
Rosa terus menyusuri jalanan desa yang sangat sempit itu, dia bertanya kepada beberapa warga dimana rumah Ibu Marwah.
Pada akhirnya Rosa menemukan rumah milik Ibu Marwah yang terlihat sangat sederhana.
"Benarkah ini rumahnya? Kenapa sederhana sekali?" gumamnya dengan meneliti rumah milik Ibu Marwah.
Tok tok.
"Assalamualaikum!" Rosa berteriak sambil mengetuk pintu.
Tidak ada sahutan sama sekali.
Rosa memilih duduk di kursi yang berada di teras rumah.
"Pintunya di kunci dari luar, aku rasa pemilik rumah ini sedang pergi. Sebaiknya aku tunggu saja disini." ucap Rosa sambil memangku sebelah tangan.
Beberapa menit kemudian.
Airin dan Eza pulang dari rumah sakit dengan raut wajah sendu.
Airin memicing kala dia melihat mobil yang terparkir di halaman rumah.
"Mas, itu mobil siapa?" ucapnya menunjuk.
Eza memperhatikan. "Aku juga gak tahu."
Mereka akhirnya mendekat dan Airin terkejut ketika melihat mobil itu yang ternyata milik Rosa.
"Mama!" panggil Airin saat melihat Rosa duduk di kursi.
Rosa kaget, dia pun segera beranjak dari kursi.
"Arin, kamu—" ucapannya terpotong karena melihat Eza yang sangat mirip dengan Ezra.
"Mama kok ada disini?" Airin heran.
"Mama sedang mencari pemilik rumah ini."
"Saya pemiliknya, Bu."
__ADS_1
Jantung Rosa seperti ingin berhenti berdetak setelah mendengar ucapan Eza.
"R—rumah kamu? Berarti, berarti kamu anakku yang ditukar." Rosa tak kuasa menahan air mata hingga air matanya mengalir begitu saja.
"Anak? Maksud Mama?" Airin bertanya dengan kebingungan.
Rosa mulai menceritakan kejadian masa lalu saat Eza ditukar oleh suster dan akhirnya di titipkan ke panti asuhan.
Eza sendiri syok akan kebenaran yang Rosa katakan.
"Apa kamu tahu jika kamu itu anak pungut?"
Eza pun mengangguk. "Ibu hanya menceritakan tentang aku yang di adopsi dari panti asuhan."
"Dan kamu sekarang sudah bertemu dengan Ibu kandungmu, Nak. Aku adalah Ibumu, aku yang melahirkanmu."
Rosa menghambur ke dalam pelukan Eza.
Eza hanya diam mematung.
Airin sendiri terperangah tidak percaya jika ternyata dia dinikahi oleh saudara kandung Ezra.
"Jadi?" Airin pun masih tidak paham.
"Nak, Mama mau kalian berdua ikut bersama pulang ke rumah Mama. Perusahaan Ezra butuh seorang pemimpin, Mama ingin Eza-lah yang menggantikan Ezra untuk memimpin perusahaan." pinta Rosa dengan memohon.
Eza terdiam karena dia masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada. 'Aku ternyata anak orang kaya? Apalagi ini ya Allah? Setelah Engkau mengambil ibuku, bayiku dan cinta pertamaku saat ini Engkau mempertemukan aku dengan Ibu kandungku? Aku harap ini bukan hanya mimpi semata.' batin Eza masih tidak percaya.
"Mas?" Airin menepuk pundak Eza dengan pelan.
Eza pun langsung tersadar dari lamunannya. "Ai, apa aku sedang mimpi?"
Airin menggeleng. "Ini kenyataan, Mas."
Eza tersenyum ketika ternyata semua ini memang kenyataan.
"Za, apa kamu mau meneruskan perusahaan Almarhum adik kamu?" Rosa bertanya sekali lagi.
"Saya tidak berbakat dalam bisnis, Bu."
__ADS_1
"Panggil Mama, Eza. Aku ini Mama kamu." Rosa mengatakan dengan nada lembut.
Eza mengangguk.
"Jika kamu mau, Mama akan menguliahkan kamu di jurusan bisnis agar kamu bisa mengurus perusahaan Ezra. Memang waktunya tidak akan sebentar tapi Mama yakin kamu bisa menjadi yang terbaik."
Eza terdiam sejenak. "Saya akan memikirkannya nanti." balasnya.
Rosa menatap wajah Airin yang sangat sendu. "Ada apa, Nak?" tanyanya sambil memegang pundak Airin.
"Arin baru saja keguguran, Ma." Airin kembali meneteskan air mata.
"Masyaallah!" pekik Rosa terkejut.
Mereka semua masuk ke dalam rumah dan berbicara di dalam saja.
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN 🥰
MAAF JIKA PERTEMUAN TIGA PULUH TAHUN YANG LALU HANYA SINGKAT DAN SEJENAK SAJA 🙏 MUNGKIN KALIAN TIDAK PUAS TAPI HANYA ITU YANG BISA OTHOR KATAKAN 🥺
🏵️🏵️🏵️🏵️
MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR JUGA YUK 🤗**
BLURB:
Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Author: sendi andriyani
Perjodohan antara dua keluarga yang membuat Jimmy harus menikahi gadis bernama Alisa, teman sekelasnya.
__ADS_1
Jimmy pria dingin, cuek, acuh dan datar harus di hadapkan dengan Alisa yang berkepribadian terbalik dengan Jimmy.
Meski awalnya Jimmy sangat menentang perjodohan itu karena dia masih sekolah, tepatnya kelas 3 SMA, namun pada akhirnya dia mulai bisa menerima Alisa sebagai istrinya.