CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 8


__ADS_3

Hellena hampir terpeleset karena lantai yang licin serta rasa kagetnya saat melihat Giordano


"Gio....." lirih Hellena dengan wajah yang masih kesal. Hellena semakin dibuat kesal karena ternyata tadi malam Giordano hanya mengerjainya.


Wajah Hellena sangat datar dan cemberut. Tak ada senyum ramah yang ia tunjukan pada Giordano. Tanpa menegur Giordano yang sedang duduk didepan kamarnya, Hellena langsung serobot masuk ke dalam kamarnya mengambil hanger.


" Ahh dia masih kesal rupanya," batin Giordano.


Hellena keluar dari kamar melewati Giordano begitu saja dan mulai menjemur pakaiannya.


Giordano menawarkan diri untuk membantu mengangkat ember jemuran menuju tempat jemuran supaya Hellena tidak bolak balik mengambil jemurannya satu persatu.


"Saya bantu pindahin ember jemuran kesana ya," lirih Giordano yang hanya dijawab dengan anggukan dari Hellena.


" Jangan marah-marah terus dan cemberut begitu. Cantiknya hilang," ucap Giordano.


" Biarin," ketus Hellena sambil memutar malas bola matanya.


Hellena sibuk menjemur pakaiannya dan Giordano kembali ketempat duduknya didepan kamar Hellena menunggu Hellena menjemur pakaiannya.


Selesai menjemur, Hellena kembali ke kamar dan mengajak Giordano untuk masuk dengan wajah yang tetap masih kesal.


Kamar kos yang ditempati Hellena lumayan besar. Ada kamar mandi dan toilet dalam, sebuah dapur kecil dan kamar tidur yang lebih besar ukurannya.


Hellena menyekat kamar tidurnya menjadi dua ruangan. Satunya ia jadikan ruang tamu dan satunya lagi kamar tidurnya. Hellena membuat sekatan yang memisakan ruang tamu dan kamar tidur dari lemari pakaian, rak buku dan meja belajar yang ia susun berbaris serta dilapisi dengan gorden panjang bagian depannya.

__ADS_1


Diruang tamu la letakkan sebuah meja plastik kecil dan 3 buah kursi plastik.


" Elle..... Jangan cemberut terus begitu. Tidak enak dipandang," rayu Giordano.


" Kamu tu yang bikin kesal," ucap Hellena


" Iya maaf sayang. Saya cuman mau bikin kamu kesal saja semalam dan bikin kejutan untuk kamu hari ini. Kalau kamu kesal tandanya kamu rindu sama saya cuman gengsi saja untuk ngomong." ucap Giordano.


" Emang kamu pikir rasanya enak, dibikin kesal begitu. Sesak tau perasaan saya, sampai nangis." jawab Hellena dengan mata yang sudah berkaca-kaca saat meluapkan semua rasa kesalnya dari semalam.


Giordano langsung mendekap Hellena, membawa Hellena dalam pelukannya, mengelus-ngelus kepala Hellena untuk memberikan rasa tenang dan nyaman agar Hellena jangan menangis.


Namun air mata Hellena tumpah begitu saja saat ia dipeluk Giordano. Ia menangis dalam diam. Hanya air matanya yang mengalir membasahi kaos yang dikenakan Giordano.


Hellena membalas pelukan Giodano dengan sangat erat melepaskan kerinduan dan rasa sesak serta kekesalan dihatinya. Setelah merasa legah. Hellena melepaskan pelukannya lalu melap bekas air mata di pipinya.


" Apaan sih," cemberut Hellena sambil melepaskan tangan Giordano dari pipinya


" Ihh menggemaskan sekali," lirih Giordano tidak ingin melepaskan tangannya dari pipi Hellena.


" Sakit sayang!" teriak Hellena.


Giordano melepaskan tangannya dari pipi Hellena lalu duduk dikursi. Hellena pun ikut duduk disamping Giordano.


" Kita jalan-jalan, yuk!" ajak Giordano.

__ADS_1


" Kemana?" tanya Hellena


" Kemana saja yang kamu suka, saya siap mengantarkannya." ucap Giordano.


" Ok. Saya mandi dulu e," ucap Hellena semangat sambil bangkit dari kursinya menuju kamar tidur mengambil pakaian yang akan ia kenakan dan keranjang kecil yang berisi perlengkapan riasannya lalu masuk ke kamar mandi.


"Mandinya jangan terlalu lama sayang," teriak Giordano dari ruang tamu sambil memainkan handphonenya.


20 menit kemudian Hellena keluar dari kamar mandi sudah rapi dan wangi.


" Kita jalan sekarang?" tanya Hellena


" Iya sayang," jawab Giordano.


Hellena mengambil Sling bag dan Helmnya lalu keluar dari kamar mengikuti Giordano yang berjalan duluan. Tidak lupa ia mengunci pintu kamarnya.


Giordano memakai helm dan menghidupkan sepeda motornya. Dilihatnya ke samping Hellena masih kesulitan mengkaitkan pengkait helm yang ada dibawah rahangnya. Giordano turun dari motor lalu membantu Hellena memakai helm dengan baik lalu melaju meninggalkan kosan Hellena.


" Ke pantai yuk!" pintah Hellena yang duduk manis sambil memeluk Giordano dari belakang.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹


Bagus tidak ya ceritanya.....

__ADS_1


Setelah dibaca jangan lupa ya tinggalin jejak buat Author dengan beri Like, Vote, Rate serta koment ya🙏


__ADS_2