CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 4


__ADS_3

Hellena segera membasuh wajahnya dikamar mandi, menyisir rapi rambutnya dan merapikan pakaiannya yang acak-acakan, baru ia kembali membukakan pintu kamarnya dengan wajah yang lebih segar.


Hellena mempersilakan Lidwina dan Giordano untuk masuk ke kamarnya. Mereka duduk sambil bercerita.


Sesekali Hellena mencuri-curi pandang pada Giordano. Dalam hatinya ia sangat malu. Maklum Hellena merupakan gadis yang pemalu.


Namun tiba-tiba Lidwina pamit keluar sebentar untuk membeli pulsa di kios terdekat. Sebenarnya Lidwina sengaja pamit ke kios untuk membiarkan Hellena dan Giordano menjadi lebih akrab, bisa saling melepas rindu.


Awalnya Hellena tidak mencurigai kesengajaan Lidwina tersebut. Ia masih asyik bercerita dengan Giordano walaupun keduanya terlihat malu-malu. Namun sudah hampir setengah jam Lidwina tak kunjung datang. Padahal kiosnya hanya berjarak 50 meter dari kosan Hellena.


Hellena kemudian mulai curiga akan niat Lidwina yang meninggalkan Ia dan Giordano adalah sebuah kesengajaan. Hellena mulai kesal dengan Lidwina. Duduknya pun sudah tidak tenang karena gugup dengan Giordano. Dalam hati Ia memaki-maki Lidwina.


Obrolan mereka sudah berhenti dan keheningan pun tercipta. Hellena beberapa kali berpaling memandang ke arah pintu berharap Lidwina muncul untuk mencairkan suasana cangguh yang tercipta diantara Ia dan Giordano. Namun sayangnya Lidwina tak kunjung datang.


" Lidwina lama sekali ya ke kios," ucap Hellena pada Giordano.


" Iya. Mungkin kios yang dekat pulsanya habis atau sedang tutup makanya Lidwina mencari kios yang lain lagi," jawab Giordano.


Mereka menunggu beberapa menit lagi namun Lidwina tetap tidak muncul.


" Lidwina kayaknya sengaja nih kasih tinggal kita berdua," ucap Hellena lagi untuk mencairkan kecanggihan dan kegugupannya.


" Hehehhe.... Kayaknya sih begitu," jawab Giordano sambil terkekeh.

__ADS_1


Hellena sesekali mencuri-curi pandang ke arah Giordano. Giordano terlihat sangat tenang seolah tidak merasakan gugup seperti yang Hellena rasakan. Tingkahnya yang mencuri-curi pandang diketahui oleh Giordano, tetapi Giordano bersikap pura-pura tidak mengetahuinya. Sampai pada akhirnya pandangan Hellena dan Giordano bertemu saat Hellena sedang asyik mencuri pandang untuk kesekian kalinya pada Giordano.


Hellena langsung menunduk malu. Ia sangat-sangat malu. Wajah dan telinganya memerah karena menahan malu. Giordano malah tersenyum dan menggoda Hellena.


" Kenapa curi-curi pandang begitu?


Kalau mau melihat wajah saya ya lihat saja, biar lebih jelas dan terekam jelas di memori mu. Tidak usah mencuri-curi pandang." Goda Giordano.


Hellena hanya tersenyum malu karena tingkahnya tertangkap basa. Dan ia menjawab ia. Mereka akhirnya mulai akrab..


Satu jam kemudian Lidwina baru muncul. Ia muncul dari pintu dengan tersenyum. Hellena langsung menghardik Lidwina.


" Kamu sengaja kan tinggalin kita!" ucap Lidwina.


" Tidak kok. Saya memang mencari kios untuk membeli pulsa. Karena kios yang dekat disana stok pulsanya habis. Jadi saya berjalan sampai di cabang kosan kamu di bawah untuk membeli pulsa." Jelas Lidwina.


" Iya. Lidwina memang sengaja tadi." ucap Giordano.


Lidwina hanya terkekeh.


" Iya. Saya memang sengaja. Biar kamu berdua bisa lebih akrab dan melepas rindu.


Mana mau saya jadi obat nyamuk!" Jelas Lidwina

__ADS_1


" Saya kan sahabat yang pengertian, jadi saya mengerti sama isi hati kamu berdua yang pingin mesra-mesraan dan ngobrol sampai puas," ucap Lidwina lagi.


Hellena dan Giordano hanya tertawa menanggapi ucapan Lidwina.


Tak terasa hari sudah sore. Giordano dan Lidwina pamit pulang, karena pukul 17.00 WITA Giordano harus sudah masuk ke asrama. Kalau terlambat maka ia akan mendapatkan hukuman. Belum lagi angkot menuju Biaranya dihari Minggu sangat susah karena banyak angkot yang tidak narik.


Sekarang sudah pukul 16.00 WITA. Waktu untuk Giordano tinggal satu jam saja. Belum lagi jarak yang harus ditempuh Giordano lumayan jauh.


Setelah bertemu langsung dengan Giordano sejak siang tadi dan bercerita melepas rindu berdua. Benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Hellena.


Hellena menggenggam tangan Giordano dengan erat seakan tidak ingin berpisah hingga ke pintu kamar. Giordano lalu mengecup kening Hellena dan mengelus rambut Hellena sambil tersenyum tulus dan berkata:


" Nanti baru ketemu lagi. Jangan tatap saya seperti itu seolah-olah kita akan berpisah.


Saya tidak kemana-mana. Saya di hati kamu." tunjuk Giordano pada dada Hellena.


" Jangan rindu. Ingat belajar dan kulia yang rajin ew," ucap Giordano lagi lalu meninggalkan Hellena.


Hellena terpaku akan kata-kata yang disampaikan Giordano yang begitu tulus perhatian padanya. Tanpa disadari matanya sudah berkaca-kaca. Bukan karena sedih tetapi karena bahagia.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bagus tidak ya ceritanya.....


Setelah dibaca jangan lupa ya tinggalin jejak buat Author dengan beri Like, Vote, Rate serta koment ya🙏


__ADS_2