Cintai Aku, Istriku!

Cintai Aku, Istriku!
Bab 5 Cintai Aku, Istriku!


__ADS_3

Tepat pukul delapan Airin dan Dita sampai di cafe yang di jadikan tempat pertemuan dengan sang klien.


"Dit, apa benar ini tempatnya? Kok sepi ya?" Airin mengintip ke dalam cafe.


"Menurut lokasi yang di katakan oleh Tuan Roy memang benar ini tempatnya, Bu." Dita melihat kembali ponselnya.


"Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam."


Airin dan Dita berjalan masuk ke dalam cafe yang terlihat tidak terlalu ramai.


Sesampainya di dalam, seorang pria dengan pakaian formal yaitu setelah kemeja melambaikan tangan ke arah Airin.


Airin segera berjalan menuju meja pria itu diikuti oleh Dita yang setia disampingnya.


"Selamat malam, Bu Airin.'' Roy menyapa dengan senyum manis.


"Malam, Tuan Roy. Maaf jika saya membuat anda menunggu." Airin segera duduk di kursi yang berseberangan dengan Roy.


"Tidak masalah, Bu Airin. Saya bersedia menunggu wanita cantik seperti anda meskipun sampai tengah malam nanti." Roy tersenyum genit.


"Oh ya, apa kita bisa langsung memulai pembicaraan mengenai kerjasama ini?'' dengan rasa tidak nyaman, Airin langsung ingin memulai pembahasan.


"Tentu, ternyata anda tidak sabaran ya." Roy mengambil berkas yang ada di tangan sekertaris cantiknya.


Airin mulai membaca kesepakatan penanaman saham yang Roy katakan.


"Saya juga punya pengajuan untuk anda, Tuan." Airin memberikan map berwarna merah kepada Roy. "Anda bisa memahaminya terlebih dahulu sebelum kerjasama kita deal." lanjutnya dengan senyum tipis.


"Baiklah, saya akan membawa berkas ini pulang ke rumah dan akan saya pahami."


"Baik. Apa Tuan Roy dan Nona sudah makan?'' Airin bertanya kepada Roy dan sekertaris Roy.


"Kami sengaja tidak makan karena menunggu kedatangan anda, Bu Airin. Tapi tenang saja, sekertaris saya sudah memesankan makanan untuk kita semua."

__ADS_1


Airin hanya mengangguk.


Tak lama kemudian makan malam pun datang dan mereka semua langsung memakan menu suguhan malam ini.


"Tes tes." suara seorang pria terdengar di atas panggung yang berada di dalam cafe.


"Baiklah, malam ini kami akan membawakan lagu untuk Ibu dan Bapak disana yang sedang mengadakan acara pertemuan sekaligus makan malam bersama. Semoga terhibur." Eza menatap ke meja Airin dan Roy.


Airin tidak menoleh sedikitpun ke atas panggung, dia asyik berbicara dengan Roy dan sekertaris Roy mengenai perusahaan mereka masing-masing.


Eza dan Nur saat ini ingin membawakan lagu Malaysia Satu Nama Tetapi Di hati yang di cover oleh Tri suaka dan Nazia Marwiana.


Ada satu nama suatu masa dulu


pernah bawa dan beri bahagia


hingga saat ini


dengan satu rasa dalam satu cinta


sewaktu kita bersama dulu


hanya kita yang tahu


dalam mana telah cinta


kita memutih ~ (EZA)


walau akhir ini seakan terpisah


oleh masa dan suasana tak di pinta


namun percayalah tidak sedikit pun

__ADS_1


kasihku kepadamu surut dan berubah ~ (NUR)


pasti suatu masa 'kan bersama lagi


engkau dan aku pasti jua nikmati


cinta yang istimewa


walau 'ku tak pasti bilakah masanya


kau dan aku akan bertemu


untuk kita kembalikan


keindahan dulu ~ (EZA)


Dawai gitar dan juga suara Eza yang mampu menghipnotis telinga Airin akhirnya membuat Airin menoleh ke arah panggung.


Jantung Airin seakan berhenti berdetak ketika melihat seorang pria yang di dampingi oleh wanita sedang bernyanyi dengan nyaman di atas panggung. Airin berdiri dari kursinya dan dia menatap ke arah panggung tanpa berkedip.


"Mas Ezra?" satu kalimat yang berhasil lolos dari bibir mungil milik Airin.


Eza tidak menyadari jika sosok wanita cantik yang berada di salah satu meja cafe menatapnya dengan serius




**TBC


HAPPY READING


JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN, TERIMA KASIH BANYAK 🙏**

__ADS_1


__ADS_2