CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 18


__ADS_3

"Terimakasih Pak," ucap Hellena setelah sampai dikelas yang hanya dijawab anggukan dari sang Dosen.


Selesai kuliah, Hellena langsung turun menuju ke kantin tanpa menunggu Lidwina. Perutnya sudah sangat lapar. Lidwina kaget saat ingin memanggil Hellena tapi Hellena sudah tidak ada.


"Hellena kemana?" tanya Lidwina pada salah satu teman kelasnya yang tadi duduk disamping Hellena.


"Sudah keluar," jawab temannya tersebut.


Karena tidak tau Hellena kemana, Lidwina akhirnya mengajak Rizky untuk turun ke kantin. Tiba dikantin mereka melihat Hellena sedang asyik melahap sepiring nasi kuning lengkap dengan lauknya serta segelas jus advokat kesukaannya.


"Nih anak menghilang dari kelas ternyata ke kantin toh," lirih Lidwina


Mereka langsung menghampiri Hellena yang sedang asyik makan tanpa menyadari kedatangan Lidwina dan Rizky.


"We!!" teriak Lidwina dan Rizky serentak sambil menepuk bahu Hellena


Hellena hanya menoleh sebentar lalu kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Lidwina dan Rizky sudah duduk disamping Hellena yang kebetulan masih kosong.


"Kamu makan kayak orang kelaparan yang tidak makan seminggu aja," tegur Rizky.


"Saya kelaparan sob," ucap Hellena setelah menyesap minumannya.


"Kamu tidak makan dari semalam?" tanya Rizky lagi. Sedangkan Lidwina sedang memesan makanan untuk dirinya dan Rizky.


"Makan. Cuman pagi tadi saya tidak sempat sarapan karena buru-buru sudah terlambat." jawab Hellena.


Lidwina sudah kembali duduk bersama mereka. Lidwina yang memesan 2 mangkok bakso dan 2 gelas pop ice untuknya dan Rizky sudah datang bersama pesanannya.


"Emang kamu bangun kesiangan sampai tidak sarapan?" timpal Lidwina yang memang sempat mendengar obrolan Hellena dan Rizky tadi.


"Iya. Saya bangun sudah jam setengah 7 tadi. Mandi aja gesit, siap pun tidak pake lama. Itu pun saya masih harus berlari sampai ngos-ngosan sejak turun dari angkot sampai ke lantai 3. Syukurnya tadi pa Dosen belum masuk. Nih badan saya lengket-lengket semua karena mandi keringat tadi." cerita Hellena.


"Kok bisa sampai bangun terlambat?" tanya Lidwina


"Tidak tahu, mungkin kecapean aja kemarin," ucap Hellena sambil mengedipkan bahunya.


"Tapi kita tidak," timpal Rizky.

__ADS_1


"Yah kan fisik kita berbeda," ucap Hellena.


Mereka melahap makanannya sambil diselingi dengan obrolan. Habis ini mereka masih ada 2 mata kuliah lagi. Masih ada jedah waktu 2 jam lagi untuk mata kuliah berikutnya.


"Antarin saya pulang yuk," pintah Hellena pada Lidwina yang memang ke kampus membawa sepeda motor.


"Kamu mau balik?" tanya Lidwina.


"Iya. Mau mandi lagi. Gerah dan lengket-lengket nih tubuh saya," ucap Hellena.


"Kalau gitu saya juga ikut dong," ucap Rizky.


"Boleh," jawab Hellena.


Mereka bertiga kemudian beranjak membayar makanan yang mereka makan tadi lalu menuju tempat parkir untuk mengambil sepeda motor dan melaju ke kosan Hellena. Diantara sahabat-sahabat Hellena, Lidwina, Rizky, dan Rebeca merupakan anak kota dari kota tempat Hellena menuntut Ilmu. Sedangkan Hellena, Evas, Olin dan yang lainnya anak dari kota kabupaten.


Mereka bertiga sudah sampai dikosan Hellena. Hellena membuka pintu kamarnya lalu masuk diikuti Lidwina dan Rizky. Hellena langsung masuk ke kamar mandi setelah meletakan tas dan mengambil handuk. Sedangkan Lidwina dan Hellena rebahan di ranjang milik Hellena sambil memainkan handphone.


15 menit kemudian Hellena sudah keluar dengan tubuh yang segar dan telah mengganti pakaiannya dengan yang baru. Ia mengeringkan rambutnya yang masih dibungkus dengan handuk.


"Masih ada cemilan?" tanya Lidwina yang sudah beranjak dari tempat tidur.


"Lapar lagi kamu?" tanya Rizky pada Lidwina.


"Iya," kekeh Lidwina.


"Sorry yah, saya tidak masak. Kita makan ngemil aja yah," ucap Hellena dari arah kamarnya.


"Emang sejak kapan kamu masak sendiri? Yang ada tuh kamu beli makanan diwarung mba Hanum setiap hari," sindir Lidwina yang memang sangat tahu kebiasaan sahabatnya Hellena.


"Ahh kamu memang sahabat paling tahu sudah," kekeh Hellena.


Lidwina mengeluarkan sekaleng biscuit Konguan dari lemari dan membuat 3 gelas Es teh untuk mereka bertiga lalu menyajikannya dimeja.


"Wah baik bangat kamu," ucap Rizky.


Hellena keluar dari kamarnya lalu bergabung bersama Lidwina dan Rizky yang sedang duduk makan cemilan sambil berbincang-bincang.


"Eh saya dengar nih kalau diperpustakaan kampus ada pembukaan beasiswa," ucap Lidwina.

__ADS_1


"Untuk umum atau ada persyaratan tertentu?" tanya Hellena antusias mendengar kata beasiswa


"Yang saya dengar sih katanya persyaratannya cuman punya IPK yang bagus." Ucap Lidwina.


"Wah kalau gitu kita ikut aja," ucap Hellena semangat.


"Oke dech, kalau begitu sebentar kita baca persyaratannya yang ditempel dipintu ruang perpustakaan," putus Lidwina yang dijawab dengan anggukan dari Hellena dan Rizky.


"Eh lagi 30 menit mau kuliah nih," ucap Rizky yang melihat jam dipergelangan tangannya.


Hellena segera menyimpan kembali kaleng biscuit Konguan dilemari dan gelas kotor ditempat cuci. Mereka bertiga kemudian beranjak kembali ke kampus.


Sampai di kampus, Hellena, Lidwina, dan Rizky terlebih dahulu ke perpustakaan untuk membaca persyaratan apa saja untuk dapat mengikuti beasiswa. Kebetulan perpustakaan terletak dilantai 3 sama dengan ruangan kuliah mereka jadi tidak butuh waktu yang lama untuk kembali ke kelas.


Setelah mencatat beberapa persyaratan beasiswa tersebut, mereka lalu kembali ke kelas.


"Bagaimana kalau Kita daftar sekarang saja sambil menunggu dosen masuk, kebetulan saya bawah laptop nih," ucap Lidwina ditengah perjalanan mereka menuju kelas.


"Oke, setuju." jawab Hellena.


Hellena dan Lidwina memang paling semangat kalau mendengar ada pembukaan beasiswa. Mereka ingin membantu orang tuanya dengan mendapatkan beasiswa. Berbeda dengan Rizky yang selalu slow respon.


Setibanya dikelas, Lidwina langsung mengeluarkan laptopnya dari tas dan menghidupkannya. Suasana dikelas masih belum ramai karena baru beberapa teman kelas yang sudah datang. Kebetulan WiFi di lantai 3 sedang dihidupkan, Lidwina mulai mencari beberapa contoh essay yang ada di internet. Karena salah satu persyaratannya adalah membuat Essay. Setelah membaca beberapa contoh essay yang ada, mereka bertiga memutuskan mulai membuat Essay. Mulai yang pertama untuk Lidwina, setelah itu untuk Hellena, baru yang terakhir untuk Rizky.


Mereka selesai membuat Essay tepat setelah dosen masuk ke ruang kelas.


"Oke fix ini saya simpan di folder ini yah, ingat sebentar habis kuliah lengkapi persyaratan yang lain dirumah ow, besok nanti kita scan bersama karena harus kirim lewat email.


"Oke," lirih Hellena karena dosen mereka sudah memulai perkuliahan.


Mereka kuliah selama 1 setengah jam. Setelah selesai kuliah mereka langsung pulang ke rumah masing-masing karena ingin melengkapi persyaratan beasiswa.


"Ay gimana nih, saya pakai tagihan listrik yang mana punya nih? kosan punya atau yang dirumah saya dikampung?" tanya Hellena melalui telepon pada Lidwina karena ia sangat bingung.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹


Bagus tidak ya ceritanya.....

__ADS_1


Mohon dukungannya dong. Setelah dibaca jangan lupa tinggalin jejak buat Author yah🙏 biar semangat.


__ADS_2