
"Benaran kamu sudah makan sayang?" tanya mama Giordano memastikan kalau anaknya tidak bohong.
"Iya ma. Oh iya ma itu ada ole-ole di kardus yang saya bawah tadi untuk mama dan papa juga untuk Livia dan Kikan," ucap Giordano memberitahu mamanya.
"Yes," teriak Livia dan Kikan senang penuh semangat dan langsung beranjak berdiri untuk membuka kedua kardus yang dibawah Giordano tadi mencari ole-ole dari sang kakak untuk mereka berdua.
Livia dan Kikan masing-masing mendapat sepasang baju sesuai warna kesukaan masing-masing.
"Terimakasih kakakku yang tampan dan baik hati untuk ole-olenya," ucap Livia dan Kikan bersamaan dan langsung berlari menuju kamar mereka untuk mencobanya.
Giordano tersenyum senang saat melihat kedua adiknya yang antusias dan suka dengan ole-ole sederhana yang ia bawakan.
Tidak sampai 3 menit Livia dan Kikan sudah keluar dengan mengenakan baju yang merupakan ole-ole dari Giordano tadi.
"Kak bajunya bagus dan pas di badan," ucap Livia.
"Kak Giordano seleranya bagus juga yah pilih baju buat kita," timpal Kikan.
"Iya dong. Kan mata kakak jeli loh dalam memilih," ucap Giordano senang meskipun saat membeli ole-ole tersebut di temani oleh Hellena dan Hellena banyak membantunya dalam memilih barang.
"Makasih yah kak,"ucap Livia dan Kikan memeluk sang kakak, setelah itu keduanya langsung kembali menuju kamar mereka. Livia dan Kikan tidur sekamar.
"Oh ya ma Giordano mau istirahat dulu ma mau tidur sebentar," ucap Giordano setelah meletakan gelas minumnya di tempat cuci di dapur dan di jawab dengan anggukan dari sang mama.
Giordano lalu menuju kamarnya untuk beristirahat.
"Eh saya belum memberi kabar ke Elle kalo sudah sampai," gumam Giordano sambil bangkit dari tempat tidur untuk mengambil handphonenya yang masih tersimpan dalam tasnya.
"Elle.... Saya sudah sampai dirumah," isi pesan Giordano.
Hellena masih tertidur pulas bersama Lidwina dan tidak mendengar deringan notif pesan masuk dari handphonenya.
Setelah mengirim pesan kepada Hellena Giordano kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil menunggu pesan balasan dari Hellena. Namun karena setelah beberapa menit Hellena tak kunjung membalas pesannya, Giordano akhirnya terlelap.
****
Lidwina terbangun dari tidurnya lalu mengambil handphonenya mengecek jam. "
"Ha sudah jam 5 sore!" kaget Lidwina karena mereka sudah tertidur selama 2 jam. Lidwina langsung membangunkan Hellena dengan menggoyang-goyang pundak Hellena .
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Hellena dengan suara serak khas bangun tidur dan mata yang masih berat.
"Udah sore, bangun sudah," ucap Lidwina yang sudah bangkit dan duduk bersandar pada dinding kamar kos.
"Jam berapa sekarang?" tanya Hellena yang masih malas untuk beranjak sambil menguap lebar.
"Sudah jam 5. Bangun sudah," ucap Lidwina yang langsung bangkit menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
"Ha jam 5!" kaget Hellena langsung bangkit berdiri meraih handphonenya yang ia lepas di meja bersama jurnal praktikumnya untuk mengecek apakah Giordano sudah mengabarinya atau belum.
"Syukurlah Gio sudah sampai," gumam Hellena dan langsung menelpon balik Giordano.
Namun panggilannya tidak diangkat oleh Giordano. Hellena menelpon sekali lagi dan di panggilan keduanya Giordano menjawab panggilannya dengan suara serak khas baru bangun tidur.
"Hallo Elle..." ucap Giordano
"Sayang tidur?" tanya Hellena
"Iya sayang. Baru bangun karena bunyi deringan hndphone kamu yang menelpon," tutur Giordano.
"Aduh maaf sayang, saya membangunkan kamu," ucap Hellena merasa bersalah karena telah membangunkan Giordano.
"Iya. Tadi saya ada tidur bersama Lidwina setelah selesai menulis jurnal praktikum," tutur Hellena.
"Oh Lidwina ke kosan kamu?" tanya Giordano
"Iya sayang. Tadi setelah dari kampus cek jadwal praktikum, Lidwina langsung ikut pulang bersama saya untuk membuat jurnal praktikum bersama." tutur Hellena
"Sayang tiba di rumah jam berapa tadi?"tanya Hellena.
"Jam setengah 3 sore sayang," jawab Giordano.
"Oh iya sayang saya mau mandi nih, titip salam buat bapak sama mama yah," ucap Hellena setelah itu langsung mengakhiri panggilan teleponnya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena Lidwina sudah keluar dari kamar mandi.
"Kamu telepon siapa?" tanya Lidwina yang baru keluar dari kamar mandi.
"Telepon Gio. Gio sudah sampai di rumah dari jam setengah 3 tadi katanya." ucap Hellena yang dijawab "Oh..." dari Lidwina.
Hellena lalu masuk ke kamar mandi membersihkan diri, karena ia ingin mengantar Lidwina menunggu angkot dan membeli makan malam untuknya di warung mba Hanum.
__ADS_1
Setelah Hellena masuk ke kamar mandi, Lidwina memasukan buku-bukunya ke dalam tasnya bersama dengan jurnal praktikum miliknya, baru setelah itu ia menyisir rambut dan memoleskan sedikit pelembab dan bedak serta lipstik diwajahnya. Sambil menunggu Hellena mandi Lidwina membuat 2 cangkir susu untuknya dan Hellena.
15 menit Hellena mandi, ia keluar dengan wajah yang segar dan sudah mengenakan pakaian yang tadi ia bawah masuk ke dalam kamar mandi.
Hellena mengeringkan rambutnya yang ia bungkus dengan handuk lalu memoleskan sedikit wajahnya dengan pelembab dan bedak serta lipstik.
"Hellena ayo, nanti susunya dingin ni," ucap Lidwina memanggil Hellena agar segera meminum susu miliknya yang sudah mendingin.
"Iya sebentar," jawab Hellena sambil merapikan riasan.
Hellena dan Lidwina menghabiskan segelas susu masing-masing dan sebungkus biscuit baru setelah itu Hellena mengantar Lidwina sekalian membeli makan malam untuknya.
"Hellena, kamu dari mana?" tanya Gaven yang kebetulan lewat di depan kosan dan melihat Hellena yang masuk dari pintu gerbang kosan.
"Baru pulang antar Lidwina tunggu angkot sekalian beli makan ni," tutur Hellena.
"Yah, kenapa tidak memberitahu saya tadi, setidaknya kan saya bisa nitip di kamu buat beli makan," ucap Gaven
"Maaf, tidak ingat tadi," ucap Hellena sambil melangkah menuju kamarnya untuk menyimpan bungkusan makanan yang ia pegang.
"Tega nih kamu," lirih Gaven yang sudah berdiri di depan pintu kamar Hellena.
"Sudah nanti saya temani kamu beli makan," ucap Hellena.
"Ok dech, bye..." ucap Gaven sambil berlalu menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Hellena mengambil handphonenya lalu mengirim pesan pada Giordano.
"Gio lagi apa?
boleh tidak sebentar kita VC?" isi pesan yang dikirim Hellena.
Sudah 5 menit Hellena menunggu namun belum ada balasan pesan dari Giordano.
"Mungkin Gio sedang mandi atau bersama keluarganya," gumam Hellena yang meletakan kembali handphonenya di nakas lalu membereskan buku-bukunya yang berserakan di atas meja belajarnya yang ia dan Lidwina gunakan saat menulis jurnal praktikum tadi.
"Nonton film aja ah, Gaven masih lama mandinya," gumam Hellena setelah membereskan mejanya sambil menunggu Gaven mandi.
Bersambung......
__ADS_1