
Setelah kepulangan Giordano, Hellena mulai melakukan rutinitas sorenya membersihkan kamar lalu merapikannya, baru setelah itu ia membersihkan diri.
Diliriknya jam yang ada dimeja kecil disamping tempat tidurnya, sudah menunjukan jam 5 lewat 15 menit. Hellena mengambil handphone lalu mengirim pesan WhatsApp untuk Giordano.
" Giordano, sudah sampai?"
"Iya sudah sayang."
Hellena tersipu malu saat membaca pesan dari Giordano yang memanggilnya sayang. Lalu kembali membalas pesan Giordano.
" Tidak terlambat kan?"
" Tidak.
Nanti baru lanjut ya, saya mau membersihkan diri."
" Ow syukurlah.
Ia Gio."
Setelah mengetahui Giordano tidak terlambat, Hellena merasa legah. Ia mengambil dompetnya lalu berjalan menuju warung langganannya membeli makanan untuk makan malamnya.
Hellena tidak pintar memasak. Ia lebih banyak membeli makanan di warung. Hanya sesekali saja ia masak. Itupun kalau ia memang sedang ingin memasak.
Setelah pesanannya dibungkus, Hellena segera kembali ke kosannya. Ia ingin menyelesaikan tugas kuliahnya yang akan dikumpulkan besok siang.
Saat sedang sibuk mengerjakan tugas, pintu kamar Hellena diketuk.
" Tok Tok Tok.
Hellena..." panggil Gaven sahabat Hellena di kos
" Iya," jawab Hellena.
Hellena segera bangkit lalu membukakan pintu kamar kos nya.
" Kewarung depan yuk!" ajak Gaven
"Buat apa?"
" Membeli makan malam."
Kamu masak sendiri, tidak beli?"
" Saya sudah beli tadi."
" Kalau begitu temani saya ya," pinta Gaven
__ADS_1
" Saya sedang mengerjakan tugas." jawab Hellena memberi alasan.
" Temani saya sebentar saja, tidak lama kok. Masa kamu tega biarin saya jalan sendirian, sudah malam lagi." pintah Gaven lagi.
" Iya dech," jawab Hellena terpaksa.
Hellena mengambil handphone dan mengunci kamarnya lalu menemani Gaven ke warung.
Sepulang dari warung Hellena dan Gaven makan malam bersama-sama dikamar kos Gaven. Setelah kembali ke kamarnya, handphone Hellena berdering, sebuah panggilan masuk dari Giordano.
Hellena sangat senang dan segera mengangkatnya.
" Hallo......Giordano," panggil Hellena semangat
" Iya Elle. Kamu sedang apa?"
Hellena tiba-tiba senyum sendiri karena senang Giordano memanggilnya Elle.
" Sedang kerja tugas Gio.
Gio sendiri sedang apa?"
Sekarang keduanya telah memiliki panggilan sayang sendiri Gio dan Elle.
" Saya sedang memikirkan kamu," gombal Giordano dari seberang telepon
" Iihh gomballl..." ucap Hellena.
" Siapa yang gombal?
Orang saya benaran lagi mikirin kamu kok," lirih Giordano
Hellena terkekeh geli akan gombalan Giordano.
" Iya dech percaya...," ucap Hellena
" Saya tidak mengganggu, kan?" tanya Giordano untuk memastikan. Ia takut mengganggu Hellena yang sedang mengerjakan tugas.
" Tidak kok. Saya sudah selesai mengerjakan tugas."
" Elle... sebentar lagi handpone kami akan dikumpulkan. Kamu tidak apa-apakan?"
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 20.30 WITA. Artinya tersisah 30 menit lagi waktu untuk Hellena dan Giordano bertelepon.
" Iya sayang. Saya tidak apa-apa."
" Coba ulang apa yang kamu katakan!"
__ADS_1
" Saya bilang, saya tidak apa-apa."
" Ulang lagi kata yang tadi kamu sebutkan" pinta Giordano
" Yang mana?" Hellena bingung, kata yang mana yang dimaksud Giordano.
" Yang tadi itu, kamu jawab iya apa?"
Hellena baru paham maksud Giodano.
" Oh yang itu. Saya bilng, iya sayang saya tidak apa-apa." kekeh Hellena
" Terimakasih sayang." ucap Giordano yang senang karena Hellena memanggilnya sayang juga.
" Jangan merindukan saya ya!" kekeh Giordano.
" Ya tidak lah. Malas tau rindu sama kamu, nanti saya malah sakit malah rindu," kekeh Hellena.
" Benaran tidak bakalan rindu nih?" goda Giordano
" Kalau rindu juga tidak mengapa. Saya malah senang kalau kamu rindu." timpal Giordano lagi.
" Iuhhhh pintar bangat gombalnya."
" Hehehhe...." kekeh Giordano
" Elle..... Sudah jam 9 nih."
"Mau kumpul Handpone sudah?"
"Iya sayang. Maaf ya....
Ingat jaga kesehatan, jangan bergadang, rajin kulia, dan jaga hati juga untuk saya. Nanti bulan depan kita bertemu lagi."
"Iya sayang," jawab Hellena dengan suara yang tidak ikhlas untuk mengakhiri panggilan teleponnya dengan Giordano.
" Jangan Rindu ya....
Karena rindu itu berat, kamu tidak akan kuat, biar saya saja. Bye-bye sayang". Ucap Giordano lalu mematikan teleponnya.
Bersambung.........
🌹🌹🌹🌹
Bagus tidak ya ceritanya.....
Setelah dibaca jangan lupa ya tinggalin jejak buat Author dengan beri Like, Vote, Rate serta koment ya🙏
__ADS_1