CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 24


__ADS_3

"Awas apa?" goda Giordano. Ia memang suka sekali menggoda Hellena karena ekspresi Hellena sangat menggemaskan menurutnya saat ia goda.


"Tidak." ucap Hellena cepat. Hellena langsung bangkit membawa kembali Napan dan cangkir teh yang sudah kosong ke dapur.


"Mau jalan-jalan?" tanya Giordano saat Hellena sudah kembali dari dapur.


"Mau. Tapi kemana?" tanya balik Hellena yang tidak punya rencana mau jalan-jalan kemana.


"Kita ke taman kota yuk, nanti sore temani saya belanja beberapa ole-ole untuk mama mereka," ucap Giordano.


"Boleh. Pas ditaman kota Flamboyan sedang bermekaran," ucap Hellena senang.


"Tapi saya mandi dulu," ucap Hellena yang di angguk Giordano.


Hellena segera masuk ke kamar mandi membawa lengkap dengan pakaiannya. "Gio tunggu sebentar yah," teriak Hellena dari dalam kamar mandi.


"Iya sayang," jawab Giordano sambil memainkan ponsel miliknya.


Hellena mandi secepat kilat, mamakai mike up tipis-tipis dan keluar dari kamar mandi sudah dalam keadaan rapi.


"Ayo jalan," ajak Hellena. Setelah mengunci pintu kamar, mereka segera melaju menuju taman kota.


Hellena sangat menyukai bunga Flamboyan, sehingga saat mereka tiba di taman kota, Hellena langsung menggandeng tangan Giordano untuk menelusuri taman di sepanjang pohon flamboyan yang sedang bermekaran dengan bunganya yang berguguran bertebaran dibawah pohon. Pemandangannya sangat indah seperti sedang berjalan dibawah pohon bunga sakura di jepang. Suasananya sangat tenang karena pengunjung yang sepi.


Mereka memilih duduk disebuah bangku kosong yang letaknya pas di bawah pohon Flamboyan. Terik matahari tidak begitu panas dan udaranya lebih sejuk dari hari-hari lain saat matahari sangat terik.


Hellena yang memang begitu rindu pada Giordano tetap menggandeng lengan kekasihnya itu sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Giordano dan memandangi taman.


"Gio, bunganya cantik kan?" tunjuk Hellena pada dahan bunga Flamboyan yang sedang bermekaran dengan sangat lebat.


"Iya cantik, seperti kamu," ucap Giordano


"Ih orang lagi ngomong serius tau," ucap Hellena yang pura-pura tidak mau di gombal padahal dirinya bahagia di puji cantik oleh Giordano.


"Saya juga serius," jawab Giordano yang ditanggapi dengan wajah cemberut Hellena yang memoncongkan mulutnya membuat Giordano gemas. Gio mencubit kuat pipi Hellena hingga memerah.


"Sakit Gio!" teriak Hellena sambil berusaha melepaskan tangan Giordano dari kedua pipinya.

__ADS_1


"Jangan bikin wajah seperti itu lagi," pinta Giordano.


"Emang kenapa sayang?" tanya Hellena yang tidak paham maksud Giordano.


"Pokoknya tidak boleh saja," ucap Giordano tegas


"Iya tapi alasannya apa?" tanya Hellena yang tidak mau dilarang tanpa alasan.


"Nanti saya khilaf dan mencium kamu Elle," ucap Giordano setelah terdiam beberapa saat.


Mendengar penjelasan Giordano, bukannya diam Hellena malah menggoda Giordano dengan menampilkan wajah cemberutnya dengan bibir yang dibikin moncong ke depan.


"Elle!" tegas Giordano sambil mengetok dahi Hellena dengan kuat. Giordano tidak bermaksud mengetuk dengan kuat hanya saja ia refleks tadi.


"Gio!!" teriak Hellena marah karena dahinya sakit diketok Giordano dengan kuat sambil mengusap-usap dahinya.


Hellena merajuk memasang wajah yang ditekuk dan duduk sedikit menjauh dari Giordano. Niatnya menggoda Giordano malah berakhir dahinya yang memerah kena ketokan dari Giordano.


"Elle, maaf sayang. Saya tidak bermaksud mengetok dahi kamu dengan kuat," ucap Giordano sambil memeluk Hellena. Tapi Hellena malah berontak tidak ingin di peluk karena marah. Melihat Hellena yang berontak melepaskan diri dari pelukan Giordano, Giordano semakin erat memeluk Hellena hingga Hellena tenang dalam dekapannya.


"Maaf sayang, saya tidak sengaja," ucap Giordano lagi masih dalam posisi yang memeluk erat Hellena.


"Elle.... Masih marah?" tanya Giordano karena Hellena yang masih diam dalam pelukannya tanpa perlawanan lagi.


"Tidak lagi," ucap Hellena dengan senyum yang kembali terukir diwajahnya sambil menatap dan membalas pelukan Giordano.


"Kalau tidak marah lagi kenapa diam?" tanya Giordano


"Karena nyaman dipeluk kamu. Dan mau dipeluk terus begini," ucap Hellena malu-malu.


"Oh jadi mau dipeluk terus?" goda Giordano.


Wajah Hellena memerah menahan malu karena ketahuan ingin dipeluk Giordano.


Giordano mengecup singkat kening Hellena sebagai ungkapan rasa sayangnya. Hellena sudah melepaskan pelukannya.


"Kenapa di lepas?" tanya Giordano.

__ADS_1


"Malu tau diliat orang. Gerah juga pelukan terus," ucap Hellena yang sudah tidak merasa malu lagi.


Saat sedang asyik bercerita, mas-mas penjual es krim keliling lewat. "Mau Es krim?" tanya Giordano yang dijawab anggukan dari Hellena.


Giordano segera menghampiri tukang es krim. Ia membeli es krim rasa coklat untuk Hellena dan rasa vanila untuk dirinya.


"Terimakasih," ucap Hellena menerima es krim yang diberikan Giordano dan langsung memakannya.


"Pas bangat siang-siang panas kayak gini makan es krim," lirih Hellena sambil memakan es krimnya dengan lahap.


Angin yang bertiup menggugurkan kelopak-kelopak bunga Flamboyan dan jatuh bertebaran menuju tanah. Hellena segera berdiri menangkap helaian-helaian kelopak bunga Flamboyan yang jatuh dengan gembira.


Giordano hanya memandangi Hellena saja sambil terus memakan es krim miliknya.


Saat sedang asyik menangkap helaian kelopak bunga Flamboyan yang jatuh, sekuntum bunga Flamboyan jatuh menimpah kepalanya. Hellena segera meraihnya lalu memejamkan mata mengucapkan keinginan dan harapannya dan berharap keajaiban dari mitos tentang bunga Flamboyan kembali terjadi padanya.


"Tuhan....Semoga lelaki yang ada di hadapan saya ini adalah jodoh saya. Saya ingin Giordano yang menjadi jodoh saya," batin Hellena mengungkapkan keinginan dan harapannya sambil berdiri menghadap ke arah Giordano.


"Elle kamu kenapa?" tanya Giordano yang sudah menghampiri Hellena karena khawatir melihat Hellena yang berdiri mematung dan memejamkan mata.


"Tidak kenapa-kenapa sayang," jawab Hellena setelah mengungkapkan harapannya dan membuka mata.


"Kenapa kamu memejamkan mata? Kamu pusing?" tanya Giordano bertubi-tubi sambil meletakan telapak tangannya di dahi Hellena.


"Saya tidak sakit. Tapi ini," Hellena membuka telapak tangannya yang menggenggam sekuntum bunga Flamboyan yang jatuh di kepalanya tadi dan menunjukan pada Giordano.


"Apa ini?" tanya Giordano yang tidak mengerti maksud Hellena.


"Bunga Flamboyan." jawab Hellena. "Iya kalau itu saya tau sayang, tapi maksudnya kamu itu apa Elle, saya tidak mengerti." ucap Giordano


"Tadi bunga Flamboyan ini jatuh kena kepala saya, jadi saya langsung tangkap terus mengucapkan keinginan dan harapannya saya sama Tuhan, siapa tau terkabulkan lagi," jelas Hellena.


"Oh itu.... Emang harapan apa yang kamu ucapkan," tanya Giordano ingin tahu.


"Mau tau?" tanya balik Hellena meyakinkan Giordano.


"Iya sayang." jawab Giordano." Tadi saya minta sama Tuhan supaya lelaki yang ada dihadapan saya ini yaitu kamu yang menjadi jodoh saya," ucap Hellena dengan santainya sambil tersenyum

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2