CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 16


__ADS_3

"Sudah tidur?" isi pesan balasan Hellena.


"Kalau kamu sudah tidur, biar besok saja baru saya ceritakan." pesan balasan Hellena lagi. Hellena memang berencana nanti besok dikampus baru ia ceritakan secara langsung pada Lidwina.


Namun karena Lidwina tak kunjung membalas pesannya, Hellena yakin Lidwina sudah tidur dan Hellena pun ikut mengistirahatkan tubuhnya.


Keesokan paginya Hellena bangun dengan aktifitas yang sama sebelum ke kampus.


Saat ia turun dari angkot dan hendak menuju ruang kelas, suara Lidwina memanggil Hellena dari arah taman. Lidwina terlihat sudah menunggu kedatangan Hellena sejak tadi. Karena kelas hari ini akan dimulai 30 menit lagi, jadi Hellena menghampiri Lidwina ditaman.


"Selamat pagi sahabatku yang cantik, manis dan baik hati," sapa Hellena saat duduk disamping Lidwina.


"Pagi juga. Ayo ceritakan sekarang!" Perintah Lidwina yang langsung to the point.


"Ya ampun pikirnya kamu udah lupa," ucap Hellena menepuk jidatnya.


"Mana mungkin saya lupa. Ayo ceritakan sudah," ucap Lidwina.


"Iya iya," jawab Hellena sambil terkekeh.


"Hari Minggu kemarin tuh kita ke pantai. Kan saya sudah cerita kemarin. Karena kita bermain air dan kejar-kejaran dipantai, yah akhirnya pakaian yang kita kenakan basah dan berpasir. Waktu kita pulang, Saya dan Giordano kedinginan diatas motor jadi kita berpelukan erat biar sedikit hangat. Nah pas tiba dikosan, kan tidak mungkin saya biarin Giordano pulang ke asrama Biara dengan pakaian yang basa kayak gitu. Jadi saya suruh Giordano bersihkan diri dulu dikosan saya terus pakai jaket punya saya. Kaos dan jaketnya yang basa ditinggalkan dikosan saya. Yah jadi saya mencuci dan menyimpannya." cerita Hellena


"Ouh saya kirain kamu ngapa-ngapain sama Giordano," lirih Hellena sambil terkekeh karena pikirannya sudah berlari kemana-mana.


"Dasar kamu. Tuh kepala kebanyakan isi kotoran sih makanya pikirannya udah yang tidak-tidak," dengus Hellena


"Ke kelas yuk. Tinggal 10 menit lagi nih," ucap Hellena setelah melirik jam yang ia kenakan.


Hellena dan Lidwina beranjak menuju kelas. Dikelas, teman-teman kelasnya sudah hadir semua. Tinggal mereka berdua yang paling terakhir datang. Ada 2 kursi kosong yang terletak paling sudut belakang untuk Hellena dan Lidwina tempati.

__ADS_1


"Aduh saya tidak bisa membaca tulisan dilayar kalau duduk disini, kejauhan." ucap Hellena yang matanya memang rabun, tetapi Ia tidak ingin memakai kaca mata atau softlens karena takut matanya menjadi ketergantungan dengan kedua alat bantu untuk melihat tersebut.


Dulu sewaktu Hellena masih disekolah menengah atas, ia pernah memakai kaca mata dan softlens. Karena keseringan memakainya, mata Hellena jadi sangat ketergantungan dengan kedua benda tersebut. Alhasil saat softlens miliknya terjatuh dan hilang dikamar mandi dan gagang kaca matanya pun patah karena ia yang gegabah dalam menyimpan benda tersebut, sehingga Hellena berangkat ke sekolah tanpa menggunakan kaca mata maupun softlens. Alhasil pandangan matanya sangat buram dan kabur. Bahkan teman sekolahnya yang saat itu berjalan bersamanya yang hanya berjarak 15 meter darinya pun tidak ia kenali. Dari situlah Hellena memutuskan untuk tidak memakai kaca mata atau softlens lagi kalau tidak dalam keadaan yang terdesak.


Hellena pun rajin meminum jus Wortel dan tomat buatan ibunya meski rasanya sangat tidak disukai Hellena sehingga matanya berangsur-angsur kembali normal meskipun belum sepenuhnya.


"Kamu tidak bawah kaca mata?" tanya Lidwina yang memang sudah tau kalau Hellena memiliki mata minus dan sering membawa kaca mata di dalam tasnya hanya untuk berjaga-jaga saat keadaan terdesak seperti saat ini.


"Tidak. Gara-gara kamu nih ajak ngobrol ditaman, akhirnya kayak gini kan. Padahal saya sudah datang pagi bangat," kesal Hellena


"Yah maaf," lirih Lidwina lagi.


Hellena bangun dari tempat duduknya, Ia mengangkat kursi yang ia duduk tadi menuju lorong pada barisan paling depan.


"Geser," ucap Hellena pada salah satu teman kelasnya setelah ia meletakan kursi yang ia bawah tadi agar masih ada sedikit lorong yang terbentuk setelah Hellena meletakan kursinya dibarisan tersebut.


"Sini!" panggil Hellena pada Lidwina sambil melambaikan tangannya pada Lidwina dan menunjuk dibaris dibelakangnya untuk Lidwina tempati. Lidwina pun bangun dari duduknya menyusul Hellena membentuk barisan baru tepat dibelakang Hellena.


Tidak lama setelah Lidwina membentuk barisan baru, Dosen pun masuk dan memulai kegiatan perkuliahan. Saat sedang asyik mengikuti perkuliahan, mata Hellena tak sengaja menangkap sosok Devan, senior yang pernah dan masih ia kagumi hingga saat ini sedang melewati kelasnya yang saat itu pintunya tidak ditutup sambil tersenyum pada Hellena saat tatapan mata mereka bertemu.


Hellena pun tersenyum balik hingga sosok Devan hilang tertutup tembok dinding kelas.


Selesai kuliah seperti biasa Hellena dan Lidwina menuju kantin. Hari ini jadwal perkuliahannya hanya 2 mata kuliah saja sehingga tidak sampai sore. Dikantin Evas, Rio, Rizky, Olin dan Rebeca yang merupakan teman baik dan seangkatan dengan Hellena dan Lidwina menghampiri Hellena dan Lidwina yang sedang duduk menunggu bakso dan Es jeruk pesanannya. Mereka duduk bergabung bersama Hellena dan Lidwina.


"Habis makan kita ke pantai yuk?" ajak Evas pada mereka semua.


"Memang kamu tidak ada kulia lanjutan?" tanya Rebeca


"Tidak." jawab Evas.

__ADS_1


"Terus yang lain?" timpal Rebeca lagi


"Sama. Kita kosong. Tidak ada jadwal kuliah lagi.


"Okelah kalau begitu kita ke pantai ramai-ramai yah," ucap Rebeca.


Bakso dan minuman yang Hellena dan Lidwina pesan sudah datang, begitupula dengan pesanan dari Rebeca, Evas dan teman-teman yang lainnya. Mereka segera melahapnya sambil berbincang-bincang. Setelah selesai makan, mereka segera menuju salah satu pantai yang letaknya tidak begitu jauh dari kampus mereka dan masih berada dalam kota setelah terlebih dahulu membayar makanan dan minuman yang mereka makan tadi.


Saat di Pantai Hellena tidak ingin bermain air laut. Ia takut nanti pakaiannya kembali basa seperti saat ia dan Giordano ke pantai. Hellena memilih bermain pasir membuat rumah-rumah dari pasir sambil menikmati angin yang bertiup sepoi-sepoi.


"Foto-foto yuk!" ajak Evas yang sudah mengeluarkan kamera Canon dari tasnya. Evas sengaja membawa kamera ke kampus hari ini karena memang ia sudah berencana akan ke pantai setelah selesai kuliah.


"Ayo," jawab Hellena yang bersemangat sambil mengebas-ngebas pasir yang lengket ditangannya. Lidwina dan teman-teman yang lain sudah bergabung dan mulai berpose dengan gaya masing-masing.


"Wow kren," ucap Evas setelah melihat-lihat foto mereka.


"Mana," Rizky dan Lidwina yang juga ingin melihat foto mereka.


"Wow bagus sekali," ucap Lidwina setelah melihat foto-foto tersebut.


"Nanti kirim ya," ucap Hellena dan Rebeca bersamaan setelah mereka bergantian melihat foto hasil potretan dari kamera milik Evas.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹


Bagus tidak ya ceritanya.....


Mohon dukungannya dong. Setelah dibaca jangan lupa tinggalin jejak buat Author yah🙏 biar semangat.

__ADS_1


__ADS_2