
Hellena dan Lidwina segera masuk ke dalam ruang kuliah dan duduk dikursi kosong yang ada dipojok.
Tepat setelah mereka mendaratkan pantatnya dikursi, Dosen pun masuk. Aktifitas kuliah segera dimulai dan berlangsung seperti biasanya. 2 jam mereka mengikuti kegiatan perkuliahan dengan serius. Ini adalah perkuliahan terakhir mereka dengan sang dosen di semester ini. Karena pekan depan mereka akan mulai mengikuti ujian akhir semester.
Perkuliahan kali ini hanya membahas beberapa materi yang akan dikeluarkan dalam soal ujian. Mereka diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam mengikuti ujian.
Waktu perkuliahan telah berakhir. Sang dosen tersebut keluar meninggalkan kelas yang mulai ramai dengan suara para mahasiswa yang berbincang-bincang.
" Hellena!" panggil Lidwina
" hhmm," jawab Hellena sambil menolehkan kepalanya ke arah Lidwina.
"Ke perpus yuk?" ajak Lidwina
"Boleh," jawab Hellena sambil melirik jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan kurang seperempat jam 10 pagi.
"Tapi kita ke kantin dulu yah, lapar nih." ucap Hellena
"Ok." jawab Lidwina sambil memasukan binder kuliahnya ke dalam tas.
"Ayo." ucap Hellena yang sudah berdiri. Mereka berjalan meninggalkan kelas menuju kantin.
Di kantin Hellena dan Lidwina berpencar memesan makanan dan minuman. Lidwina memesan 2 mangkuk bakso untuk mereka berdua sedangkan Hellena memesan 2 gelas minuman.
Setelah itu mereka duduk di bangku yang masih kosong. Sambil menunggu pesan mereka datang, Hellena dan Lidwina mulai berbincang.
"Hellena. Kemarin Giordano datang?" tanya Lidwina yang memang mengetahui jadwal Minggu keluarnya Giordano.
" Iya." Jawab Hellena dengan senyum yang mengembang saat mendengar Lidwina menyebut nama Giordano.
"Kenapa loe? senyum-senyum sendiri," ucap Lidwina
"Tidak. Cuman mau senyum saja. Emang tidak boleh yah?" tanya Hellena.
"Kalau senyum sama orang yah boleh lah. Tapi kalau senyum-senyum sendiri kayak yang kamu lakuin itu tidak boleh. Nanti dikira kamu orang gila baru," ucap Lidwina sambil terkekeh.
"Enak aja kamu bilang saya gila." dengus Hellena.
__ADS_1
"Makanya jangan senyum-senyum sendiri. Eh tapi sabar. Kamu mulai senyum-senyum sendiri saat saya menyebut nama Giordano tadi. Ada apa sih sebenarnya? cerita dong," pintah Lidwina.
Bakso dan minuman yang mereka pesan sudah datang. Hellena mulai menuangkan kecap lalu mengaduk-aduk baksonya untuk ia santap. Hellena tidak menyukai saus dan sambal. Sehingga setiap kali makan bakso ia hanya menuangkan kecap saja ke dalam mangkuk baksonya.
Lidwina masih menunggu Hellena menceritakan kunjungan Giordano kemarin. Tetapi Hellena malah sibuk melahap baksonya.
"Hellena!" panggil Lidwina dengan suara yang sedikit keras karena penasaran.
"Apa sih. Tidak usah teriak begitu juga kali. Telinga saya tidak sedang tuli yah," ucap Hellena yang jengah dengan suara Lidwina.
"Yah makanya cerita sudah. Jangan bikin saya penasaran tau.
"Cerita tidak yah?" goda Hellena sambil terkekeh.
"Cerita sudah. Jangan bikin saya penasaran terus," ucap Lidwina sambil melahap baksonya yang sudah ia campurkan dengan saus dan sambal yang sangat banyak.
Hellena hanya menatap ngeri kearah mangkuk bakso milik Lidwina.
"Kamu tidak sakit perut makan sambal dan saus sebanyak itu? tanya Hellena.
"Dasar tukang Kepo," lirih Hellena.
"Hehehhe....Ayolah sahabatku yang cantik, manis dan baik hati ini," rayu Lidwina pada Hellena.
"Rayuannya manis bangat yah, kayak madu" kekeh Hellena. "Kamu mau tau aja atau mau tau bangat?" goda Hellena lagi.
"Tidak usah lagi. Sudah malas saya," ketus Lidwina yang sudah malas dengan sikap Hellena.
"Benaran tidak mau saya cerita?" goda Hellena lagi
"Kalau mau cerita yah cerita saja, tidak usah putar-putar," kesal Lidwina
"Kemarin tuh Giordano datang. Terus dia ajak saya ke pantai." lirih Hellena sambil melirik kearah Lidwina.
"Terus?" tanya Lidwina
"Saat Gio ke kosan, saya sedang mencuci pakaian. Jadi Gio bantu saya mengangkat ember cucian untuk saya jemur. Setelah itu saya mandi dan bersiap lalu kita berangkat.
__ADS_1
Kita beli makanan dan minuman dulu ditengah perjalanan untuk bekal. Kita dipantai sampai sore. Pokoknya kemarin Giordano romantis bangat!" cerita Hellena sambil senyum-senyum.
"Romantis yang bagaimana?" tanya Lidwina lagi karena Hellena hanya menceritakan garis umum saja.
" Yah kita main kejar-kejaran dipantai, main air laut, main pasir sampai pakaian kita basah. Terus pas pulang kita kedinginan jadi bisa peluk-peluk Gio dengan erat bangat biar tidak kedinginan. Pokoknya romantis bangat kayak difilm-film begitu," cerita Hellena lagi.
"Terus?" ucap Lidwina lagi
"Yah itu aja yang boleh kamu ketahui. Kepo bangat sih kamu. Yang lainnya itu privasinya saya yah. Kamu cuman boleh tau itu saja," ucap Hellena sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Lidwina.
"Pokoknya Giordano itu cowok yang romantis bangat. Beruntung bangat kamu kasihnya ke saya. Btw thanks yah sudah kenalkan saya sama Giordano," ucap Hellena dengan terkekeh senang.
"Huuu dasar pelit. Padahal jiwa kepoku sudah meronta-ronta minta dipuaskan," lirih Lidwina.
"Hahahha.....Dasar!!
Jangan bertanya terus. Nanti bakso punya saya tidak habis-habis nih. Dingin lagi tidak enak buat dimakan kalau kamu ajak bicara terus." ucap Hellena.
Hellena segera melahap baksonya hingga ludes dan menyesap minumannya hingga habis. Sedangkan Lidwina sudah selesai sedari tadi.
"Huuffftt... Kenyang juga akhirnya," lirih Hellena. Mereka segera membayar makanan yang mereka makan tadi lalu berjalan menuju perpustakaan. Lidwina dan Hellena ingin mempelajari beberapa materi perkuliahan yang belum mereka pahami dengan baik sebelum mengikuti ujian pekan depan.
Di perpustakaan sudah ada beberapa teman sekelasnya yang sedang asyik membaca. Ada juga mahasiswa dari jurusan dan fakultas lain yang sibuk dengan buku ditangan masing-masing. Ada yang sedang membaca dan ada pula yang mengerjakan tugas.
Hellena dan Lidwina mengisi data diri pengunjung perpustakaan dipintu masuk, lalu segera mencari meja kosong yang pas untuk mereka tempati. Hellena dan Lidwina memilih duduk dimeja kosong yang terletak paling sudut yang tertutup dengan beberapa rak buku. Setelah meletakan tas dimeja, baik Hellena maupun Lidwina segera menuju ke beberapa rak buku untuk mencari buku yang ingin mereka baca. Saat sedang asyik mencari buku-buku diantara rak-rak buku, Hellena dikagetkan dengan suara yang familiar ditelinganya.
"Hellena," lirih seseorang yang berada beberapa langkah dari posisi Hellena sekarang.
Hellena segera menoleh ke arah sumber suara dengan hati yang tidak tenang, berharap itu bukan suara seseorang yang begitu familiar ditelinganya. Dan disana berdiri seseorang yang sangat ia kagumi.
Bersambung.........
🌹🌹🌹🌹
Bagus tidak ya ceritanya.....
Mohon dukungannya dong. Setelah dibaca jangan lupa tinggalin jejak buat Author yah🙏 biar semangat.
__ADS_1