
"Ay gimana nih, saya pakai tagihan listrik yang mana punya nih? kosan punya atau yang dirumah saya dikampung?" tanya Hellena melalui telepon pada Lidwina karena ia sangat bingung.
"Pakai yang kosan punya sayang," jawab Lidwina
"Oke." jawab Hellena lalu mematikan panggilan teleponnya.
Hellena mulai menyusun berkas-berkas beasiswa yang sudah ia siapkan tadi ke dalam map dan memasukannya memang ke dalam tas punggungnya, takutnya besok ia lupa. Besok Hellena, Lidwina, dan Rizky berencana akan menscan berkas-berkas tersebut bersama-sama.
Hari sudah sore. Matahari sudah mulai tenggelam dibalik bumi secara perlahan-lahan dan bergantikan malam yang disinari cahaya bulan. Hellena beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia berencana akan memasak malam ini. Hellena sedang ingan memakan masakannya sendiri. Selesai mandi dan memakai pakaian serta menyisir rapi rambutnya, Hellena lalu menuju dapur.
Tadi setelah mengfotocopy beberapa berkas yang ia siapkan untuk beasiswanya di tempat fotocopy, Hellena sempat mampir sebentar ke pasar yang letaknya tidak jauh dari tempat fotocopy tersebut untuk membeli beberapa keperluan dapur.
Hellena mulai berkutat dengan beberapa bahan makanan yang ia beli tadi. Kebetulan tadi ia membeli tahu dan tempe serta sayuran kacang panjang dan tauge. Ia ingin membuat tahu bacem dan tumisan kacang panjang dan tauge yang dicampur tempe untuk menu makan malamnya. Mulai dari menyiapkan bumbu-bumbu, menggoreng tahu hingga tahu bacem dan tumisan kacang panjang tauge tempenya selesai ia masak. Setelah itu Hellena menyajikannya di sebuah meja kecil yang ada didapur kosannya.
"Akhirnya selesai juga. Kelihatan sangat enak," gumam Hellena memuji masakannya sendiri sambil menyeka keringat di dahinya. Maklum dikosan Hellena hanya ada kipas angin dan itu pun ia letakan di kamar tidurnya, sehingga suhu lumayan panas apalagi setelah berkutat di dapur.
Hellena mengambil sebuah piring dan mulai mengisinya dengan nasi, tahu bacem dan tumisan kacang panjang tauge tempe tadi. Ia mulai melahap makanan tersebut hingga ludes dan piringnya bersih lalu meneguk kan segelas air.
"Kenyang," lirih Hellena sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit karena kekenyangan.
Hellena duduk sebentar memberikan rasa nyaman pada perutnya yang kekenyangan, setelah merasa legah, Hellena bangkit membereskan piring kotor dan mencucinya. Baru setelah itu ia duduk dimeja belajarnya untuk membaca beberapa buku. Tinggal beberapa hari lagi ia akan mengikuti ujian akhir semester.
Hellena membolak balik buku yang ia baca. Baru 30 menit ia duduk membaca buku, rasa jenuh dan kantuk sudah menyerang dirinya. Hellena memang memiliki kebiasaan yang buruk, yang mana kalau perutnya kekenyangan maka matanya akan menjadi berat karena diserang oleh rasa kantuk dan ingin segera tidur.
__ADS_1
Hellena meletakan buku yang ia baca tadi dan menuju tempat tidurnya. Sebelumnya ia mematikan terlebih dahulu lampu kamar dan hanya menyisakan lampu dapur tetap menyala, karena Hellena akan susah tidur apa bila keadaan kamarnya terang benderang. Tidak butuh waktu yang lama Hellena langsung terlelap menuju alam mimpi.
Di dalam tidurnya Hellena bermimpi bertemu Giordano. Dalam mimpinya terlihat ia dan Giordano sudah selesai mengikuti ujian akhir semester dan memasuki liburan panjang. Giordano datang menjemput Hellena dikosan dan mereka jalan-jalan menikmati liburannya sebelum Hellena dan Giordano pergi berlibur dikampung halaman masing-masing. Mereka menghabiskan waktu bersama selama seminggu penuh. Baru setelah itu Giordano pergi berlibur dikampung halamannya.
Dalam mimpi, Hellena terlihat sangat bahagia bertemu dan menghabiskan waktu dengan Giordano.
"Elle kamu mau pesan ole-ole apa kalau saya pulang liburan?" tanya Giordano
"Ole-ole buat saya?" tanya Hellena memastikan.
"Iya sayang," jawab Giordano.
"Saya mau apa yah," ucap Hellena sambil berpikir.
"Eh nih anak ditanya serius malah ajak gombal," jawab Giordano sambil menjitak kening Hellena
" Auhh.... Sakit Gio!" teriak Hellena sambil mengusap-usap keningnya.
"Makanya kalau ditanya serius yah jawabnya juga serius, bukan ngajak gombal," ucap Giordano.
"Ehh siapa yang ajak gombal? Saya serius tau. Saya mau sayang pulang kembali ke sini dengan selamat dan tetap sehat, tetap sayang saya kayak gini. Kalau ole-ole lain terserah dari sayang aja mau bawakan saya apa," ucap Hellena sambil mengerucutkan mulutnya.
Giordano menjadi gemas akan tingkah Hellena. Ia langsung menarik gemas hidung Hellena hingga memerah.
__ADS_1
"Sakit Gio!" teriak Hellena yang langsung tersadar dari mimpinya.
Hellena mengerjab-ngerjab matanya melihat sekeliling, "Ahh hanya mimpi ternyata," gumam Hellena. Bukannya tidur kembali, rasa kantuk Hellena malah hilang. Ia malah merindukan Giordano. Pikirannya mulai terbayang-bayang akan senyum, tawa, dan candaan Giordano. Saat merindu, hatinya menjadi galau. Hellena meraih handphonenya mencari nomor kontak Giordano yang ia beri nama Who is Flamboyan dan mencoba menelpon siapa tau aktif. Namun nomor Giordano tidak aktif. Hellena mematikan panggilannya dan melihat jam yang ada di layar handphonenya masih jam 3 subuh.
Ia meletakan kembali handphonenya dan mencoba kembali tidur, tetapi bayangan Giordano melayang-layang terus dalam kepalanya. "Gio, saya rindu," gumam Hellena dalam hati. Beberapa saat kemudian ia terlelap kembali dengan rasa rindu dihatinya.
Pagi harinya Hellena terbangun pukul 06.00. Hari ini Hellena tidak ada jadwal kuliah. 3 Hari lagi mereka akan ujian, jadi selama 3 hari ini merupakan masa tenang, tidak ada aktifitas perkuliahan di kelasnya. Jam 8 Hellena akan berangkat menuju ke tempat scan yang ia, Lidwina, dan Rizky janjian untuk menscan berkas-berkas persyaratan beasiswanya. Hellena sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Ia memakan sarapannya dengan segelas susu. Setelah menghabiskan sarapan, Hellena berangkat menuju tempat scan.
"Sudah OTW kamu?" tanya Hellena pada Lidwina dalam teleponnya.
"Iya Hellena, 15 menit lagi saya sampai." ucap Lidwina. Rizky pun demikian. Hellena berjalan kaki saja ke tempat scan karena memang letak kosan Hellena sangat strategis, dekat dengan kampus, Gereja, pertokoan, tempat-tempat fotocopyan, scan, dan pusat pembelanjaan lainnya sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki, selain untuk menghemat ongkos juga sebagai olahraga alternatif untuk menjaga kesehatannya.
Hellena sudah sampai ditempat scan. Karena masih pagi jadi masih sepih pengunjung ditempat tersebut. Hellena menyerahkan beberapa berkas yang ia bawah untuk discan pada pegawai yang bertugas menscan berkas tersebut dan memintanya menscan dengan ukuran X MB sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak pemberi beasiswa.
Hellena duduk di sebuah bangku yang disediakan ditempat tersebut, matanya memperhatikan pegawai yang menscan berkasnya sambil menunggu kedua sahabatnya Lidwina dan Rizky.
Bersambung.........
🌹🌹🌹🌹
Bagus tidak ya ceritanya.....
Mohon dukungannya dong. Setelah dibaca jangan lupa tinggalin jejak buat Author yah🙏 biar semangat.
__ADS_1