
Rosa bergegas pergi ke rumah milik Airin, dia ingin bertemu dengan Eza yang sudah diyakini jika Eza adalah Putra sulungnya.
Sesampainya di depan rumah Airin, Rosa segera turun dari mobil.
Tok tok tok
"Assalamualaikum! Arin, Arin!" Rosa mengetuk pintu sambil memanggil Airin.
Ibu-ibu tetangga Airin lewat depan rumah milik Airin dan dia melihat Rosa yang seperti sedang memanggil.
"Bu!" teriak Ibu itu memanggil dari balik gerbang.
Rosa berjalan ke arah ibu itu.
"Ibu mencari Airin dan suaminya ya?"
"Benar, Bu. Apa Ibu tau Airin pergi kemana?"
"Wah, Airin sudah pindah Bu." sahut Ibu itu.
"Pindah? Kok saya gak tau kabarnya ya?"
"Mama Airin juga sudah meninggal, apa Ibu tidak tau?"
Dahi Rosa sukses mengerut. "Inalillahi. Tidak ada yang memberikan kabar pada saya, Bu. Apa Ibu tau dimana Airin tinggal dan mengapa dia bisa pindah rumah?"
"Saya dengar Airin pindah karena perusahaannya bangkrut dan semua aset-aset berharga mereka di sita oleh bank. Untuk tempat tinggal, saya kurang tahu dimana."
"Ya sudah, saya akan mencari informasi tentang keberadaan Airin sekarang. Terima kasih banyak ya, Bu." Rosa tersenyum tipis.
"Kalau begitu saya permisi." Ibu itu pergi berlalu dari hadapan Rosa.
__ADS_1
Rosa terdiam sambil berpikir akan kemana dia pergi, dirinya melihat ke belakang sejenak lalu Rosa berjalan masuk ke dalam mobil.
🍒🍒🍒🍒
Dio telah tau dimana tempat tinggal milik Airin, dia minta kepada Nur agar menjalankan tugasnya.
"Sebentar lagi aku akan mendapatkan kamu, Airin." senyum licik terbit di bibir Dio.
.....
Nur berjalan ke rumah milik Eza.
Tok tok tok.
"Assalamualaikum!" teriaknya dari dalam milik Eza.
Nur menyimpan rasa malunya agar rencananya dan Dio berjalan dengan mulus.
Ceklek
Pintu terbuka dan Airin mengerutkan dahinya.
"Mau apa lo datang ke rumah gue?" ucap Airin tanpa ingin berbasa-basi.
Nur hanya diam sejenak. "Saya datang kemari ingin meminta maaf pada Nona dan kak Eza."
Airin melirik Nur dari atas sampai bawah. 'Kerasukan apa nih bocah? Tiba-tiba datang dan bilang minta maaf. Jangan-jangan ada sesuatu yang dia rencanakan.' batin Airin.
"Gue gak percaya kalau perempuan kayak elo itu bisa berubah dengan secepat ini!"
Nur terdiam saja, dia tidak ingin memperpanjang masalah.
__ADS_1
"Sayang, siapa!" teriak Eza dari dalam.
Nur rasanya ingin muntah ketika Eza mengatakan sayang pada Airin.
'Cih, sayang? Kalau gak karena rencana, udah aku gampar nih wajah perempuan sok kecantikan.' batin Nur menatap Airin dengan sinis.
"Nur, mau apa kamu datang ke rumah saya?" Eza berbicara dengan nada dingin.
"Kak, aku mau minta maaf karena aku udah berbuat salah. Aku mohon maafkan aku kak, beri aku kesempatan untuk memperbaiki diri." Nur meneteskan air mata.
'Air mata buaya, aku yakin itu.' batin Airin.
"Kamu benar-benar ingin berubah?"
Nur mengangguk.
"Jangan percaya dengan ucapannya, Mas. Bisa saja dia berbohong dan hanya ingin membuat kamu simpati padanya." Airin protes.
"Ai, kita harus memberikan kesempatan padas seseorang yang mau berubah menjadi lebih baik. Allah memberikan kita hati yang tulus dan maafkanlah kesempatan untuk Nur yang ingin berubah."
Airin hanya menatap Nur dengan penuh selidik sementara Nur tersenyum bahagia dalam hati.
•
•
TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻
__ADS_1