
Keesokan harinya
Eza memutuskan untuk membuat lukisan dirumah, dia akan memposting lukisan itu ke media sosial agar bisa mendapatkan seorang pembeli.
"Mas, apa kamu yakin ingin membuka usaha seperti ini?" Airin menatap lukisan harimau yang sedang Eza kerjakan.
"Tentu saja, yang penting halal dan bisa mendapatkan uang." jawab Eza dengan terus melukis, untung saja dia punya bakat melukis hingga tidak sulit baginya untuk membentuk suatu lukisan yang indah.
"Lukisan kamu sangat bagus." Airin tersenyum tipis.
Eza hanya melirik Airin sejenak sambil tersenyum.
"Ai, aku ingin kita jangan terlalu boros. Kamu tahu 'kan jika hidup kita sudah tidak seperti dulu lagi."
Airin mengangguk. "Aku akan mencoba belajar untuk hidup sederhana, Mas."
Mereka berdua mengobrol dan tiba-tiba Airin merasakan perutnya mual lalu kepalanya juga sangat pusing.
Airin berlari ke kamar mandi dengan telapak tangan yang menutupi mulutnya.
"Hoek." Airin memuntahkan seluruh isi perutnya.
Eza yang khawatir dengan keadaan Airin langsung menyusul kamar mandi.
"Ai, kamu kenapa?" Eza memegang pundak Airin.
"Gak tau, Mas. Perutku rasanya tidak enak dan kepalaku sangat pusing." Airin memejamkan matanya sejenak.
"Apa sudah selesai? Ayo, aku bantu ke kamar."
Airin berjalan ke kamar dengan dituntun oleh Eza.
Keduanya duduk di tepi ranjang.
"Apa kamu telat makan?"
Airin menggeleng. "Aku tidak pernah telat makan, bahkan beberapa hari belakangan ini aku sangat rakus dan ingin makan terus."
__ADS_1
Eza menjadi heran.
"Mas, aku baru ingat sesuatu." Airin menatap Eza dengan jantung berdebar.
"Katakan, ada apa?"
"Bulan lalu aku telat datang bulan, apa jangan-jangan?"
Eza paham dengan apa yang ingin Airin duga. "Kamu hamil?"
"Belum tahu pasti, Mas. Kita jangan terlalu berharap dulu karena aku takut hasilnya mengecewakan."
"Baiklah, kalau begitu kita sebaiknya ke rumah sakit untuk mengecek hasil yang akurat." pinta Eza.
"Tdiak perlu, Mas. Jika kita ke rumah sakit pasti biayanya tidak sedikit, lebih baik kamu ke apotik dan belikan testpack untukku."
Eza langsung mengangguk dan bergegas pergi ke apotik.
๐บ๐บ๐บ
Seorang wanita paruh baya berusia sekitar lima puluh lima tahun sedang berjalan melewati lorong rumah sakit.
"Rโrosa?" ucapnya dengan gugup.
Rosa โ Mama Ezra, hanya menatap perawat yang dulu menolongnya.
"Aโanda, anda Ibu Yani?"
Yani adalah mantan perawat dirumah sakit itu, meskipun usianya sudah menginjak lima puluh lima tahun tetapi wajahnya masih sangat segar dan awet muda.
"Rosa, apa yang sedang kamu lakukan disini?"
"Saya sedang mengecek kesehatan." jawab Rosa.
Mereka berdua berjabat tangan dan saling melempar senyum.
"Ibu sendiri, sedang apa disini? Saya dengar Ibu sudah keluar dari rumah sakit ini."
__ADS_1
"Saya sedang menjenguk cucu saya yang sedang di rawat."
Rosa hanya mengangguk.
"Bagaimana kabar si tampan Ezra?"
Raut wajah Rosa berubah menjadi sendu ketika Yani mempertanyakan tentang Almarhum Ezra.
Yani yang menyadari perubahan raut wajah Rosa langsung bertanya. "Apa ada masalah?"
Rosa tersenyum tipis. "Ezra sudah meninggal."
Deg!
Jantung Yani seakan berhenti berdetak, bayi kecil imut yang dulu dia gendong ternyata sudah tiada.
"Apa yang terjadi dengannya?" Yani ikut bersedih.
"Setelah ijab kabul, Ezra berniat untuk melakukan resepsi tetapi di perjalanan dia mengalami kecelakaan dan nyawanya tidak bisa diselamatkan." Rosa meneteskan air mata.
Yani hanya menghembuskan nafas berat, dia turut sedih akan kepergian Ezra.
โข
โข
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK ๐
MAAF JIKA OTHOR SLOW UP UNTUK NOVEL INI ๐ OTHOR SEDANG ADA TARGET DI NOVEL SI KEMBAR, JANGAN PERNAH BOSAN UNTUK MENUNGGU UP TERBARU DARI SEMUA NOVEL OTHOR ๐ค
SAMPAI JUMPA BESOK, ASSALAMUALAIKUM ๐
๐ต๏ธ๐ต๏ธ๐ต๏ธ
__ADS_1
MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR JUGA YUK, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DISANA ๐ฅฐ**