CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 3


__ADS_3

Hellena malah bengong di dalam angkot karena mempertimbangkan pernyataan yang disampaikan Giordano. Tanpa ia sadari angkot yang ia tumpangi telah sampai di alamat yang ditujunya dan malah melewati tempat itu sekitaran 50 meter barulah ia menyadarinya lalu dengan refleks memberitahukan supir angkot untuk menepi.


Ia turun dari angkot, membayar ongkosnya lalu segera menuju ke kos miliknya.


Sampai di kosannya ia disapa oleh beberapa temannya. Hellena membukakan pintu kamarnya menyimpan beberapa barang yang ia bawah dan segera bergabung dengan teman-teman kos yang lain, bercerita sambil makan cemilan sore bersama.


Asyik bercerita, Hellena lupa bahwa ia belum memberikan jawaban atas pernyataan yang Giordano sampaikan tadi. Handponenya pun ia letakan di kamarnya.


Saat kembali ke kamar untuk membersihkan diri, Hellena melihat layar handphonenya berkedip-kedip tanda ada banyak pesan yang masuk. Ia mengambil handphonenya lalu membuka pesan masuk. Ia langsung teringat bahwa ia belum membalas pesan Giordano tadi .


Hellena segera menelpon Giordano. Beberapa saat kemudian panggilannya diterima.


" Hallo Hellena," sapa Giordano dari seberang sana.


" Iya Giordano. Maaf tadi saya keasyikan ngobrol sama teman-teman sampai lupa belum balas pesan mu."


" Iya tidak apa-apa Hellen.


" Soal pernyataan yang kamu sampaikan tadi.


Iya saya bisa. Saya tidak keberatan bila kita berkomunikasinya sebulan 2 kali saja.


Tidak apa-apa. Saya mengerti dan saya bisa menjaga kepercayaan mu pada saya.

__ADS_1


" Terimakasih." ucap Giordano tulus


" Giordano. Sudah dulu e, saya mau mandi," ucap Hellena diseberang sana.


" Owh iya Hellen. Terimakasih. Jaga kesehatan ya.


" Iya," jawab Hellena lalu mematikan sambungan telepon.


Hellena segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Untung tadi saat turun dari angkot Hellena sempat membelikan makanan untuk makan malamnya di warung didepan cabang masuk kosannya, sehingga Ia tidak perlu memasak makan malam lagi.


Diawal-awal mereka berpacaran, baik Hellena maupun Giordano terlihat biasa-biasa saja dalam berkirim pesan dan bertukar telepon. Tidak ada romantis-romantisnya.


Hellena merasa bahwa hubungannya dengan Giordano seperti temanan biasa. Yah karena di awal hubungan tali kasihnya, Hellena belum memiliki perasaan yang istimewa untuk Giordano. Selain itu, karena mereka belum bertemu langsung di dunia nyata.


.


.


.


Siang itu, udara sangat panas karena matahari sangat terik. Hellena sedang tidur siang. Namun sebelum tidur, Hellena membukakan jendela kamarnya agar udara bisa masuk.

__ADS_1


Hari itu adalah hari Minggu ketiga dalam bulan. Hellena tidak menyadarinya. Giordano juga tidak memberi kabar.


Tiba-tiba pintu kamar Hellena di ketuk beberapa kali dan diikuti dengan suara panggilan dari Lidwina sahabat Hellena.


Karena Hellena tak kunjung menjawab panggilannya, akhirnya Lidwina meloy di jendela kamar milik Hellena untuk mencari keberadaan Hellena.


Lidwina datang bersama Giordano. Entah mereka sedang janjian untuk mengunjungi Hellena atau tidak, Hellena tidak tahu. Karena memang tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, baik dari Lidwina maupun dari Giordano.


Naasnya, Giordano malah ikutan meloy lewat jendela mengikuti Lidwina. Mereka tertawa bersama saat menemukan posisi Hellena yang sedang tertidur memeluk guling sangat erat dengan posisi yang berantakan serta rambut yang acak-acakan.


Hellena terbangun karena suara berisik didepan kamarnya. Ia segera bangun dan turun dari tempat tidurnya lalu membukakan pintu kamar untuk melihat siapa yang berisik didepan kamarnya yang mengganggu tidur siangnya itu.


Hellena terhenyak kaget karena menemukan Lidwina dan Giordano yang berdiri sambil tersenyum manis tanpa dosa didepan hadapannya.


Hellena dengan refleks menutup pintu kamarnya dengan keras karena malu. Ini pertama kalinya ia bertemu langsung dengan Giordano dalam dunia nyata. Namun dengan kesan yang sangat hancur. Bayangkan saja tampang Hellena yang baru bangun tidur, dengan wajah yang berminyak, rambut yang acak-acakan, dan bekas ileran di pipih.


Tentu hal itu sangat memalukan bagi Hellena. Kalau saja hanya Lidwina sendiri yang berada disana rasanya biasa-biasa saja bagi Hellena, karena Lidwina sahabatnya dan sudah terbiasa dengan tampang demikian. Tapi ini ada Giordano, kekasihnya. Tentu akan memberikan kesan yang sangat buruk untuknya dimata Giordano.


Bersambung.........


🌹🌹🌹🌹


Bagus tidak ya ceritanya.....

__ADS_1


Setelah dibaca jangan lupa ya tinggalin jejak buat Author dengan beri Like, Vote, Rate serta koment ya🙏


__ADS_2