CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 20


__ADS_3

Hellena duduk di sebuah bangku yang disediakan ditempat tersebut, matanya memperhatikan pegawai yang menscan berkasnya sambil menunggu kedua sahabatnya Lidwina dan Rizky.


Beberapa menit kemudian Lidwina dan Rizky tiba dari arah yang berbeda. Lidwina tiba 5 menit kemudian baru Rizky pun tiba.


"Berkas punya kamu mana?" tanya Lidwina setelah ia dan Rizky menghampiri Hellena dan duduk di bangku disamping Hellena.


Rizky mengeluarkan berkasnya dari dalam tas dan menyerahkan pada Lidwina.


"Punya kamu mana?" tanya Lidwina lagi pada Hellena.


"Saya punya sudah sementara discan tuh," tunjuk Hellena ke arah pegawai yang sedang menscan berkas-berkasnya.


Mendengar ucapan Hellena, Lidwina langsung beranjak berdiri dan menghampiri pegawai yang bertugas menscan. Ia berdiri mengantri bersama Rizky. Setelah berkas milik Hellena selesai discan, petugas memanggil Hellena dan menyerahkannya pada Hellena lalu ia menerima berkas dari Lidwina dan menscan lagi.


Setelah selesai menscan berkas-berkas, Hellena, Lidwina dan Rizky bergegas menuju ke perpustakaan kampus. Tiba disana, mereka langsung masuk ke perpustakaan setelah terlebih dahulu mengisi absen data pengunjung perpustakaan.


"Duduk disana saja," tunjuk Hellena ke arah meja kosong disudut perpustakaan.


Mereka duduk dan Lidwina mengeluarkan laptop milik lalu menghidupkannya. Hellena menyerahkan flashdisk yang ia pegang pada Lidwina. File hasil scan tadi mereka simpan di flashdisk milik Hellena. Lidwina mencolok flashdisk tersebut pada laptopnya lalu mencopy berkas-berkas hasil scan ke album beasiswa yang ada di laptopnya yang berisi 3 buah Essay yang telah mereka kerjakan kemarin.


Jaringan internet sedang bagus-bagusnya, Lidwina mulai mengirim berkas-berkas beasiswa mereka bertiga melalui email mereka masing-masing. Hanya membutuhkan waktu setengah jam berkas mereka telah terkirim.


"Done, akhirnya." ucap Lidwina


"Berkas fisiknya dimasukan juga atau tidak nih?" tanya Hellena.


"Dimasukkan juga," jawab Lidwina.


"Kalau gitu kita masukan sekarang saja. karena saya masih mau ke apotik." ucap Hellena


Mereka bertiga lalu menuju loket penyerahan berkas fisik beasiswa, mengisi data pada kertas yang diberi petugas dan menyerahkan map yang berisi berkas-berkas kepada petugas.


"Kamu ke apotik mau ngapain?" tanya Lidwina pada Hellena ditengah langkah mereka menuruni tangga menuju lantai satu, karena perpustakaan kampus mereka berada dilantai 3.


"Mau beli beberapa vitamin saja soal tubuh saya sedang tidak fit dan sepertinya mau demam," ucap Hellena.


"Ow kalau gitu kita temanin kamu," ucap Rizky

__ADS_1


Mereka turun dan menuju apotik yang letaknya disamping kampus mereka. Lidwina dan Rizky ikut masuk ke dalam perpustakaan. Ketika Hellena menuju ke penjaga apotik, Lidwina dan Rizky malah menuju ke timbangan duduk yang ada dipojok apotik untuk menimbang berat badan mereka.


"Ah syukurlah berat badan saya normal," lirih Lidwina lalu berganti Rizky yang menimbang berat badannya juga.


"Sama berat badan kita," lirih Rizky yang melihat jarum pada timbangan menunjuk pada angka 50 sama seperti Lidwina tadi.


Hellena sudah selesai membeli vitamin. Ia juga ingin menimbang berat badannya. Hellena berjalan menuju neraca timbangan yang ada Lidwina dan Rizky lalu menimbang berat badannya juga.


"45 doang," gumam Hellena langsung turun dari neraca timbangan.


Mereka keluar dari apotik. " Berat badan kamu tadi berapa?" tanya Lidwina pada Hellena.


"45 kg, terus kalian?" tanya balik Hellena.


"50 kg."


"Berarti saya tidak kurus-kurus amat. Kamu berdua yang tinggi BB 50 kg jadi 45 kg untuk saya yang pendek masih skala normal dong," ucap Hellena.


Hellena memang jauh lebih pendek dari Lidwina dan Rizky. Hellena hanya memiliki tinggi badan 155 cm saja sedangkan Lidwina dan Rizky memiliki tinggi badan 167 cm.


"Kalian mau kemana setelah ini?" tanya Hellena pada kedua sahabatnya karena jam baru menunjukan pukul 11 siang.


"Kita mau ke kantin," jawab Rizky.


"Saya mau langsung pulang. Badan saya tidak enakan nih, mau istirahat." jawab Hellena.


Hellena langsung menghentikan sebuah angkot yang lewat didepannya,


"Daaa....," ucap Hellena lalu menaiki angkot tersebut menuju kosannya.


Ia turun didepan warung mba Hanum untuk membeli makan siangnya.


"Baru nongol lagi kamu Hellena," ucap mba Hanum


"Iya mba, kemarin aku masak sendiri." jawab Hellena sambil menerima bungkusan makanan yang ia pesan. Saya balik ya mba, badan saya lagi kurang fit nih," ucap Hellena yang dijawab dengan anggukan oleh mba Hanum.


Hubungan Hellena dan Gaven sudah sangat dekat dengan mba Hanum. Mungkin karena Gaven dan Hellena merupakan langganan tetap di warung milik mba Hanum. Mba Hanum juga sering memberikan korting harga untuk Hellena dan Gaven. Tiba dikosan, Hellena langsung tidur setelah menggantikan pakaiannya dengan pakaian rumahan dan meminum sekotak buavita.

__ADS_1


Setiap kali Hellena merasa badannya sedang tidak fit, maka ia akan membeli beberapa vitamin diapotik, buavita dan ultramilk untuk ia minum. Pasti setelah itu badannya akan kembali fit.


Mungkin karena badannya lemas makanya dalam sekejab saja Hellena sudah terlelap. Nanti bangun tidur baru ia makan siang dan meminum vitamin yang ia beli diapotik tadi.


Hellena tertidur sangat pulas. 1 jam kemudian baru ia terbangun karena perutnya yang lapar.


Hellena bangun dan langsung membuka bungkusan makanan yang ia beli tadi dan memakannya. Setelah itu ia meminum beberapa vitamin.


Ia duduk sebentar dikursi sambil menyadarkan tubuhnya. Badannya sudah sedikit lebih segar setelah beristirahat tadi tapi masih tetap lemah.


Hellena kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur. Ia hanya ingin tidur-tidur saja hari ini. Gaven pulang dari kampus lewat didepan kamar Hellena.


"Hellena sudah pulang," gumam Gaven yang melihat jendela kamar Hellena yang terbuka.


"Hellena kamu sudah pulang," panggil Gaven dari jendela.


"Iya Ven." jawab Hellena dengan lemah.


"Kamu kenapa?" tanya Gaven lagi


"Tidak Gaven. Cuman lemas aja," lirih Hellena sambil membukakan pintu untuk Gaven.


"Sudah beli obat?" tanya Gaven yang memang sahabat dekat Hellena dikosan.


"Sudah. Baru habis minum juga, mau istirahat lagi," jawab Hellena.


"Ow Ok," jawab Gaven dan berlalu menuju kamarnya. Gaven juga belum makan siang, perutnya sudah lapar jadi ia ingin segera ke kamar mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan dan segera makan, baru setelah itu ia menemani Hellena dikamar karena Hellena yang sedang tidak sehat.


Keadaan kosan sedang sepi karena semua anak kosan sedang keluar dengan aktifitas masing-masing. Ada yang sedang kuliah, ada yang sedang bekerja, dan ada pula yang kuliah sambil bekerja. Jadi kalau disiang hari keadaan kos sangat sepi. Kebetulan Gaven tidak ada perkuliahan lagi hari ini jadi ia langsung pulang ke kosan menemani Hellena.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹


Bagus tidak ya ceritanya.....


Mohon dukungannya dong. Setelah dibaca jangan lupa tinggalin jejak buat Author yah🙏 biar semangat.

__ADS_1


__ADS_2