezra karena saat ini sudah ada Eza sebagai pendamping masa depan kamu." Rosa berbicara pada Airin.
__ADS_1
"Mama tenang saja, Arin tidak akan menganggap Eza sebagai Ezra. Airin juga sudah sangat mencintai Mas Eza." jawab Airin penuh keyakinan.
Eza sangat bahagia mendengar ucapan yang keluar dari bibir Airin.
β’
β’
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA π€
π΅οΈπ΅οΈπ΅οΈ
SAMBIL MENUNGGU NENG AI UP, MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR JUGA YUK π€**
Blurb:
CEO And The Twins
Author: ingflora
Wajah mungkin sama, tapi tidak dengan hatinya.
Ian Xander terkejut ketika dikhianati kekasihnya yang cantik Elevika Zarin, yang meninggalkannya demi pria yang lebih kaya.
__ADS_1
5 tahun kemudian, Ian menjadi seorang CEO di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia. Tanpa sengaja ia bertemu dengan seseorang yang mirip dengan mantan kekasihnya itu walaupun dia berjilbab, berkacamata tebal dan tidak cantik bernama Noura. Ia jatuh cinta dan mengejarnya. Ia pun kemudian melamarnya.
Namun kemudian ia mengetahui bahwa Noura adalah kembaran Vika, mantan kekasihnya dulu. Saat itu juga ia marah dan berniat balas dendam dengan menyengsarakan Noura.