CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 23


__ADS_3

Pagi ini Hellena sudah bangun. Ia bangun dengan sendirinya tanpa perlu dibangunkan oleh suara alarm atau suara teriakan Gaven seperti biasanya di Minggu pagi. Ia terlihat begitu semangat. Padahal jam baru menunjukan pukul 04.30 pagi.


Biasanya setiap hari Minggu pagi, Hellena akan bangun karena bunyi alarm yang ia setel pada pukul 05.00 pagi atau karena suara teriakan Gaven pada jam yang sama setelah alarmnya berdering.


Hellena terlalu bersemangat untuk bertemu Giordano pada hari ini. Tadi setelah bangun, Hellena langsung membersihkan dan merapikan kamarnya, baru setelah itu ia membersihkan diri dan bersiap-siap ke gereja mengikuti ibadat pagi seperti biasanya setiap hari Minggu.


Hellena sudah bersih, rapi dan wangi. jam sudah menunjukan pukul setengah 6 pagi. Hellena masih menunggu Gaven yang sedang bersiap, biasanya mereka akan berangkat pukul 6 kurang 15 menit karena ibadat misa pagi di gereja mulai pukul 6 pagi. Baru 5 menit Hellena menunggu, Gaven sudah muncul.


"Tumben kamu yang tungguin saya, biasanya saya yang selalu menunggu kamu," ucap Gaven saat mereka berjalan mencari angkot.


"Karena saya bangun lebih pagi hari ini. Saya bangun pukul 4.30 pagi," ucap Hellena dengan kekehan kecil.


"Tingkatkan anak kebiasaan baik itu," lirih Gaven. Saat mereka tiba di jalanan umum, sebuah angkot kosong berhenti, Hellena dan Gaven langsung naik dan angkot segera melaju. 15 menit saja waktu tempuhnya, mereka sudah tiba. Gaven dan Hellena turun dari angkot yang telah mereka bayar dan segera berjalan masuk ke gereja.


Satu setengah jam mereka mengikuti ibadat misa pagi, setelah selesai Hellena dan Gaven langsung pulang ke kosan mereka dengan berjalan kaki beramai-ramai bersama umat yang lain. Mereka sempat membeli beberapa jajanan pasar yang dijual pedagang kaki lima di sepanjang jalan yang mereka lewati untuk sarapan pagi.


Hellena membeli jajanan lebih banyak dari porsi yang biasanya ia beli.


"Ada tamu?" tanya Gaven yang melihat tentengan kresek yang dipegang Hellena penuh dengan jajanan pasar.


"Biasa..." jawab Hellena dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Siapa?" tanya Gaven lagi yang belum konek akan jawaban Hellena.


"Ih sengaja mati, purah-purah gak tahu." lirih Hellena


"Oh...itu," ucap Gaven dengan kekehan kecil setelah mengerti siapa yang dimaksudkan Hellena.


"Pantasan aja tadi bangun pagi-pagi dan semangat bangat, ternyata.... dan ternyata toh..." goda Gaven.

__ADS_1


"Biasa rajin bangun pagi dadakan dalam rangka....," lirih Hellena dengan masih terkekeh.


Hellena dan Gaven terus berjalan sambil bercerita, beberapa umat yang tadi berjalan bersama mereka sudah belok menuju rumah masing-masing. Tinggal Hellena dan Lidwina saja. Karena asyik bercerita, tidak sadar mereka sudah tiba.


Gaven langsung menuju kamarnya tanpa singgah dikamar Hellena. Hellena masuk ke kamarnya, mengganti pakaian dan membuat segelas energen untuk sarapan paginya bersama beberapa jajanan pasar yang tadi ia beli.


Hellena tidak tau Giordano akan datang jam berapa, setelah selesai sarapan karena kamarnya telah ia bersihkan pagi tadi, Hellena mengambil tumpukan pakaian kotor yang sudah ia tumpuk selama seminggu ini untuk ia cuci.


****


Giordano yang habis mengikuti misa pagi di biara langsung kembali ke kamarnya. Setelah mengganti pakaian gerejanya dengan pakaian santai, Giordano segera menuju ruang makan untuk sarapan bersama teman-teman biara yang lainnya. Giordano sudah melaju dengan sepeda motor menuju kosan Hellena.


Perjalanan dari asrama biara menuju kosan Hellena hanya membutuhkan waktu 30 menit saja bila tidak macet. Giordano belum menghubungi Hellena pagi ini. Ia ingin kedatangannya sebagai kejutan.


Tepat pukul 10 pagi ia tiba dikosan Hellena. Hellena yang memang sudah hafal bunyi sepeda motor milik Giordano langsung beranjak dari tempat cucian menuju pintu gerbang untuk memastikan Giordano atau bukan.


Giordano yang melihat Hellena mengintipnya dari balik pintu gerbang langsung tersenyum manis. Hellena langsung membukakan pintu gerbang dengan senyum yang mengembang diwajahnya, mempersilakan Giordano masuk untuk memarkirkan motornya ditempat parkir kosan.


"Hellena... Sudah selesai cuci belum? Kak mau pakai ember cuci nih," tanya kak Rangga dengan sedikit berteriak dari tempat cuci agar di dengar Hellena.


Hellena tersentak kaget. "Sudah kak, tinggal di jemur, tunggu sebentar." jawab Hellena


"Sudah sana jemur dulu cuciannya," ucap Giordano. Hellena langsung beranjak menuju jemuran untuk menjemur cuciannya. Setelah itu ember tersebut langsung ia serahkan ke kak Rangga.


"Sudah selesai?" tanya Giordano saat Hellena kembali duduk disampingnya.


"Sudah," ucap Hellena sambil mengeringkan tangannya dengan tissue. Penampilan Hellena sangat natural dengan beberapa anak rambut yang terlepas dari ikatan dan terurai. Wajah yang sedikit berkeringat karena baru selesai menjemur pakaian. Hal itu sangat di sukai Giordano. Giordano suka melihat Hellena dalam keadaan sederhana seperti itu.


"Kamu cantik," ucap Giordano sambil memandang lekat wajah Hellena.

__ADS_1


"Ah gombal. Mana ada saya cantik dalam keadaan keringatan dan rambut yang acak-acakan begini," ucap Hellena yang tidak percaya dengan ucapan Giordano.


"Benar, kamu sangat cantik seperti ini Elle. Saya suka liat kamu yang sederhana seperti ini." jawab Giordano yang berhasil membuat pipi Hellena merona merah dan senang mendapat pujian dari Giordano.


Hellena meninggalkan Giordano sebentar. Ia masuk ke kamar membersihkan wajahnya yang sedikit berkeringat dengan tissue basa dan menyisir rapi rambutnya lalu keluar menuju dapur membuatkan 2 cangkir teh dan mengambil beberapa kue yang ia beli saat pulang gereja tadi pada Napan untuk Ia dan Giordano.


"Tidak usah repot-repot sayang," ucap Giordano yang melihat Hellena meletakan Napan yang berisi 2 cangkir teh dan beberapa kue di meja di depannya.


"Tidak repot Gio. Ayo minum dulu," ucap Hellena mempersilakan Giordano meminum teh buatannya.


"Bagaimana ujiannya?" tanya Giordano setelah Hellena kembali duduk disampingnya.


"Baik sayang. Cuman belum tau hasilnya bagaimana," ucap Hellena.


"Tapi kamu yakinkan Elle kalau hasil ujianmu bagus?" tanya Giordano lagi.


"Saya sudah mengerjakan dengan baik sayang dan saya yakin nilai saya bagus kok nanti," jawab Hellena penuh rasa percaya diri.


"Beneran? kalau hasilnya jelek gimana?" ucap Giordano lagi menguji Hellena


"Tidak kok Gio. Saya yakin nilai ujian saya bagus." Jawab Hellena. "Kalau ujian kamu gimana sayang?" tanya balik Hellena pada Giordano


"Hasil ujian saya pasti bagus sayang," ucap Giordano penuh percaya diri.


"Awas yah kalau nilainya jelek!" ancam Hellena.


Giordano terkekeh mendengar ancaman Hellena.


"Awas apa?" goda Giordano. Ia memang suka sekali menggoda Hellena karena ekspresi Hellena sangat menggemaskan menurutnya saat ia goda.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2