CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 1


__ADS_3

Musim penghujan telah tiba. Disebuah kota kecil di timur Indonesia pagi ini, seorang gadis remaja sedang bersiap-siap mengikuti ibadat minggu pagi disebuah gereja yang jaraknya tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya. Ia telah selesai bersiap, namun masih menunggu sahabatnya yang masih bersiap untuk berangkat bersama.


Gadis remaja itu bernama Hellena Angelica Putri. Ia sedang menempuh pendidikan tinggi disebuah universitas swasta di kota itu.


Ia tinggal disebuah kos-kosan kecil yang letaknya dapat dijangkau dengan berjalan kaki menuju ke kampusnya.


Setelah sahabatnya selesai bersiap, mereka segera berangkat menuju ke gereja.


Lima puluh meter dari kos-kosannya terdapat sebuah pohon Flamboyan yang sedang berbunga dan bunganya bermekaran indah, sehingga sangat cantik dan mempesona memikat pandangan mata siapa saja yang melewatinya.


Saat berada dibawah pohon Flamboyan, setangkai bunga Flamboyan jatuh dan berguguran dengan sangat indah menimpa kepala dan bahu Hellena.


Hellena menangkap beberapa kuntum yang berguguran dari kepalanya sambil memejamkan mata ia berucap sebuah keinginan dalam hatinya.


Sedari masih duduk di bangku sekolah menengah atas, Hellena percaya dengan mitos yang diceritakan oleh sang guru favoritnya, yang kalah itu di selah-selah kegiatan belajar mengajar dikelas, sang guru bercerita bahwa dulu saat sang guru sedang menempuh pendidikan disebuah perguruan tinggi di tanah jawa.


Saat sedang mengerjakan tugas kelompok di lapangan dibawah pohon Flamboyan tiba-tiba setangkai bunga Flamboyan jatuh menimpa sang guru. Teman-teman kelompoknya serentak mengatakan bahwa dalam waktu dekat sang guru akan menikah.


Sang guru tertawa menanggapi ucapan teman-temannya sambil berucap " Bagaimana mau nikah. Pacar saja tidak punya!"


Namun enam bulan kemudian sang guru pun menikah dan mitos bahwa bila bunga flomboyan jatuh dengan sendirinya menimpa seseorang maka orang tersebut akan bertemu jodoh atau pasangannya ternyata dapat dipercaya.


Berawal dari cerita sang guru tersebut, Hellena pun percaya akan mitos tersebut. Sehingga saat setangkai bunga Flamboyan jatuh menimpanya ia pun berucap keinginan untuk memiliki seorang kekasih dalam hatinya sambil memejamkan mata.


Seminggu kemudian dari kejadian hari Minggu pagi itu, tepat dihari Minggu juga, Hellena lalu berkenalan dengan seorang pria yang ternyata saudara jauh dari sahabatnya.

__ADS_1


Minggu siang itu, terik matahari sangat panas. Hellena memilih mengisi waktu senggangnya dengan mengerjakan tugas dari sang dosen.


Saat selesai mengerjakan tugas, Hellena merebahkan diri untuk beristirahat siang. Belum sampai 10 menit ia rebahan, bunyi notif pesan masuk dari handphone nya berdering.


Hellena segera mengambil ponselnya yang terletak dimeja disamping tempat tidurnya. Ia membuka notif pesan tersebut, terlihat tiga buah pesan masuk dari sebuah nomor baru. Hellena segera membaca pesan tersebut.


Karena tidak tahu siapa yang menghubunginya, Hellena segera membalas pesan tersebut.


" Maaf, ini dengan siapa?"


Semenit kemudian sebuah pesan masuk.


" Ini dengan saya Giordano, sepupunya Lidwina."


" Maaf mengganggumu, saya pikir Lidwina telah memberitahu kamu tentang saya." pesan dari Giordano lagi.


Lidwina belum bercerita tentang kamu." balas Hellena.


" Saya meminta nomor telepon mu dari Lidwina beberapa hari yang lalu, hanya saja baru menghubungimu." pesan dari Giordano lagi.


Setelah perkenalan siang itu, Hellena dan Giordano bertukaran akun media sosial, sering berkirim pesan dan sesekali mereka bertelepon.


Seminggu setelah mereka berkenalan. Hari itu hari libur. Hellena berkunjung ke rumah Om nya. Siang hari itu Hellena ingin tidur mengistirahatkan tubuhnya, namun handphone miliknya tiba-tiba berdering.


Hellena mengambil handphone dan melihat siapa yang menelponnya. Ternyata Giordano yang menelpon. Segera Hellena angkat panggilan telepon tersebut.

__ADS_1


" Hallo Giordano, selamat siang."


" Selamat siang juga Hellena. Kamu sedang apa?"


" Saya sedang baring-baring, mau istirahat siang. Kamu sendiri sedang apa Giordano?"


" Saya sedang menunggu jemputan untuk keluar jalan-jalan."


" Owh Giordan tinggal dirumah?"


" Saya di Biara. Hari ini jadwal Minggu keluar untuk kami jalan-jalan."


" Owh jadi kamu seorang frater?" tebak Hellena saat itu.


Selama ini sejak mereka berkenalan, Hellena tidak pernah tahu kalau Giordano tinggal di Biara.


Hellena memiliki sikap cuek apabila baru berkenalan dengan orang baru. Ia tidak akan bertanya banyak tentang orang yang baru ia kenal tersebut.


Prinsipnya nanti setelah menjadi akrab, ia akan dengan sendirinya tahu tentang teman-temannya seperti apa dan bagaimana.


Yang Hellena pikirkan selama ini, kalau Giordano juga sama seperti dirinya yang merantau ke ibu kota untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan tinggal di kos-kosan.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bagus tidak ya ceritanya.....


Setelah dibaca jangan lupa ya tinggalin jejak buat Author dengan beri Like, Vote, Rate serta koment ya🙏


__ADS_2