CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER

CINTAKU TERLARANG AKU MENCINTAIMU FRATER
Bab 29


__ADS_3

Beberapa teman sekelas Hellena dan Lidwina yang juga datang ke kampus untuk mengecek jadwal praktikum juga mulai rame ke kantin. Yah setidaknya kantin mulai terlihat sedikit ramai dari pada saat pagi tadi yang sangat sepi.


"Habis ini kita langsung pulang ya, soal saya belum membuat jurnal praktikum," tutur Hellena.


"Iya saya juga belum. Tapi kamu sudah ambil copyan materi yang mau dipraktikum?" tanya Lidwina.


"Belum. Kamu sudah?" tanya balik Hellena


"Belum juga. Ayo kita ambil bersama," ajak Lidwina.


Lidwina dan Hellena kemudian meninggalkan kantin setelah terlebih dahulu membayar bakso dan minuman yang mereka makan tadi lalu menuju ruang kepala lab untuk mengambil copyan materi yang akan mereka praktikum lusa di lab.


"Hellena saya ke kosan kamu ya, kita buat jurnal bersama-sama," pintah Lidwina.


"Oke," jawab Hellena singkat.


Hellena dan Lidwina memilih berjalan kaki untuk pulang ke kosan Hellena karena mereka ingin singgah ke minimarket yang berada dekat dengan kosan Hellena untuk membeli beberapa cemilan yang akan mereka makan saat menulis jurnal praktikum.


Setelah itu Hellena dan Lidwina langsung menuju kosan milik Hellena. Perjalanan mereka hanya membutuhkan 30 menit saja dari kampus ke minimarket hingga ke kosan Hellena.


"Kira-kira Giordano sudah sampai dimana ya?" tanya Hellena pada Lidwina yang merupakan sepupu Giordano, yang meskipun lahir dan besar di kota itu tapi Lidwina sering berlibur di kampung halaman orang tuanya yakni tempat dimana Giordano akan berlibur ini saat mereka tiba dikosan Hellena.


"Mungkin sudah di pertengahan jalan, kan juga kalau sudah sampai pasti Giordano kabari kamu kok," ucap Lidwina.


"Iya sih. Belum apa-apa kok saya sudah rindu ya," lirih Hellena.

__ADS_1


"Ah lebay kamu," ucap Lidwina yang sudah mengeluarkan copyan file untuk mulai menulis jurnal sedangkan Hellena sudah masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.


Baru setelah itu Hellena bergabung bersama Lidwina dan mulai menulis jurnal praktikum miliknya. Ada 5 materi praktikum yang akan mereka uji coba di lab lusa, sehingga ada 5 jurnal yang harus di tulis oleh Hellena dan Lidwina. Jurnalnya harus di tulis tangan begitu pula dengan laporan hasil praktikum nanti juga harus di tulis tangan. Dan itu sudah merupakan aturan dari program studi sehingga mau tak mau harus tetap mau meskipun tangan Hellena dan Lidwina sudah ngilu.


"Baru jurnal aja sudah sebanyak ini, tangan saya sudah ngilu ni, apa lagi laporan hasil praktikumnya nanti, bisa-bisa tangan kita keriting memang," keluh Hellena.


"Andai saja ada yang bisa bantu kita menulis jurnal dan membuat laporan," timpal Lidwina.


"Maka dengan senang hati saya akan berterimakasih pada orang tersebut," ucap Hellena yang membuat mereka berdua terkekeh.


Hellena dan Lidwina menulis jurnal praktikum dengan serius sambil mengunyah cemilan yang ada di kantong kresek yang diletakan ditengah-tengah antara keduanya dengan botol minuman dingin disisi masing-masing.


Sesekali mereka berhenti menulis untuk mengambil cemilan dan memasukan ke dalam mulutnya atau meneguk minuman baru lanjut menulis lagi.


Asyik menulis jurnal praktikum tidak terasa sudah 3 jam keduanya duduk menulis. Tangan Hellena dan Lidwina sudah sangat pegal dan kram sehingga menjadi mati rasa.


"Ah syukurlah akhirnya habis juga!" teriak Hellena legah sambil mengibas-ngibas dan membuka tutup jari-jari tangannya yang keram dan pegal.


"Iya nih jari-jari tangan saya pegal bangat dan kram semua, tapi syukurnya selesai juga," timpal Lidwina.


Keduanya pun langsung duduk berselojoran dan kemudian tidur terlentang di lantai kamar yang hanya beralaskan tikar plastik bergambar kartun Masha and the Bear untuk merenggangkan otot-otot pinggang dan bokong serta melepas lelah.


"Sangat melelahkan," ucap Lidwina sambil menguap lebar karena memang tubuhnya sudah kelelahan.


"Iya ni. Saya jadi mengantuk," ucap Hellena lalu bangkit dari posisinya yang tidur di lantai untuk mengambil bantal dan guling untuk ia dan Lidwina.

__ADS_1


Keduanya ingin tidur di lantai yang hanya beralaskan tikar plastik untuk melepas lelah. Tidak membutuhkan waktu yang lama keduanya pun terlelap di alam mimpi, apa lagi dengan hembusan angin sejuk dari kipas angin yang ada di kamar Hellena membuat keduanya semakin lelap.


****


Giordano baru tiba di kampung halamannya saat jam sudah menunjukan pukul 15.00 sore. Pinggangnya terasa pegal karena terlalu lama berada dalam posisi duduk sepanjang perjalanannya tadi yang memakan waktu 8 jam.


Giordano turun dari bus lalu merenggangkan otot-otot pinggang dan punggungnya yang terasa pegal dan encok. Bus sudah melaju meninggalkan Giordano tepat di depan rumah kedua orang tua Giordano.


Kedua adik Giordano yang melihat Giordano turun dari bus tadi langsung menyambut kedatangan sang kakak dengan hati yang gembira karena sekian lama Giordano tidak pulang libur.


Kedua orang tua Giordano yang sudah tahu kalau Giordano akan pulang hari ini langsung menyambut kedatangan sang putra kebanggaan mereka. Kedua orang tua Giordano memiliki 4 orang anak yang terdiri dari 2 orang putra yaitu sang kakak sulung yang bernama Julian dan Giordano dan 2 orang putri yaitu Livia dan Kikan yang menyambut Giordano saat turun dari bus tadi.


Giordano masuk ke dalam rumahnya sambil membawa tas ranselnya sedangkan kardus yang berisi oleh-oleh untuk keluarganya di bawah oleh kedua adiknya tersebut.


Mama Giordano sudah menyiapkan kamar untuk sang putra kesayangan sehingga setelah menyalami tangan kedua orang tuanya Giordano langsung pamit menuju kamarnya untuk meletakan tas punggungnya dan segera mandi untuk membersihkan diri. Tubuh Giordano sudah sangat gerah dan lengket-lengket karena keringat dan suhu udara yang panas dalam bus tadi.


20 menit Giordano mandi, ia keluar dengan wajah dan tubuh yang segar. Setelah memakai pakaian, Giordano keluar dari kamar menghampiri kedua orang tua dan adiknya yang sudah menantinya di ruang keluarga sedangkan sang kakak belum pulang dari tempat kerjanya.


Mama Giordano segera membuat minum dan menyiapkan makan untuk Giordano sang putra kesayangan yang baru pulang libur setelah 2 tahun memilih hidup membiara.


"Mama tidak usah repot-repot. Gio masih kenyang ma, tadi bus yang Gio tumpangi ada berhenti di warung saat jam makan siang untuk penumpang bus makan siang," tutur Giordano saat melihat mamanya sibuk menyiapkan makanan untuk dirinya.


"Benaran kamu sudah makan sayang?" tanya mama Giordano memastikan kalau anaknya tidak bohong.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2