Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 9 CINTAI AKU, ISTRIKU!


__ADS_3

Matahari bersinar masuk ke dalam kamar milik Airin, matanya berkedut dan terbuka perlahan karena merasakan silau yang menyengat mata indahnya.


"Argh, kepalaku pusing sekali." Airin membuka kelopak mata dengan sempurna.


"OH MY GOD!" pekiknya kencang hingga membangunkan Eza yang tadi masih terlelap.


Eza mengucek matanya sejenak dan dia melihat ke sekeliling.


Glek.


Airin cemas karena begitu banyak orang yang ada di dalam kamar miliknya, dan ketika dia melihat kesamping ternyata ada seorang pria yang tertidur disebelahnya.


Bibir mungil milik Airin sukses terbuka, jantungnya ber-talu dengan cepat ketika melihat wajah pria yang disampingnya.


"A—anda?" Airin menunjuk Eza sembari beranjak dari ranjang.


Eza yang juga tak kalah terkejut hanya mampu diam saja seraya menunduk malu.


'Ya Allah maafkan aku, pasti Ibu sangat malu dengan apa yang terjadi saat ini.' batin Eza menyesal.


"Eza!" Ibu Eza— Murni, langsung berjalan menghampiri sang Putra.


"Ibu, aku bisa jelaskan semuanya. Ini —"


Plak


Belum selesai berbicara, Murni sudah lebih dulu menampar pipi Eza dengan sekuat tenaga.


"Ibu tidak menyangka jika kamu bisa melakukan hal hina seperti ini, Eza! Ibu memang selalu memaksa kamu untuk menikah tetapi tidak seharusnya seperti ini, Za." Murni menitikkan air mata, dia sangat malu karena Putra yang selama ini dia banggakan bisa berbuat zina.


"Bu, saya tidak melakukan apapun pada wanita itu. Sumpah demi Allah, percayalah Bu saya mohon." Eza beranjak dari ranjang.


Okta menghampiri Airin yang hanya diam melamun.

__ADS_1


"Rin, Lo gak pa-pa?" Okta meneliti tubuh Airin dari atas sampai bawah.


Airin hanya menggeleng lemah, padahal awalnya dia ingin melupakan sejenak masalah pria yang mirip dengan Ezra, tetapi sepertinya semua itu malah terbalik.


Murni melirik Airin sejenak, dia menatap gaya busana yang Airin gunakan.


'Ya Allah, perempuan apa yang anak hamba pilih? Pakaiannya saja kekurangan bahan begitu.' Murni beristighfar dalam hati.


"Eza, kamu harus ikut ibu pulang. Hari ini juga kalian berdua harus menikah! Perbuatan kalian sudah sangat mengandung dosa di mata Allah."


"Menikah?" pekik Airin dan Eza bersamaan.


"Maaf, Bu. Tapi saya dan anak Anda tidak melakukan hal apapun." bantah Airin yang memang tidak mau menikah dengan Eza.


"Siapa yang tahu kalian melakukannya atau tidak? Intinya Ibu gak mau alasan apapun lagi dari mulut kalian berdua, pulang dan kalian harus segera menikah. Berani berbuat berani bertanggungjawab." Ibu langsung pergi dari kamar tanpa menghiraukan panggilan Eza.


"Bu! Ibu! Argh!" Eza menjambak rambutnya dengan frustasi.


"Saya tidak akan menolak permintaan Ibu Anda, tetapi jangan terlalu besar kepala karena saya hanya terpaksa menikah dengan Anda." ucapnya sambil berjalan keluar dari kamar diikuti oleh Okta.


Eza hanya menatap kepergian Airin dengan bimbang.


"Bodoh sekali aku. Kenapa aku harus ketiduran dan bangun kesiangan?" Eza memejamkan mata sejenak lalu bergegas pulang ke rumah.


Dia akan mencoba menjelaskan kembali kepada sang Ibu agar dirinya tidak jadi menikah dengan Airin.


***


Malam harinya.


Keputusan yang sudah final dan tidak bisa di ganggu gugat antara kedua belah pihak keluarga membuat Eza dan Airin memang harus menikah.


Setelah acara ijab kabul selesai, Airin dan Eza langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Menurutku tidak perlu repot-repot harus ada acara resepsi, karena pernikahan ini hanya akan berjalan sementara saja." ucap Airin yakin sambil duduk di tepi ranjang.


"Apa maksud Anda?" Eza menatap Airin dengan serius.


"Anda belum paham dengan ucapan saya? Meskipun wajah Anda mirip dengan Almarhum suami saya, tetapi saya tidak akan pernah bisa mencintai Anda. Ingat itu! Jadi berhubung saya adalah seorang pengusaha dan tidak ingin nama saya tercoreng, maka dari itu saya memutuskan setelah sembilan bulan pernikahan ini, saya ingin kita bercerai."


Mata Eza membola sempurna.


"Kita baru saja menikah dan Anda sudah memikirkan perceraian? Apa Anda tidak tahu hukum dari bercerai? Bercerai itu sangat dibenci oleh Allah." ucap Eza dengan penekanan.


"Rasulullah juga pernah bersabda. Istri mana pun yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan, maka aroma surga diharamkan baginya. (Diriwayatkan seluruh penulis Sunan. Hadis ini shahih). Apa Anda tidak takut dengan neraka? Apa Anda tidak memikirkan dampak dari ucapan Anda itu?" Hanya karena tidak cinta Anda meminta cerai." Eza menggeleng heran.


"Jika ingin ceramah sebaiknya Anda pergi ke mesjid. Apapun yang anda katakan tidak akan mengubah niat saya." Airin beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Sebelum membuka pintu kamar mandi, dirinya berbalik sejenak menghadap ka arah Eza.


"Satu lagi! Jangan pernah menyentuhku." ucap Airin dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Saat ini dia masih berada di rumah kecil nan sederhana milik Eza.


Eza hanya menatap ke arah pintu kamar mandi dengan sedih, niatnya ingin menikah hanya satu kali saja tetapi saat ini Istrinya malah merencanakan perceraian.


"Ya Allah bantu hamba, jika Airin adalah jodoh hamba maka biarkanlah kami bersama hingga akhir hayat." doa yang Eza panjatkan.




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2