
Keesokan malamnya.
Airin telah bersiap untuk pergi ke club, dirinya saat ini masih berada di kota B.
"Rin, Lo mau kemana?" Okta bertanya ketika melihat Airin yang keluar dari kamar mandi dengan pakaian seksi.
"Klub. Lo mau ikut gak? Mumpung gue lagi mood malam ini." ujar Airin dengan nada santai.
'Tumben Arin mau ke klub, padahal semenjak kenal dengan Mas Ezra dia gak pernah lagi pergi ke klub.' batin Okta sambil menatap Airin dari atas sampai bawah.
Okta baru datang pagi tadi dan mereka merencanakan jalan-jalan berkeliling kota B lusa.
"Kenapa Lo ngeliatin gue sama segitunya banget?" Airin bangkit dari kursi meja rias dan berdiri tepat di hadapan Okta.
"Gue gak mimpi 'kan, Rin? Sejak kapan Airin Kusuma mulai nakal lagi dan mau bermain ke klub malam?"
"Udahlah gak usah Lo pikirin masalah itu. Gue pengen sedikit menjernihkan pikiran supaya gak selalu ingat dengan Mas Ezra. Lo tau, karena pria yang gue ceritakan ke elo itu jadi membuat gue kembali kepikiran terus dengan Mas Ezra." Airin menghela nafas nya dengan berat, sebenarnya dia tidak ingin melupakan Ezra tetapi jika dia terus mengingat Ezra maka semangat hidupnya tidak akan ada lagi.
"Gue jadi penasaran sama pria itu." Okta memangku dagu menggunakan sebelah tangan di atas paha.
"Udah pukul sembilan, gue cabut dulu ya? Takut pulangnya kemalaman."
Okta hanya mengangguk.
__ADS_1
"Hati-hati Lo, gak ada yang nemenin soalnya."
"Iya bawel." Airin terkekeh pelan lalu keluar dari kamar.
Sementara sekretaris Airin yaitu Dita, dia sudah pulang terlebih dahulu dan menghandle segala pekerjaan Airin terlebih dahulu.
*
Dentuman musik yang begitu keras hingga seperti memecahkan gendang telinga siapapun yang mendengarnya, sangat banyak pria dan wanita dengan sang wanita yang memakai pakaian seksi sedang berjoged ria dan jangan lupakan bau alkohol yang menyengat membuat tempat itu semakin mencekam.
Airin berjalan dengan santai masuk ke dalam klub malam tersebut, dirinya mengangguk-anggukan kepala seperti menikmati suara musik DJ yang begitu kuat.
Setelah sudah berada di dalam klub, Airin dengan santai duduk di sofa panjang yang mana di depan sofa itu ada sebuah meja bulat, tak lupa dia memangku sebelah kakinya hingga paha mulus putih susu miliknya terpampang jelas. Dia melihat ke sekeliling seperti menikmati suasana berisik tersebut.
Tanpa Airin sadari, terlihat dari kejauhan seorang pria tersenyum jahat dan mengikuti kemana langkah Airin.
Pria tersebut terus memperhatikan Airin dengan seksama hingga beberapa saat kemudian Airin kembali ke mejanya.
Menit selanjutnya.
Pesanan Airin telah sampai dan Airin langsung meminumnya.
Tegukan pertama tidak ada reaksi apapun, hingga tegukan ke tiga kepala Airin terasa pusing dan matanya berkunang-kunang.
__ADS_1
"Ssh! Kenapa kepalaku rasanya pusing sekali?" Airin men*desah karena merasakan kepalanya yang terasa berat.
Baru satu jam dia berada di tempat itu dan akhirnya Airin memutuskan untuk pulang ke rumah karena pusing yang tiada henti menderanya.
Langkah Airin terlihat gontai menuju pintu keluar klub.
Pria yang tadi terus memperhatikan Airin akhirnya menyusul Airin keluar dari klub.
"Aku benci dunia. Aku ingin menyusul Ezra, aku ingin bunuh diri dan aku ingin mati!" rancau Airin tanpa sadar.
Ya, saat ini dirinya dalam keadaan mabuk karena pria tadi menambahkan sebuah pil di dalam minuman yang Airin pesan.
Brugh!
Tubuh Airin ambruk di dalam pelukan pria yang tadi memasukkan pil ke dalam minumannya.
•
•
**TBC
HAPPY READING
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**