
Setelah selesai mencuci dan menjemur kaos dan jaket Giordano, Hellena merebahkan tubuhnya yang dirasa sangat lelah. Dalam sekejab saja Hellena langsung terlelap.
Giordano sudah tiba di asrama biara. Ia masuk ke kamar lalu mengganti celananya yang sudah mengering ditubuhnya itu dengan celana yang baru. Tadi dikosan Hellena ia hanya mengganti kaos dan jaketnya saja dengan jaket yang diberi Hellena. Lalu Giordano merebahkan tubuhnya yang dirasa cukup lelah. Meskipun lelah tapi ia merasa puas menghabiskan waktunya hari ini dengan Hellena kekasih yang dicintainya.
Giordano terlihat senyum-senyum sendiri membayangkan wajah Hellena dan kebersamaan mereka hari ini. Lalu Ia teringat belum memberikan kabar pada Hellena, kalau ia sudah sampai di asrama. Diraihnya handphone yang ia simpan diatas nakas lalu mengirim pesan whatsapp ke Hellena. Ia tunggu beberapa menit namun tidak dibalas.
" Ahh mungkin Hellena sedang tidur karena kelelahan," gumam Giordano. Ia pun langsung ikut tertidur. Jam setengah tujuh malam Hellena terbangun. Ia langsung teringat akan Giordano. Diraihnya handphone yang terletak diatas nakas lalu membuka whatsappnya. Sudah ada pesan dari Giordano. Hellena segara membaca pesan tersebut.
" Syukurlah sudah sampai dengan selamat," gumam Hellena. Dilihatnya Giordano sedang online. Ia lalu menelpon Giordano dengan video call. Panggilan pertama tidak dijawab. Hellena menelpon lagi yang kemudian dijawab oleh Giordano.
" Gio..." panggil Hellena yang juga masih dalam posisi rebahan dengan selimut yang menutup hingga dadanya.
Giordano terlihat baru bangun tidur. Matanya masih berat dengan suara khas bangun tidur ia menyapa balik Hellena.
" Elle.."
" Iya sayang. Maaf gangguin kamu lagi tidur," lirih Hellena.
" Tidak apa-apa sayang," jawab Giordano.
"Kamu juga baru bangun?" tanya Giordano yang melihat Hellena masih dibaluti selimut hingga ke dada dengan rambut dan wajah yang tampak baru bangun tidur.
" Iya sayang, makanya baru baca pesan kamu. terus liat kamu sedang online jadi saya video call. Saya tidak tau kalau kamu sedang tidur." ucap Hellena dengan wajah menyesal.
" Tidak apa-apa sayang, jangan pasang muka menyesal begitu. Saya tidak suka," ucap Giordano
" Iya Giordano ku sayang," lirih Hellena sambil terkekeh kecil.
" Iihh imutnya pacarku ini," goda Giordano yang terkekeh melihat ekspresi wajah Hellena yang menurutnya sangat imut.
" Kamu tidak ganti baju?" tanya Hellena yang melihat Giordano masih mengenakan jaket yang ia berikan tadi.
" Tidak sayang," jawab Giordano.
" Kenapa?" tanya Hellena.
" Malas saja. Saya mau pake jaket kamu, biar bisa hirup aroma tubuh kamu. Rasanya hangat dan nyaman," ucap Giordano
" Iiuuhh gombal," lirih Hellena.
"Siapa yang gombal? orang saya serius kok," ucap Giordano.
__ADS_1
"Tapi jangan kangen saya yah!" ucap Hellena
" Tidaklah. Kan ada jaket kamu yang bisa saya pakai dan cium aroma tubuhmu kalau saya sedang rindu kamu. Jadi rinduku bisa terobati," tutur Giordano.
" Hahahaha... Iya dech. Untung yah jaket yang saya berikan tidak berwarna pink. Coba saja jaketnya berwarnah pink, kamu masih berani pakai?" goda Hellena
" Yah beranilah...kan dalam kamar doang. Cuman saya sendiri tidak ada yang lihat." ucap Giordano
" Kalau dari kosan saya tadi, berani pakai kamu? goda Hellena lagi
" Ya beranilah...kan pemberian kekasihku tersayang mana bisa saya tolak." goda balik Giordano.
" Iihh gomballl!" lirih Hellena yang tersenyum senang.
" Sayang sudah cari makan?" tanya Giordano yang tahu kalau Hellena belum membeli makanan untuk makan malamnya, karena dari bangun tidur ia langsung menelpon Giordano.
" Belum sayang," lirih Hellena
" Nah bangun sudah kalau begitu, jangan rebahan terus. Nanti baru rebahan lagi. Sekarang beli makanan dulu yah diwarung yang dekat-dekat kos." perintah Giordano.
" Iya sayangku yang paling perhatian ini," jawab Hellena sambil beranjak bangun menuju kamar mandi untuk membasuh wajah dan menyisir rambutnya dengan tetap video call dengan Giordano.
"Jalannya jangan sendiri, sudah malam ini. Ajak teman kamu Gaven buat temani yah," pintah Giordano setelah melirik jam di nakasnya sudah menunjukan pukul 19.00 WITA.
" Yah sudah sana sayang. Nanti baru telepon lagi entar sebelum saya kumpul handphone. Saya juga mau makan. Sudah waktunya makan malam nih," lirih Giordano.
Di Biara ada para karyawati yang memasak makanan untuk para Asrpiran, postulan, frater hinggah Pater atau Pastur. Jadi mereka tidak perlu memasak lagi.
" Iyah sayang, bye bye...," ucap Hellena sambil melambaikan tangannya pada Giordano lalu memutuskan panggilan videonya.
Hellena mengambil dompetnya lalu mengunci pintu kamarnya. Ia lalu menghampiri Gaven dikamar yang ditempati oleh Gaven.
" Tok tok tok.
Gaven...!" panggil Hellena
" Iya Hellena," jawab Gaven sambil membukakan pintuh kamarnya.
" Temani saya beli makan yuk," ucap Hellena.
" Okelah. Pas saya juga belum beli makanan nih," ucap Gaven.
__ADS_1
Gaven mengambil dompet dan handphonenya yang biasa digunakan sebagai senter dan mengunci pintu kamarnya.
Mereka berdua berjalan kaki menuju warung terdekat tempat mereka biasa membeli makanan. Mba Hanum sudah sangat hafal dengan wajah Hellena dan Gaven serta menu makanan yang sering mereka beli.
"Ehh Non berdua sudah pada datang. Mba kirain tidak datang karena sudah jam segini." ucap mba Hanum sambil tersenyum ramah.
" Kalau tidak datang kita mau makan apa mba?" ucap Gaven.
"Mba kirain kalian masak sendiri," ucap mba Hanum lagi.
" Enggak mba. Kecuali kita gak datang sampe jam 10 malam itu baru tandanya kita masak sendiri mba." ucap Hellena
" Ngomong melulu nih pada mau pesan makan apa?" tanya mba Hanum
" Hehehe.... Habis mba sih ngajak ngobrol terus. Kita berdua mau pesan nasi rendang ya mba," ucap Gaven yang sebelumnya sudah mereka sepakati bersama mau makan apa.
"Makan disini atau dibungkus?" tanya mba Hanum lagi.
" Dibungkus Mba. Sudah malam nih," ucap Hellena.
" Oke dech," jawab Mba Hanum yang sudah sibuk menyiapkan pesanan Hellena dan Gaven.
Hellena dan Gaven menunggu mba Hanum menyiapkan makanan yang mereka pesan sambil memainkan handphone masing-masing.
"Ini pesanannya," ucap mba Hanum sambil menyodorkan 2 buah kantung yang berisi bungkusan makanan masing-masing.
"Terimakasih mba," ucap Hellena dan Gaven setelah menerima dan membayar makanan tersebut.
" Kita pulang yah mba," ucap Hellena dan Gaven kompak.
" Iya hati-hati. Besok datang lagi yah," ucap mba Hanum.
" Iya mba kita selalu rajin datang, asal mba kasih bonus ya sekali-sekali buat kita berdua yang jadi langganan tetapnya mba,"teriak Hellena sambil berjalan meninggalkan warung mba Hanum.
" Oke dech," jawab mba Hanum sambil berteriak juga karena Hellena dan Gaven sudah berjalan meninggalkan warungnya.
Bersambung.........
🌹🌹🌹🌹
Bagus tidak ya ceritanya.....
__ADS_1
Setelah dibaca jangan lupa ya tinggalin jejak buat Author dengan beri Like, Vote, Rate serta koment ya🙏