
"Nonton film aja ah, Gaven masih lama mandinya," gumam Hellena setelah membereskan mejanya sambil menunggu Gaven mandi.
Baru sebentar saja ia nonton Gaven sudah muncul di ambang pintu kamar.
"Hellena ayo," ajak Gaven. Melihat Gaven yang sudah menunggunya, Hellena langsung mematikan laptopnya.
Kedua menuju warung mba Hanum untuk membeli makan. Hellena hanya menemani Gaven saja, karena ia sudah membelinya tadi bersama Lidwina.
"Sudah keluar jadwal praktikumnya?" tanya Gaven ditengah obrolan mereka menunggu mba Hanum membungkus makanan yang dipesan.
"Sudah. Lusa sudah mulai praktikum," jawab Hellena sambil memainkan ponselnya.
"Kamu benaran tidak pulang liburan ini?" tanya Gaven memastikan lagi setelah obrolan mereka kapan hari.
"Tidak. Bagaimana mau pulang, jadwal praktikum saja baru keluar hari ini dan lusa baru mulai praktikum. Itu pun baru satu mata kuliah. Sedangkan mata kuliah praktikum ada 4 Masih ada 3 lagi yang belum keluar jadwal." tutur Hellena lesu.
Memang sudah seperti biasanya setiap semester program studi yang di ambil Hellena tidak pernah libur. Dan kalau pun libur paling lama 2 Minggu saja. Sedangkan program studi dan fakultas lain bisa libur sampe 2 bulan.
Belum lagi setelah praktikum mereka harus mengerjakan berlembar-lembar laporan hasil sebanyak jumlah judul praktikum yang mereka lakukan. Satu mata kuliah saja bisa 5 sampai 6 judul, apa lagi 4 mata kuliah. Belum lagi kalau sang dosen mata kuliah meminta laporannya harus ditulis tangan untuk menghindari kegiatan copy paste.
Bisa-bisa setelah selesai praktikum tangan semua pada kriting dan mati rasa. Bersyukur kalau dosennya ada yang meminta laporannya di ketik saja.
Gaven hanya menarik napas mendengar penuturan Hellena. Program studi yang di ambil Gaven memang memiliki mata kuliah praktikum, tapi tidak sebanyak yang Hellena tuturkan.
Asyik bercerita tidak disangka mereka sudah sampai di kos. Tadi setelah menerima bungkusan makanan dari mba Hanum keduanya langsung kembali pulang ke kos sambil terus bercerita.
"Saya langsung ke kamar ya," ucap Gaven yang dijawab anggukan dari Hellena. Hellena sendiri langsung masuk ke kamarnya untuk lanjut menonton film yang sempat tertunda tadi.
Diliriknya handphonenya yang tergelatak disampingnya, masih belum ada tanda-tanda Giordano membaca atau membalas whatsapp yang ia kirim.
Hellena kembali menonton. Rasa hatinya sepi sekali, padahal Giordano baru juga pulang sehari. Hellena maunya dekat-dekat terus dengan Giordano. Namanya juga anak muda yang sedang jatuh cinta. Tidak mau jauh-jauh. Jauh sedikit hatinya sudah terasa hampa.
Saking memikirkan Giordano, Hellena malah tidak konsen nonton film. Matanya saja yang menatap layar laptop dimana film diputarkan, tapi ekor matanya selalu melirik ke arah handphonenya dan pikirannya sudah melayang entah kemana.
Nada dering telepon yang berdering dengan kencang mengagetkan Hellena seketika. Ia sampai mengelus-elus dadanya saking kagetnya.
__ADS_1
"Gio telepon," sorak Hellena dengan wajah yang sumringah. Langsung saja ia mengangkat panggilan tersebut tanpa menunggu lama.
"Halo sayang," panggil Hellena dengan semangat yang menggebu-gebu dan senyum yang merekah di wajahnya saat mengangkat panggilan panggilan Video tersebut.
Sederet rasa kesalnya karena Giordano yang tak kunjung membalas pesannya ia luapkan begitu saja. Giordano pun harus menjelaskan perlahan alasan mengapa ia baru menghubungi sekarang dan membiarkan Hellena meluapkan rasa kesalnya.
"Sayang sedang apa?" tanya Giordano mengalihkan topik kekesalan Hellena.
"Sedang nonton," jawab Hellena yang langsung memutar kameranya ke kamera belakang dan mengarah ke layar laptop yang ia kasih pause. Setelah itu ia memutar ke kamera depan.
Giordano rupanya sedang berada di dalam kamar tidurnya dari yang Hellena liat.
"Gio sendirian di kamar?" tanya Hellena memastikan.
"Iya. Kan kamu disitu sayang." Gombal Giordano.
"Ih ditanya serius malah gombal," ucap Hellena dengan wajah yang bersemu merah.
"Hehehe.... Kan memang begitu sayang. Kamu disitu, ya jelas saya sendiri dikamar ini," ucap Giordano menggoda Hellena.
"Ih apa sih..." ucap Hellena dengan bibir yang mengerucut.
"Diluar. Mau kenalan sama bapak dan mama?" goda Giordano.
"Mau.... Tapi takut sayang." ucap Hellena yang mulai grogi dan gugup bagaimana kalau Giordano benaran menyerahkan handphone ke orang tuanya untuk bicara dengan Hellena.
"Kenapa takut?" tanya Giordano lagi.
"Nanti saya di ceramain dari A sampai Z sama papa dan mama kamu karena sudah menggoda kamu, Gio." ucap Hellena dengan wajah serius.
Giordano malah terkekeh dan merasa geli sendiri mendengar ucapan Hellena tersebut.
"Menggoda yang bagaimana?" goda Giordano.
Hellena menarik napas dan menghembuskan perlahan. "Kan kamu frater," ucap Hellena yang langsung disambar dengan kekehan dari keduanya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Kan saya mau," ucap Giordano dengan tawa riang.
"Mau ngomong sama mama? Biar saya panggil mama," ucap Giordano sambil turun dari ranjangnya menuju pintu kamar untuk menemui mamanya.
"Tidak Gio!" teriak Hellena serentak karena belum siap buat berkenalan dengan calon ibu mertuanya. Jantungnya malah sudah berdegup kencang bahkan bisa di dengar oleh Giordano saking gugupnya.
Giordano terkekeh geli melihat ekspresi Hellena yang gugup sangat menggemaskan.
"Tadi bilng mau ngomong," goda Giordano lagi dengan wajah yang dibuat sedikit manja dan terlihat sangat menggemaskan bagi Hellena.
"Ih Gio...... Kan cuman tanya doang. Berhenti menggoda terus," ucap Hellena gemas.
Keduanya tertawa nyaring melepaskan rindu yang sudah menggebu padahal baru sehari saja mereka berpisah.
"Elle... Sudah dulu ya, mama ada panggil ni," ucap Giordano setelah mendengar suara mamanya yang memanggilnya untuk segera keluar dari kamar.
Dengan hati yang berat terpaksa Hellena mengiyakan ucapan Giordano. Padahal ia tidak rela untuk mengakhiri panggilan tersebut. Ia maunya dengar suara Giordano terus.
Keduanya pun mengakhiri panggilan video tersebut dengan wajah yang sumringah dan hati yang berbunga-bunga, meskipun Hellena tidak ikhlas.
Tidak terasa jam sudah menunjukan pukul setengah 8 malam. Giordano keluar dari kamar menuju meja makan untuk makan malam. Kedua orang tua dan adiknya sudah menunggunya di meja makan.
Demikian juga Hellena. Setelah mengakhiri panggilan video dengan Giordano, ia langsung makan malam sendiri di kamarnya sambil memutar kembali film yang tadi sempat ia pause.
Ia makan sambil senyum-senyum sendiri memikirkan obrolan videonya dengan Giordano barusan. Selesai menghabiskan makan malamnya Hellena masih lanjut menonton film. Besok ia bebas, tidak ke kampus karena jadwal praktikum mulai nanti lusa.
Serius menonton film, tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 22.00 malam. Handphonenya tiba-tiba berdering. Ada panggilan masuk dari Giordano.
"Elle belum tidur sudah jam segini?" tanya Giordano yang melihat Hellena online terus sehingga ia langsung Video call.
"Belum sayang. Kok tau saya belum tidur?" tanya balik Hellena.
"Itu karena saya liat kamu online terus loh," ucap Giordano.
Hellena kaget karena ia lupa mematikan data internetnya tadi setelah video call dengan Giordano.
__ADS_1
"Sudah mau tidur kok ini. Tadi masih lanjutin nonton film yang tadi saya pause," ucap Hellena.
Bersambung......