
"Iya sayang." jawab Giordano." Tadi saya minta sama Tuhan supaya lelaki yang ada dihadapan saya ini yaitu kamu yang menjadi jodoh saya," ucap Hellena dengan santainya sambil tersenyum.
"Yang benar?" tanya Giordano. "Iya Gio," jawab Hellena dengan ekspresi serius.
"Emang kamu mau bangat yah saya jadi jodoh kamu?" tanya Giordano menggoda Hellena.
"Ialah. Emang kamu tidak mau yah kita berjodoh?" tanya balik Hellena dengan sedikit kesal.
"Hehehehe......Tapi saya kan frater," ucap Giordano menyadarkan Hellena.
"Iya sih. Tapi kamu kan bisa keluar," lirih Hellena.
"Emang kamu mau saya keluar dari biara?" tanya Giordano memastikan.
Hellena bingung mau menjawab apa. Hati dan pikirannya tidak sejalan. Hatinya menginginkan Giordano tapi logikanya tidak ingin menjadi pribadi yang egois.
"Dari diri kamu sendiri mau keluar atau tidak, saya tidak bisa memaksakan kehendak saya sama kamu Gio. Saya tidak ingin menjadi egois," ucap Hellena setelah peran batin.
"Kalau saya tidak keluar bagaimana?" tanya Giordano lagi.
"Emang kamu pingin bangat yah hidup membiara?" tanya Hellena dengan perasaan yang sudah tidak menentu.
"Tidak tau," jawab Giordano yang telah menyadari perubahan suasana hati Hellena.
"Kita jalani saja dulu," putus Giordano akhirnya.
Hellena hanya mengangguk mengiyakan keputusan Giordano.
"Cari makan yuk, lapar nih," pintah Hellena yang sudah merasa lapar karena memang hari sudah siang sudah waktunya jam makan siang. Mereka kemudian mencari tempat makan untuk makan siang.
"Elle mau makan apa?" tanya Giordano saat mereka sudah duduk.
"Sama seperti kamu aja Gio," jawab Hellena.
Perasaan Hellena sedang berkecamuk dan melow. Pikirannya sudah melayang jauh ke depan bagaimana kalau nanti Giordano tetap memilih hidup membiara, apakah hatinya akan ikhlas, apakah ia mampu untuk move on dari Giordano. Semakin banyak pikiran buruk di kepalanya membuat dadanya terasa sesak dan hatinya sendiri terasa sakit.
Sehingga saat makanan yang dipesan Giordano datang, Hellena tidak menyadarinya. Ia masih hanyut dengan pikirannya sendiri yang sudah berkelana kemana-mana. Suasana hatinya benar-benar buruk. Ia terus saja kepikiran akan hubungannya dan Giordano kedepannya hingga Giordano membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
"Elle!" panggil Giordano dengan sedikit keras sambil menepuk bahu Hellena karena dari tadi Hellena tidak menyahut panggilannya.
"Iya...." jawab Hellena kaget sambil menoleh ke arah Giordano karena bahunya di tepuk Giordano.
"Kamu ngelamunin apa?" tanya Giordano.
"Siapa yang melamun?" jawab Hellena dengan balik bertanya.
"Ya kamulah sayang. Masa saya," lirih Giordano.
"Saya tidak melamun," ucap Hellena datar sambil berusaha menetralkan suasana hatinya yang berkecamuk.
"Kalau tidak melamun, terus kenapa saya panggil kamu tidak jawab," tutur Giordano.
"Saya tidak dengar," elak Hellena. "Masa tidak dengar. Orang saya panggil sampe tiga kali tapi kamu bengong aja. Kalau bukan melamun apa coba namanya," tutur Giordano yang sibuk dengan makanannya dan ekor matanya melirik ke arah Hellena.
"Saya bilang saya tidak melamun," ketus Hellena lalu mengambil makanannya dan langsung makan dalam diam. Hellena tidak ingin berdebat lagi dengan Giordano karena suasana hatinya yang sedang buruk. Takutnya ia tidak bisa mengontrol lagi perasaannya dan berujung ia akan menangis.
Mereka makan dalam diam. Tidak ada obrolan diantara mereka seperti biasanya hingga selesai makan.
Temani saya cari ole-ole yah," pintah Giordano setelah mereka selesai makan. Hellena hanya mengangguk saja. Giordano bangkit menuju kasir membayar makanan yang mereka makan lalu mengajak Hellena keluar.
Setelah itu Hellena dan Giordano melaju menuju kota Y untuk mencari beberapa ole-ole yang akan Giordano bawah pulang ke kampung halamannya. Di perjalanan Hellena tetap diam membisu, tidak seperti biasanya yang selalu bercerita banyak, menggoda Giordano dan ceria. Giordano mulai menyadari ada yang tidak beres dengan Hellena.
"Elle kamu kenapa?" tanya Giordano membuka obrolan diantara mereka.
"Saya tidak kenapa-kenapa," jawab Hellena.
"Tapi kok kamu tiba-tiba jadi pendiam," lirih Giordano lagi.
"Tidak. Cuman sedang tidak enak badan saja," bohong Hellena.
"Kalau gitu kita cari ole-ole habis langsung pulang yah," ucap Giordano yang dijawab anggukan dari Hellena
Hellena memeluk erat Giordano diatas sepeda motor menenangkan perasaannya yang masih berkecamuk.
Setelah selesai membeli beberapa ole-ole, Giordano langsung mengantar pulang Hellena ke kosan karena Hellena yang sedang tidak enak badan.
__ADS_1
"Gio, kita ke pantai yuk," ajak Hellena ditengah perjalanan pulang mereka.
"Kamu lagi sakit sayang, lain kali saja yah. Sekarang kita langsung pulang," ucap Giordano.
"Saya tidak sakit. Cuman lagi bad mood aja. Kita ke pantai yah," pintah Hellena lagi.
Giordano langsung mengerti mengapa sejak tadi Hellena tiba-tiba jadi pendiam. Ia sudah paham penyebab Hellena menjadi bad mood, karena perkataannya tadi saat di taman kota.
"Iya kita ke pantai, tapi kita simpan dulu belanjaan ini dikosan kamu yah," ucap Giordano yang dijawab iya tanda setuju dari Hellena.
Setelah menempuh perjalanan 20 menit mereka tiba dikosan Hellena. Hellena masuk membuka pintu kamar dan Giordano membawa masuk barang belanjaannya.
"Kita ke pantai terdekat saja ya, hari sudah jelang sore nih," ucap Giordano dan disetujui Hellena.
Mereka langsung menuju pantai. Jarak dari kosan Hellena ke pantai hanya 1 km. Hanya butuh waktu 10 menit saja mereka sudah sampai. Hellena turun dari sepeda motor melepaskan helm dan langsung menuju pantai tanpa menunggu Giordano.
Hellena menelusuri bibir pantai sambil sesekali menendang ombak yang menggulung hingga ke bibir pantai. Ia ingin menenangkan diri dari pikiran-pikiran haluan buruknya.
Giordano duduk di tepi pantai dan matanya terus memperhatikan Hellena dari jauh.
Lelah menelusuri bibi pantai, Hellena menghampiri Giordano dan duduk disampingnya. "Elle, kamu kepikiran sama ucapan saya tadi?" tanya Giordano lembut.
Hellena tidak menjawab. Ia hanya menatap lurus ke depan ke tengah lautan yang biru.
"Hey.... Kita jalani saja dulu. Kita tidak tau kan kedepannya nanti bagaimana dan seperti apa. Kalau saya adalah jodoh untuk Elle, maka kita tidak akan berpisah." Ucap Giordano sambil memeluk Hellena dan menyandarkan kepala Hellena pada bahunya.
"Kamu masih galau?" tanya ulang Giordano karena Hellena tidak merespon ucapannya.
"Iya Gio. Dada saya rasanya sesak bangat," jawab Hellena lesu.
"Kita jalani saja dulu yah sayang. Lagian kita masih muda dan masih kuliah kan, emang kamu mau nikah sudah?" goda Giordano.
"Yah tidaklah. Saya masih mau kuliah dan nikmati masa muda tau." jawab Hellena cepat.
"Iya sayang. Jalan kita masih panjang, kalau memang kita berjodoh pasti kita akan tetap sama-sama," tutur Giordano memberi kekuatan yang di jawab anggukan dari Hellena.
"Yang penting kamu selalu doa buat saya juga," pintah Giordano.
__ADS_1
Bersambung.........