CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 7


__ADS_3

Giordano sengaja mengerjai Hellena. Ia ingin membuat Hellena uring-uringan, dengan membatalkan rencana kunjungannya besok. Giordano ingin memberikan kejutan untuk Hellena.


" Iihh jangan dibatalkan sayang!


Saya rindu.


Rindu bangat kamu."


Namun pesan yang Hellena kirim hanya dicentang satu. Dilihatnya Giordano sudah off.


Hellena mulai uring-uringan karena tujuannya ingin membuat Giordano kesal. Tetapi malah dirinya yang dibuat kesal.


1 menit kemudian Hellena mengirim pesan.


" Gio....???" panggil Hellena, namun tetap dicentang satu


3 menit kemudian Hellena mencoba mengirim pesan lagi.


"Sayang????"


Tetapi tetap tidak dibalas oleh Giordano. Hellena lalu pamit pada teman-temannya untuk kembali ke kamar.


Ditunggunya hingga 15 menit, namun tetap saja tidak ada balasan. Hellena benar-benar dibuat kesal oleh Giordano. Saking kesalnya, perasaan Hellena menjadi sesak dan ia pun menangis.


Hellena lalu menonaktifkan handphonenya, kemudian Ia lempar ke dalam keranjang yang berisi tumpukan pakayan kotornya.


Hellena memutar beberapa lagu mellow yang ada dilaptopnya. Sambil mendengarkan lagu, Ia mulai berpikir jauh dan berkhayal hal yang tidak-tidak tentang hubungannya dengan Giordano. Pikiran dan khayalannya malah membuat perasaannya semakin tidak menentuh. Air matanya mengalir semakin deras membasahi bantal. Ia menangis dalam diam.


Setelah puas menangis, Hellena bangun dan mematikan laptopnya lalu tidur.


****


Giordano kembali membuka akun medsosnya. Ia membaca beberapa pesan yang Hellena kirim lalu tersenyum penuh kemenangan, karena berhasil membuat Hellena kesal. Ia tidak membalas satu pesan pun. Giordano menutup akunnya dan beristirahat.

__ADS_1


****


Pagi ini Hellena terbangun karena suara berisik dari alarm yang ia setel pada jam Beker yang ada di nakas disamping tempat tidurnya.


Hellena selalu susah untuk bangun pagi. Oleh karena itu ia menyetel alarm untuk membangunkannya setiap pagi.


Matanya masih berat. Ia meraih alarm yang ada nakas lalu mematikannya. Hellena membuka matanya yang masih berat, dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 05.00 pagi.


Ia segera bangun, membereskan tempat tidurnya lalu menuju kamar mandi dengan masih menguap lebar.


Disentuhnya air. "uuhh dingin sekali kayak air Es," ucap Hellena. Ia ingin mandi, namun rasa dingin membuatnya ragu. Ia malah menjadi bengong didalam kamar mandi.


Suara Gaven dari luar yang mengetuk pintu dan memanggil namanya membuyarkan lamunan Hellena.


" Iya Gaven. Saya sudah bangun!!" teriak Hellena dari dalam kamar mandi menjawab panggilan Gaven.


Setiap hari Minggu pagi Gaven selalu membangunkan Hellena untuk ke gereja bersama-sama, bila ia merasa Hellena belum bangun.


Gaven dan Hellena mempunyai agama dan keyakinan yang sama, sehingga mereka selalu ke gereja bersama.


Setelah menjawab panggilan Gaven, Hellena langsung menyiram tubuhnya dengan air.


" Byaarrrr....." lirih Hellena saat air menyentuh tubuhnya.


Hellena mandi secepat kilat. Tidak sampai 10 menit ia sudah selesai mandi, karena airnya sangat dingin. Ia membungkus tubuhnya dengan handuk lalu keluar untuk bersiap ke gereja.


Kurang 15 menit jam 06.00, Hellena dan Gaven sudah berangkat menuju gereja dengan menggunakan angkot. Jarak dari kosan mereka ke gereja tidak jauh. Hanya ditempuh dengan angkot dalam waktu 10 menit sudah sampai.


Setelah sampai, Hellena dan Gaven segera turun dari angkot yang sebelumnya telah mereka bayar ongkosnya lalu masuk ke dalam gereja untuk mengikuti ibadat.


.


.

__ADS_1


.


Setelah pulang dari Gereja, Hellena melakukan aktifitas paginya membersihkan kamar dan sarapan. Lalu ia mengeluarkan tumpukan pakayan kotornya yang sudah ia tumpuk selama seminggu untuk dicuci.


Hellena lupa untuk mengaktifkan kembali handphonenya yang semalam ia nonaktifkan saking kesalnya dengan Giordano. Lalu Hellena sibuk mencuci pakaiannya.


****


Di Biara, Giordano sudah bersiap untuk bertemu Hellena. Ia segera mengambil handphonenya yang dikumpulkan minggu lalu diruangan kepala asrama lalu mengaktifkannya. Setelah kembali ke kamar, Ia menelpon Hellena. Namun nomor yang ia tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan.


"Ahh mungkin jaringan lagi buruk." batin Giordano.


Ia coba menghubungi lagi sampai tiga kali tapi tetap saja nomor yang ia tuju tidak aktif.


" Mungkin Hellena masih kesal," lirih Giordano.


Giordano segera keluar meninggalkan asrama lalu menuju kosan Hellena dengan menggunakan sepeda motor.


Sampai dikosan Hellena, Giordano memarkirkan motornya disamping pintu gerbang kos lalu masuk menemui Hellena. Dilihatnya Hellena sedang asyik mencuci dan tidak menyadari kedatangan Giordano.


Hellena mencuci pakaian ditempat pencucian umum untuk anak kos yang ada dikosannya. Jaraknya hanya 10 meter dari kamar Hellena.


Beberapa teman kos Hellena yang melihat kedatangan Giordano ingin menyampaikan pada Hellena. Namun Giordano memberi isyarat dengan jari tangannya agar jangan memberitahu Hellena.


Giordano duduk disebuah kursi yang ada didepan kamar Hellena dan mengamati Hellena yang sedang sibuk mencuci.


Wajah Hellena terlihat polos tanpa memakai riasan apa pun. Beberapa bulir keringat terlihat membasahi dahinya.


Selesai mencuci pakaian dan membilasnya dengan air bersih. Hellena berniat mengambil hanger yang ada dikamarnya untuk menjemur pakaian. Namun ia kaget saat berbalik, tatapan matanya mendapati Giordano sedang duduk didepan kamarnya sambil mengamatinya. Hellena hampir terpeleset karena lantai yang licin serta rasa kagetnya saat melihat Giordano.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bagus tidak ya ceritanya.....


Setelah dibaca jangan lupa ya tinggalin jejak buat Author dengan beri Like, Vote, Rate serta koment ya🙏


__ADS_2