CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 17


__ADS_3

"Nanti kirim ya," ucap Hellena dan Rebeca bersamaan setelah mereka bergantian melihat foto hasil potretan dari kamera milik Evas.


"Evas, fotoin aku sendirian yah," pinta Hellena yang sudah siap dengan posenya yang sedang duduk sambil serius membangun rumah-rumah dari pasir seolah-olah tidak menyadari ada yang memotret dirinya. Selesai memotret Hellena, Evas menunjukan beberapa gambar yang ia ambil tadi pada Hellena.


"Wow... Bagus bangat Evas. Keren... keren.." ucap Hellena pada Evas.


"Oh iya dong, Siapa dulu yang potret, Evas gitu loh," ucap Evas bangga pada dirinya sendiri.


Teman-teman Hellena yang lain juga meminta Evas untuk mengambil foto mereka juga dengan posenya masing-masing.


Hellena bersama Lidwina, Evas dan teman-teman yang lainnya bercengkrama dipantai hingga sore pun tiba. Mereka memang berencana untuk menikmati sunset bersama dipantai. Matahari telah menghilang dibalik bumi dan malam telah tiba.


"Pulang yuk?" ucap Hellena pada teman-temannya.


"Iya nih. Sudah malam." jawab Lidwina.


Mereka segera beranjak dari pantai. Hellena berboncengan dengan Lidwina yang kebetulan hari ini ke kampus menggunakan sepeda motor. Evas membonceng Olin, Rizky dibonceng oleh Rebeca, sedangkan Rio sendirian. Mereka melaju meninggalkan pantai dan berpisah diperlimaan menuju alamat rumah masing-masing.


Lidwina terlebih dahulu mengantarkan Hellena dikosan baru setelah itu ia kembali ke rumahnya. Tadi didepan cabang kosan Hellena, Lidwina sempat memberhentikan sepeda motornya karena Hellena ingin turun sebentar membeli makanan untuk makan malamnya diwarung mba Hanum.


"Makasi Ay. Hati-hati dijalan yah," ucap Hellena pada Lidwina sebelum Lidwina melaju meninggalkan kosan Hellena.


"Sudah jam 7 malam, tidak terasa kita duduk dipantai 3 jam memang," gumam Hellena saat masuk dalam kamar kosnya. Setelah meletakan tas punggungnya, Hellena langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri karena memang tubuhnya sudah sangat gerah dan lengket-lengket oleh keringat.

__ADS_1


30 menit Hellena membersihkan diri, ia keluar dengan wajah yang sudah lebih segar dan bersih.


Perutnya sudah lapar, cacing-cacing bahkan sudah bernyanyi dalam perutnya. Hellena meraih bungkusan makanan yang ia beli diwarung mba Hanum tadi, lalu mulai melahapnya hingga ludes.


"Uuhhh kenyangnya," lirih Hellena setelah menegukan segelas air hingga ludes sambil mengelus perutnya yang terasa kencang.


Hellena membuang bungkusan makanan tersebut ditempat sampah yang ia sediakan dan langsung masuk ke kamarnya, merebahkan tubuhnya yang dirasa sangat lelah ditambah perutnya yang sangat kenyang membuat matanya pun ikutan menjadi berat. Ia terlelap dalam sekejab tanpa peduli lagi perutnya akan membuncit atau apa karena selesai makan dan makanannya belum dicerna ia sudah terlelap.


Hellena terbangun saat sudah pagi. Matanya mengerjab-ngerjab menyesuaikan dengan cahaya yang masuk melalui celah-celah jendela jendela kamarnya. Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 06.30 pagi.


"Ya ampun!" kaget Hellena yang serentak bangun dan langsung tergesa-gesa ke kamar mandi untuk membersihkan diri tanpa membereskan tempat tidurnya terlebih dahulu.


Pagi ini Hellena ada jadwal mata kuliah pagi jam 07.30. Berarti tinggal 1 jam lagi waktu untuk Hellena bersiap-siap hingga sampai dikelasnya, belum lagi waktu perjalanan dari kosannya ke kampus bisa memakan waktu 15 menit bila ia berjalan kaki. Dan kalaupun menggunakan angkot juga sama harus menunggu beberapa menit hingga ada angkot kosong yang lewat. Karena dipagi hari seperti ini angkot selalu penuh dengan penumpang dari kalangan pelajar dan pekerja yang berangkat menuju sekolah maupun tempat kerja.


Kurang 15 menit lagi waktu yang tersisa untuk Hellena. Ia berlari menuju jalanan mencari angkot. Karena belum ada angkot kosong yang berhenti, Hellena memutuskan berjalan kaki dengan berlari kecil sepanjang jalan sambil menunggu angkot kosong yang lewat. Sekitar 300 meter ia berlari sebuah angkot berhenti, ia langsung naik. Tiba dikampus, Hellena membayar angkot tersebut dan turun dgn tergesa-gesa berlari menaiki tangga menuju lantai 3. Ia sampai dengan napas yang terengah-engah dan keringat yang bercucuran. Syukur dosennya agak sedikit terlambat masuk sehingga Hellena masih selamat meskipun ia sudah telat 5 menit.


Ia duduk dikursi kosong yang ada dibarisan paling depan, karena pagi ini mata kuliah dari dosen kiler, jadi teman-temannya yang datang lebih dahulu memilih duduk pada barisan tengah kebelakang, sehingga kursi barisan pertama masih banyak yang kosong.


Setelah Hellena duduk, barulah sang dosen masuk. Hellena masih sibuk mengeringkan keringatnya dengan tisue yang selalu ia simpan di dalam tasnya. Rasanya ia pingin mandi ulang lagi karena tubuhnya sangat gerah akibat lari maratonnya pagi ini. Hellena merapikan rambutnya dan mengipas-ngipas wajahnya dengan kipas pelastik milik teman kelas yang duduk disampingnya saking kegerahan.


Dosen sudah memulai perkuliahan, Hellena mengeluarkan beberapa buku yang ia bawah tadi untuk mengikuti perkuliahan terakhir hari ini, karena Minggu depan mereka sudah ujian akhir dengan tangan yang masih stabil mengipas-ngipas tubuhnya.


Tenggorokannya terasa sangat kering karena tadi ia tidak sempat meminum segelas air. Perutnya yang lapar masih bisa ditahan, tetapi rasa hausnya tidak bisa ditahan lagi. Hellena menoleh ke kiri dan kanan berharap ada teman kelasnya yang membawa minum, namun tidak ada. Tenggorokan Hellena sudah sangat tidak nyaman lagi, ia membuka dompetnya dalam tas lalu mengeluarkan 2 lembar uang, ia simpan pada saku celana jeans-nya lalu berdiri minta izin pada sang Dosen.

__ADS_1


"Pa....,"lirih Hellena yang sudah berdiri didepan sang Dosen yang masih sibuk membawakan materi kuliah.


"Iya, bagaimana Hellena Angelica Putri?" tanya sang dosen dengan tatapan mata yang tajam yang membuat nyali mahasiswanya menciut.


"Saya mau minta izin ke toilet Pak," bohong Hellena.


"Emang dari rumah kamu tadi, belum sempat ke toilet!" ucap sang Dosen dengan nada ketus dan tatapan mata yang tajam.


"Belum Pak," lirih Hellena dengan nyali yang sudah menciut serta malu.


"Sudah sana!" usir sang dosen.


Hati Hellena merasa legah seketika. Ia segera keluar dan sedikit berlari menuruni tangga menuju sebuah kios kecil yang letaknya ada di dalam area kampus karena kalau ke kantin jaraknya lebih jauh. Ia membeli sebotol minuman dingin dan langsung meneguknya hingga ludes. Tenggorokannya terasa legah seketika. Ia membeli lagi sebotol minuman dan langsung kembali ke kelas, tetapi sebelumnya ia singgah terlebih dahulu ke toilet karena takut nanti dirinya minta izin lagi untuk ke toilet setelah meminum sebotol minuman tadi.


"Terimakasih Pak," ucap Hellena setelah sampai dikelas yang hanya dijawab anggukan dari sang Dosen


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹


Bagus tidak ya ceritanya.....


Mohon dukungannya dong. Setelah dibaca jangan lupa tinggalin jejak buat Author yah🙏 biar semangat.

__ADS_1


__ADS_2