
Sampai dikosannya, seperti biasa Hellena dan Gaven akan makan malam bersama. Dan kali ini mereka makan dikamar Hellena. Mereka makan sambil mengobrol. Selesai makan Gaven kembali ke kamarnya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya yang tadi sempat tertunda.
Sedangkan Hellena meraih handponenya lalu mengirimkan pesan ke Giordano.
"Gio... Kalau sudah selesai makan & tidak sibuk nanti telpon balik ya," isi pesan Hellena.
Hellena ingin menghabiskan waktunya malam ini dengan mengobrol bersama Giordano sebelum Giordano mengumpulkan handphonenya. Karena nanti selama 2 bulan Giordano tidak akan menghubunginya.
Hellena tidak memiliki tugas kuliah yang harus ia selesaikan. Untuk membaca buku ia sangat malas. Saat ini Hellena hanya ingin mengobrol dengan Giordano saja yang telah menjadi mood booster baginya.
Hellena sedang rebahan sambil berguling ke kiri dan ke kanan dengan memeluk sebuah guling menunggu panggilan telephone dari Giordano.
Dibiara, Giordano sudah selesai makan. Sebelum kembali ke kamar ia ke kamar mandi terlebih dahulu membasuh wajahnya dan menyikat gigi. Saat kembali dikamar ia melihat layar HP nya berkedip-kedip tanda ada pesan masuk. " Hellena pasti," gumam Giordano.
Diraih Handphonenya dan benar saja itu pesan dari Hellena. Ia segera video call Hellena. Tanpa butuh waktu yang lama Hellena langsung mengangkat panggilan tersebut dengan senyum yang lebar.
"Dasar tidak sabaran," lirih Giordano yang ditanggapi dengan kekehan Hellena.
" Buru waktu sayang. Sebentar lagi kamu bakalan kumpul handphone." cicit Hellena.
"Kamu tidak bosan ngobrol dan liat wajahku terus?" tanya Giordano.
"Tidak. Gimana mau bosan, orang dengar suara kamu dan liat wajahmu itu mood booster untuk saya," ucap Hellena.
"Hmmm... Dasar gombal. Sudah pintar gombal ya kamu sekarang." ucap Giordano
" Siapa yang gombal. orang benaran kok," lirih Hellena.
" Sudah makan?" tanya Giordano.
" Sudah sayang." jawab Hellena
" Elle....." panggil Giordano
"Iya sayang."
"Kamu kuat pacaran dengan saya kayak gini yang selalu dibatasi waktu dan jarang bertemu??" tanya Giordano pada Hellena.
__ADS_1
" Sebenarnya tidak kuat sih Gio. Cuman yah mau gimana lagi?" ucap Hellena
"Kamu bisa tahan rindu tidak bertemu saya selama 2 bulan nanti?" tanya Giordano lagi.
"Belum tau sayang. Kan belum menjalaninya." tutur Hellena
"Kamu tidak punya niat buat cari pacar yang lain?" tanya Giordano lagi.
"Kamu ngomong apa sih sayang? kok pertanyaan kamu aneh-aneh terus?" tanya balik Hellena tanpa menjawab pertanyaan Giordano.
"Cuman tanya doang." ucap Giordano.
" Kamu tidak percaya sama saya?" tanya Hellena
"Percaya sayang." ucap Giordano
"Terus kenapa kamu ngomong kayak gitu?
Gio... Saya mencintai kamu dan tidak ingin berpaling dari kamu. Tidak pernah terbersit dikepala saya buat cari pacar baru. Itu akan menyakiti kamu. Hanya kamu yang saya inginkan. Jadi jangan ragu sama saya. Saya bisa menjaga kepercayaan kamu," jelas Hellena yang disambut dengan tawah dari Giordano.
" Saya cuman ngetes kamu doang," lirih Giordano
" Iihh dasar nyebalin bangat!
Syukur yah kamu jauh, coba saja kalau dekat sudah saya gigit kamu." ucap Hellena.
" Yakin mau gigit saya? Emang kamu berani?" goda Giordano sambil tertawa.
" Yah beranilah! Sama kamu doang," lirih Hellena.
" Hahahha.... Yang ada malah saya yang gigitin kamu kalau muka kamu menggemaskan kayak gitu," ucap Giordano.
Mereka berdua tertawa lepas. Tidak ada habisnya bahan obrolan yang mereka ceritakan hingga suara ketukan dipintu kamar Giordano terdengar.
"Iya," jawab Giordano sambil turun dari tempat tidurnya menuju pintuh lalu membukanya.
"Sudah waktunya mengumpul HP," ucap teman Giordano yang sedang bertugas mengumpulkan handphone mereka.
__ADS_1
"Ow iya, sebentar." ucap Giordano sambil masuk mengambil handphonenya yang ia letakan dinakas dan masih tersambung video call dengan Hellena.
" Elle... Sudah dulu yah. Handphonenya mau dikumpulkan. Sudah ditungguin sama petugasnya didepan kamar. Jangan Marah ya dan jangan rindu. I Love you Elle," ucap Giordano dengan tergesa-gesah yang langsung mematikan panggilan telepon dan menonaktifkan handphonenya untuk segera ia kumpulkan sebelum Hellena menjawabnya.
Setelah panggilan videonya putus, Hellena menarik napas lalu menghembuskan dengan berat. Diletakkan Hp diatas nakas lalu ia memiringkan tubuhnya untuk tidur. 30 menit sudah ia memejamkan mata namun tak kunjung nyenyak. Pikirannya masih berkelana memikirkan Giordano. Hellena mengubah posisi tidurnya berulang kali, berguling ke kiri dan ke kanan tapi tak kunjung nyenyak. Mata dan tubuhnya sangat lelah, tapi pikirannya malah sebaliknya sangat segar. Hellena menjadi frustasi dan stres sendiri. Ia bangun dari tidurnya lalu turun ke lantai dan mulai melakukan push up. Tujuannya untuk membuat tubuhnya semakin kelelahan supaya ia dapat segera tidur dengan nyenyak.
Hellena mulai kepanasan dan berkeringat akibat aksi push up malamnya. Ia berhenti lalu duduk merentangkan kakinya. Setelah napasnya kembali teratur, Hellena bangkit dari duduknya menuangkan segelas air lalu meneguk air tersebut hingga habis.
Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 10.30 malam. Hellena kembali rebahan untuk mengistirahatkan tubuhnya dan tidak lama ia sudah berlabu di alam mimpi.
Hellena terbangun pukul 06.00 pagi. Semalam tidurnya sangat pulas. Ia turun dari tempat tidur membasuh wajahnya agar sedikit lebih segar. Setelah itu ia merapikan kamarnya. Pagi ini Hellena ada jadwal kulia jam 7.30. Ia segera mandi dan bersiap. Tidak lupa ia sarapan dan minum segelas susu lalu berangkat ke kampusnya dengan angkot.
Saat turun dari angkot dan hendak menyebrang, Hellena melihat Lidwina sahabatnya juga baru tiba dan turun dari sebuah angkot yang ada dibelakang angkot yang ditumpangi oleh Hellena tadi.
"Lidwina!" panggil Hellena
Lidwina menoleh kearah sumber suara lalu menghampiri Hellena. Mereka menyebrang bersama. Setelah sampai diujung jalan Hellena dan Lidwina segera menuju ruangan kuliah.
"Kita kuliah diruangan berapa?" tanya Lidwina sambil berjalan.
Hellena juga lupa hari ini kulia diruangan berapa karena tadi yang buru-buru ia lupa melihat rosternya yang ia tempel dimading mini yang ada ditembok kamarnya.
Hellena segera membuka tasnya untuk melihat roster cadangan yang selalu ia simpan di binder kuliahnya sambil berjalan mengejar waktu. Maklum dosen yang akan memberi kuliah pagi ini merupakan salah satu dosen kiler. Jika terlambat maka dilarang masuk ke ruangan perkuliahan. Boleh mengikuti perkuliahan tetapi dengan mengintip dari luar kelas lewat jendela dan tetap dinyatakan tidak hadir di absensi kehadiran. Oleh karena itu Hellena dan Lidwina tidak ingin terlambat.
"Kita kuliah diruang A230 dilantai 3," ucap Hellena setelah melihat rosternya dan menyimpan kembali binder kuliahnya kedalam tas punggung miliknya.
Tinggal 10 menit lagi waktu mereka untuk sampai diruang. Hellena dan Lidwina berlari menaiki anak tangga dari lantai satu hingga lantai 3. Napas mereka sudah ngos-ngosan. Ditanggah tadi mereka bahkan bersenggolan dengan mahasiswa lain yang sedang menuju ruangan kuliah lainnya karena terburu-buru.
Hellena dan Lidwina berlari menuju ruangan kuliah dan syukurnya dosen mereka sedikit terlambat.
Bersambung.........
🌹🌹🌹🌹
Bagus tidak ya ceritanya.....
Setelah dibaca jangan lupa ya tinggalin jejak buat Author dengan beri Like, Vote, Rate serta koment ya🙏
__ADS_1