
Ekspresi Hellena berubah seketika. Kalau ditanya apakah ia bahagia? Tentu Hellena sangat bahagia, akhirnya hari ini Giordano sang kekasih hati yang ia pacari selama 5 tahun di wisuda kan.
Namun wajahnya lebih menunjukan ekspresi murung dan sedih. Bagaimana ia tidak sedih, hari dan moment bahagia seperti ini ia bahkan tidak diberitahu sama sekali oleh Giordano.
Ia pun tahu kalau hari ini Giordano diwisuda kan karena tadi tak sengaja ia membuka story WhatsApp nya. Kalau seandainya tadi ia tidak membuka whatsApp maka ia tidak akan mengetahuinya sama sekali.
Hatinya seketika teriris dan dadanya terasa sesak. Ia tak lagi fokus pada tujuannya datang ke lokasi tes SKB.
Mukanya memerah dan disudut matanya ada cairan bening yang merembes turun membasahi pipinya yang putih mulus.
Segera ia hapus air matanya tatkala ia mendengar panggilan dari panitia agar peserta SKB sesi 2 untuk segera menuju ke ruangan pemeriksaan.
Hellena berusaha semampunya untuk tegar dan fokus mengikuti seleksi SKB CPNS ini. Namun sekuat apapun ia berusaha, tetap saja pikirannya terbagi sehingga ia benar-benar tidak bisa berkonsentrasi penuh mengerjakan soal SKB.
Pada akhirnya ia harus menelan kekecewaan diakhir tes, hasil yang ia peroleh ia kalah dengan lawannya dan hanya berselisih poin 0,2 poin saja.
Rasanya ia ingin berteriak, namun ia tahan. Dengan langkah yang lunglai ia berjalan meninggalkan ruang ujian tersebut. Ia menangis dalam diam. Air matanya mengalir begitu saja tanpa diminta.
Hellena begitu kecewa akan dirinya sendiri yang tidak mampu mengontrol diri sehingga hanya karena perihal Giordano ia harus gagal di seleksi tahap akhir ini. Padahal untuk lolos ke tahap SKB tidak semudah yang di bayangkan. Banyak orang yang gagal, dan ia termasuk orang yang beruntung bisa lolos ke tahap ini.
Akan tetapi ia malah mengecewakan semua orang. Mengecewakan diri sendiri, orang tua, dan keluarganya.
__ADS_1
Sudah bisa ia bayangkan bagaimana ekspresi kekecewaan orang tuanya. Dan bagaimana ia harus menjelaskan kepada kedua orang tuanya.
Setelah puas menangis melampiaskan kekecewaannya, Hellena membersihkan sisa-sisa air matanya. Ia memutuskan untuk segera pulang.
15 menit perjalanan dari lokasi tes SKB ke rumahnya ia tempuh dengan sepeda motor. Setibanya di rumah Hellena langsung menuju kamar untuk segera tidur dan melupakan kekecewaan yang terus melanda dirinya.
Ia bahkan tidak menjawab pertanyaan sang mama yang menantinya di ruang keluarga.
Setelah kejadian hari itu, Komunikasi Hellena dan Giordano mulai merenggang perlahan-lahan. Masing-masing sibuk dengan dunianya sendiri.
Tetapi syukurnya keegoisan mereka tidak sampai memutuskan hubungan yang telah mereka bangun dengan susah payah selama 5 tahun ini.
Beberapa bulan setelah Giordano wisuda, Hellena berpikir Giordano akan keluar dan mencari pekerjaan diluar sehingga hubungan mereka akan berlanjut menuju tahap keseriusan. Karena awalnya Giordano pernah berkata ia hanya ingin mencuri ilmu hidup dibiara, namun nyatanya Giordano tak kunjung keluar.
"Gio.....Kapan kamu akan keluar dari Biara?"
Giordano malah tertawa menanggapi pertanyaan Hellena.
"Gio..... Saya sedang serius loh! Kamu benaran akan keluarkan?" tanya Hellena lagi dengan nada suara yang ditahan karena rasa sesak dihatinya bila ia akan mendapat jawaban diluar yang ia harapkan.
"Elle......Kamu tahukan saya belum bisa keluar saat ini. Saya pasti akan keluar untuk kamu, kita pasti akan menikah, tapi bukan sekarang waktunya. Kamu bersabar dulu ya," pinta Giordano setelah sekian menit ia diam membisu mendengar pertanyaan Hellena.
__ADS_1
Tak ada respon balik dari Hellena. Akhirnya setelah mengatur napasnya yang terasa sesak Giordano kembali membuka suara.
" Elle Sayang...... 2 bulan lagi saya akan berangkat mengikuti TOP (Tahun Orientasi Pastoral). Saya sudah mendaftar beberapa minggu yang lalu. Dan saya mengikuti TOP di Jakarta." Ucap Giordano perlahan dengan suara yang sangat pelan. Ia tahu Hellena kecewa akan dirinya, namun ia ingin mengikuti TOP mencari pengalaman dan mendapat pengetahuan baru dan di tempat yang baru pula.
Namun setelah beberapa menit tak ada tanggapan apapun dari Hellena.
"Hellena sayang..... Saya janji setelah selesai TOP saya akan keluar dan akan membangun hubungan kita ke tahap yang serius." Ucap Giordano meyakinkan Hellena.
Hellena sedikit lega dihatinya. Namun ia tetap saja khawatir Giordano akan tertarik dan jatuh hati dengan perempuan lain di Jakarta sana.
Selain karena jaraknya dengan Giordano yang semakin jauh, anak-anak Jakarta cantik-cantik dan ia tidak mampu bersaing dengan mereka dalam hal apapun.
Baru membayangkannya saja Hellena sudah merasa tidak percaya diri dan minder. Apa lagi kalau benaran terjadi.
Namun kecemasannya di tepis seketika oleh Giordano yang seolah mengetahui apa yang di pikirkan oleh Hellena.
" Sayang..... Elle.... ! Di hatiku hanya ada kamu seorang. Anak-anak Jakarta memang cantik-cantik, tetapi bukan fisik yang saya pandang, sayang. Hati yang saya cari dan semua yang saya inginkan sudah saya temukan di dalam diri kamu sayang. Jadi jangan mengkhawatirkan yang tidak-tidak dan sesuatu yang tidak akan terjadi," ucap Giordano dengan nada yang sangat lembut dan penuh kasih. Ia ingin membesarkan hati Hellena kekasih satu-satunya yang sangat ia cintai.
Bersambung.....
Maaf baru di Up lagi.....
__ADS_1
Semoga tetap suka ya sama tulisan author.
Setelah di baca jangan lupa ya tinggalkan like, vote dan komentar untuk author biar author semangat dan bisa tamat kan Novel Cinta ku Terlarang Aku Mencintaimu Frater.😉😉🌹🌹