
Papa Gio dan mama Gio sudah selesai makan, sedangkan ketiga anaknya masih semangat melahap makanan yang ada di piring masing-masing.
Selesai makan mereka beristirahat sejenak agar makanannya dapat di cerna dengan baik oleh tubuh.
Perut yang kekenyangan ditambah angin yang bertiup sepoi-sepoi dan di jam istrahat siang seperti ini membuat mata Giordano menjadi berat dan semakin berat.
Mulutnya mulai menguap lebar dan sayup-sayup matanya tidak dapat di tahan lagi, akhirnya Giordano merebahkan tubuhnya di atas bale-bale tersebut.
Niatnya hanya untuk baring-baring sebentar, namun ia malah terlelap seketika. Hingga suara papa Gio yang membangunkan mengagetkan Giordano.
Dengan mata yang masih berat dan mulut yang menguap lebar, Giordano bangun dan duduk sejenak menjernihkan pengelihatannya yang masih buram.
Livia dan Kikan juga yang tadi sempat tertidur sudah bangun dan duduk sambil menyandarkan punggung pada dinding pondok.
Rasa kantuk yang masih meliputi membuat tubuh mereka sangat malas untuk bergerak.
Namun karena papa dan mamanya sudah kembali memetik kopi, Giordano, Kikan dan Livia terpaksa bangun menyusul papa dan mamanya tersebut untuk kembali memetik kopi.
Hingga hari menjelang sore mereka segera kembali ke rumah.
Tiba di rumah Giordano langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuhnya sangat gerah dan lengket-lengket serta lelah.
Selesai mandi Giordano keluar dengan tubuh yang lebih segar meskipun ia masih merasa lelah.
Giordano masuk ke kamarnya memakai pakaiannya dan langsung merebahkan diri. Ia ingin tidur sejenak melepaskan rasa lelah.
__ADS_1
Giordano teringat sejak pagi ia belum menghubungi Hellena. Handphonenya pun ia simpan di kamarnya sejak pagi tadi.
Giordano segera bangkit mencari handphonenya yang sedari pagi ia simpan.
Dilihatnya tidak ada pesan atau pun panggilan dari Hellena.
"Tumben bangat ni anak tidak hubungi. Apa benar-benar sibuk," gumam Giordano.
****
Sedangkan Hellena sejak pulang dari kampus tadi ia langsung tidur mengumpulkan tenaga untuk malam nanti mengerjakan laporan bersama Lidwina.
"Rasanya rindu bangat sehari tak ada kabar dari Giordano. Apakah Gio keasikan liburan sampai lupa sama saya?" gerutu Hellena
Tadi Hellena sudah meminta izin pada mama kosnya untuk Lidwina menginap.
"Beli makan dulu ya," ajak Hellena pada Lidwina. Keduanya langsung menuju warung mba Hanum membeli makan malam untuk mereka berdua.
Hari sudah mulai gelap, jam sudah menunjukan pukul setengah 7 malam.
"Saya telepon duluan aja dech" batin Hellena.
Hellena langsung menelpon Giordano dengan panggilan Video.
"Wah ini anak, baru juga di omongin langsung ditelepon," batin Giordano yang langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
"Halo sayang," sapa Giordano setelah menarik tombol berwarna hijau di layar handphonenya.
Hellena menampilkan senyumannya yang paling menawan di layar handphonenya memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi.
"Kangen ya?" goda Giordano sambil mengedip-ngedipkan matanya menggoda Hellena.
Hal tersebut membuat Hellena makin gemas dengan Giordano.
"Gio!! Jangan bikin begitu nanti saya makin gemas dan kangen sama kamu," lirih Hellena sambil mengerucutkan bibirnya ke depan.
Giordano terkekeh gemas melihat ekspresi Hellena.
"Sayang ngapain aja hari ini?" tanya Hellena antusias.
"Ke kebun sayang, bantu bapak sama mama panen kopi," cerita Giordano.
"Wah rajinnya...." lirih Hellena dengan ekspresi yang seimut mungkin yang membuat Giordano terkekeh geli.
"Harus rajin. Kalau tidak rajin, gimana nanti saya bisa dampingi kamu?" goda balik Giordano yang membuat pipi Hellena bersemu merah seketika. Hellena malu tapi mauπππ
Bersambung.....
Yuk di baca.....
Jangan lupa ya tinggalkan like, vote dan komentar untuk author yah biar author rajin updateπππΉπΉ
__ADS_1